Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Ujian cinta


__ADS_3

dr Zein menghela nafas dengn gugup namun dia harua menyampaikan hasil itu pada kedua sahabat nya.


" Hafiz, Aygul dan Anne. Saya akan mengatakan hal ini tapi kalian harus tetap semangat ya. Tapi menurut saya alangkah lebih baik jika dr Zainab yang menyampaikan hal ini ya? " Zein mencoba menyuruh dr Zainab untuk membacakan hasil rekam mediknya.


dr Zainab mencoba bersikap profesional dan tersenyum kecil mencoba memberi suport moral pada pasiennya.


"Baik lah, Tuan Bram dan Nyonya Aygul rekam medis ini menyatakan jika kondisi Nyonya Aygul saat ini mengalami Paraplegia yaitu yaitu kelumpuhan yang terjadi pada bagian bawah tubuh, seperti sebagian batang tubuh, kaki, dan panggul."


dr Zainab menghela nafas nya dengan berat seolah sedang mencari sumber oxygen untuk bernafas lalu dia melanjutkan bicara nya..


"Ada 2 jenis Paraplegia yaitu yang pertama Paraplegia spastik, yaitu ketika otot-otot tubuh di bagian yang mengalami kelumpuhan berada dalam kondisi kaku dan tegang dan di yang kedua Paraplegia flaksid, yaitu ketika otot-otot tubuh pada bagian yang mengalami kelumpuhan berada dalam kondisi lemas dan terkulai"


Aygul menyimak penjelasan dokter berusia 35 tahun am itu dengan mimik wajah tegar sesekali dia melihat wajah suaminya yang terlihat tegang. Aygul sendiri sudah kenyang dengan puluhan kali penjelasan beberapa dokter dari beberapa negara yang berusaha menyembuhkan nya.


Semangat nya untuk kembali sembuh seperti sedia kala sudah pupus namun sejak kehadiran Hafiz dalam kehidupan nya lagi membuat nya mulai bersemangat kembali untuk menjalani terapi pengobatan untuk kelumpuhan nya karena dia merasakan semangat suaminya sangat menggebu-gebu untuk mencoba berobat lagi maka dia mulai bangkit lagi dari rasa putus asanya.


"Lalu apakah istri saya bisa berjalan lagi dok? apakah ada harapan untuk istri saya dok? " tanya Hafiz dengan wajah datar mencoba mensugesti pikirannya tentang hal baik.


"Selalu ada harapan untuk hamba Nya yang yakin dan percaya jika mukjizat itu ada. Namun saya harus memberi kan jawaban dengan mengatakan kejujuran walaupun pahit. Jadi Nyonya Aygul agak sulit untuk mempunyai anak dengan kondisi nya seperti ini. Dan Maaf kan saya jika harus mengatakan kebenaran nya. " jelas dr Zainab lirih.


duaaarrr!!

__ADS_1


Seolah-olah ada bom waktu yang meledak di kepala nya saat itu hingga kerapuhan nya kembali lagi seperti saat awal mulai berobat ke Jerman beberapa tahun yang lampau.


Aygul menangis tersedu-sedu air matanya kembali luruh untuk meratapi nasib nya yang kurang beruntung ini.


Hafiz segera berdiri menghampiri kursi roda istrinya dan memeluk dari samping Aygul. Dia tak kuasa pula menahan lelehan air hangat dari pelupuk matanya dan mulai mengalir membasahi pipi nya.


"Aaahhhh..hiks.. hikss" isak tangis wanita itu terdengar pilu. Dan suaminya makin mengeratkan pelukan sayang nya pada tubuh Tingkahnya.


Hafiz mengecup pucuk kepala istrinya yang tertutup kerudung pasmina biru. Berusaha menenangkan istrinya yang gugup dan terlihat shock.


Walau pun dia berusaha keras menahan kesedihannya namun melihat istrinya begitu terpuruk membuat hatinya begitu ikut menderita.


"Please don't cry sayang" kata nya sambil membelai kepala istrinya. Anne terdiam dan ikut menitikkan air mata namun dia tak tahu harus bersikap bagaiamana menghadapi kenyataan pahit anak nya itu.


Aygul semakin terisak mendengar kata-kata dr Zainab. Hafiz makin mengeratkan pelukannya pada istrinya, dia juga sedih namun dia harus terlihat lebih tegar dan kuat di depan wanita nya.


"Kalian jangan bersedih ya, berdoa, ikhtiar dan sabar adalah kunci utama dalam menghadapi ujian ini. Aku sangat Yakin kalian bisa sabar" Kata Zein ikut menenangkan perasaan sahabat nya.


Setelah berdiskusi panjang lebar dan mencari pengobatan alternatif yang sesuai dengan penyakit Aygul. Mereka berempat pamit undur diri karena hari telah menjelang senja.


Selama perjalanan pulang Aygul terdiam, dia benar-benar merasa sangat sedih dan kehilangan harapan. Hasrat untuk sembuh lagi kembali meredup. Di benak nya kini hanya ada rasa sakit yang tak berkesudahan. Dia sakit memikirkan dirinya sendiri dia menganggap diri nya tak berharga dan hanya menyusahkan suami dan keluarga nya.

__ADS_1


Harapan ingin mengandung, merasakan melahirkan dan menimang buah cinta nya dengan Hafiz musnah sudah. Sekarang yang ada hanya ada rasa rapuh pecah berkeping-keping. Dia menyesal kenapa harus ada menerima Hafiz kembali. Dia menyesal telah membuat Hafiz datang ke Turki lagi. Dan penyesalan nya sekarang dia tak bisa membahagiakan suaminya.


Air mata menetes lagi, keheningan kembali tercipta di dalam mobil. Aygul bersandar di pelukan ibunya yang ikut bersedih karena nasib anaknya yang sulit memberinya cucu kelak.


Ibunya juga memikirkan nasib pernikahan anak dan menantunya apakah Hafiz akan menerima seorang istri yang tak bisa memberinya keturunannya untuk meneruskan silsilah keluarganya kelak.


Hafiz melihat dari kaca mobil istrinya yang masih terisak-isak. ingin rasanya dia memeluk dan menenangkan wanita itu dalam dekapan nya namun dia tak ingin menambah kesedihan Aygul lagi.


Suara deru mobil telah berhenti di pintu gerbang keluarga Birendra. Pak Man membuka gerbang dari dalam. Mobil Zein segera masuk dan berhenti dengan sempurna di halaman dalam.


Setelah beberapa saat mereka telah memasuki rumah dan Adzan magrib pas berkumandang. Semua anggota keluarga telah berkumpul bersama dan mulai bersiap menjalankan ibadah mahrib berjamaah.


 


Saat makan malam tiba, Zein yang akan pamit pulang di tahan oleh sang calon ayah mertua untuk ikut menikmati masakan olahan calon istrinya. Karena tak enak untuk menolak dan kebetulan perutnya juga sudah lapar maka dia pun mau makan bersama keluarga besar Birendra.


Aygul masih berada di dalam kamar, dia tak mau makan bersama selera makan nya menguap entah kemana. Hafiz mencoba merayu agar Aygul mau ikut berkumpul saja di meja makan walaupun nanti nya dia tak mau makan tidak apa-apa.


Aygul bersikeras tak mau keluar kamar karena masih sedih dengan berita dari dr Zainab tadi sore. Akhirnya Hafiz keluar kamar sendiri menemui keluarga nya.


Semua anggota keluarga yang sedang duduk berbincang ringan di meja makan menunggu hidangan siap menoleh ke arah Hafiz yang berjalan sendirian tanpa istrinya.

__ADS_1


Anne dan Zein yang mengetahui akar masalahnya hanya terdiam saja. Biar Hafiz saja yang akan menceritakan semua masalah nya tadi.


__ADS_2