Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Gadis penggoda


__ADS_3

" Apakah benar ini nomer nya Bang Hafiz?" terdengar suara wanita dengam sedikit manja. Hmmmm..... siapa kah wanita ini


" Tergantung dengan siapa saya bicara!" nada suara Zein terdengar agak di tekan. Aku tertenyum melihat ulahnya.


" Ini Elsya yang tadi pagi bertemu Bang Hafiz di kampus Biru." jawab wanita itu lagi.


"Hmmmm....yang mana ya? " Zein mulai mengangkat dagu nya mencoba bertanya padaku.


Aku segera memutar otakku mengingat siapa gadis di telpon itu. Lalu aku ingat tadi pagi aku mengantar Izza ke kampus nya. Tapi aku tak pernah memberikan nomer handphone ku pada siapa pun juga kecuali pada keluarga dan rekan bisnis ku.


" Kamu yang mana? " tanya Zein setelah ku bisikkan sesuatu.


"Aku teman Izza yang pake kaos polo putih. Kan tadi kita bertemu di parkiran" katanya dengan nada yang di stel manja begitu.


Zein tergelak mendengar nada manja itu.


" Owh yaya..terus kamu dapat nomer handphone aku darimana?"cecar Zein. Aku mendengarkan saja celoteh interogasinya. Aku sama sekali tak menanggapi nya. Ah ada-ada saja gadis ABG itu. Tapi aku kesal juga kenapa nomer pribadi ku sampai bocor di tangan orang yang tak ku kenal.


Apa ini ulah Izza ya? tapi aku kenal betul sifat adikku itu walaupun dia juga usil namun untuk urusan pribadi ku dia tak akan berani ikut campur. Lalu darimana gadis itu tau ya? aku harus mencaribtau nanti di rumah.


" Bang Hafiz, boleh ya aku main ke rumah? Aku kan teman Izza juga. " tanya nya lagi


"Ehmmm..gimana ya, kalau mau main ya gapapa sih kan nyari Izza. " jawab Zein yang masih pura-pura menjadi aku.


" Kalau nyari Izza kan bisa di kampus, ya nyari bang Hafiz dong. Boleh ya?" pinta nya lagi

__ADS_1


" Tapi saya beberapa hari ini keluar kota gak ada di rumah deh. Dan saya lagi sibuk banget dalam beberapa bulan" jawab Zein lagi aku menutup mulutku dengan 1 tangan. Wuih lumayan sadis juga nih dokter kalau menolak cewek.


"Awww ya udah nanti kalau gak sibuk aku main ya. Tolong save nomer aku ya Bang. Elsya Mariana. Yuks bang Met bobok yaa..mselamat malam" katanya lagi


Ya Tuhan gadis sekarang ya. gak punya malu ketika mendekati lawan jenisnya.


"Bhuaaaaahhhaaaaa...masih laku juga dengan ABG" kata Zein tertawa geli.


Sial kau Zein. Aku sedikit malu dengan ucapan nya. Tapi dia juga senang sama ABG tuh buktinya dia mau menikahi adikku yang selisihnya 6 tahun.


" Kayak dia kagak doyan ABG aja! huh!" jawabku


Zein terus tertawa geli mendengar jawaban ku. Kami sudah memasuki tol yang masih juga ramai.


" Inget ya, udah punya Nyonya Hafiz di Turki !" celutuknya mengingatkan.


Mobil yang ku tumpangi sudah mendekati rumah dinas Zein. Aku menurunkan nya tanpa mampir lagi karena sudah larut malam.


" Bro, aku lanjut pulang ya! Thanks for everything. See U tomorrow!" kataku sambil bersalaman.


"U are wellcome kakak ipar. Salam ya buat Ny. Zein" katanya sambil tertawa. Aku melempar kulit permen ke arahnya.


-------------------------


Pagi ini kami sekeluarga sarapan bersama. Ibu sudah siap dengan seragam dinas nya dan Ayah masih asyik membaca koran.

__ADS_1


" Selamat pagi semua. " sapaku pada semua keluarga. Ayah menghentikan aktifitasnya sebentar.


"Pagi nak. Ohya semalam ayah dengar kamu ke rumah dr Syam dengan Zein? apakah ada kabar untuk terapi istri mu?"


Aku duduk di meja makan dan mulai menuangkan teh hangat dari teko ke dalam cangkir.


" Iya Ayah. Kami semua ke rumah dr Syam untuk konsultasi dan alhamdulillah beliau juga akan menghubungkan dengan beberapa dokterahli lain nya. Menunggu Aygul datang ke Indonesia"


"Syukurlah nak, Ayah ikut lega" lalu Ibu duduk di samping ayah dan mulai mengambilkan nasi goreng di atas piring ayah.


Izza mencuri pandang ke arahku. Ah aku masih ada pertanyaan pada adikku ini. Tapi aku tak.mungkin menanyakan nya di saat kami semua berkumpul makan pagi.


" Izza kamu hari ini ke kampus ga? " tanya ku


Dia mengunyah makanannya perlahan-lahan. Aku terus melihatnya tapi kalau melihat gelagatnya dia tak tampak gelisah ataupun takut. Jadi Elsya tau darimana ya nomer handphoneku?


" Iya mas, tapi nanti jam 10.00 wib. Aku hanya menunggu pengumuman saja. kan udah mau wisuda."


"Kirain kamu masuk pagi, kan mas mau ke kantor sapa tau kamu nebeng" tawarku


Dia menggelengkan kepalanya.


Setelah kami semua selesai makan pagi. kami pergi beraktifitas dengan rutinitasnya masing-masing.


Aku sengaja memanggil.Izza sebelum berangkat keluar.

__ADS_1


" Za, siapa si Elsya?" tanyaku pelan takut terdengar ibu. Bisa bahaya kalau terdengar beliau.


__ADS_2