Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Semangat mencari mu


__ADS_3

Hari ini sungguh sangat melelahkan ku. Meeting panjang dengan dua orang client yg berbeda tempatnya membuat tenaga ku seolah terkuras habis. Waktu Sudah menunjukkan pukul 17.00 Wib. waktunya untuk berkemas pulang. Tiba-tiba Hand phone ku bergetar. Aku lupa membunyikan nada deringnya setelah meeting ku silent tadi.


Kulihat nomor dari luar negeri yg sedang mencoba menghubungi ku.


" Hallo Good afternoon" Suara laki-laki yg sangat ku kenal telingaku.


Sepertinya aku mengenal nya.


" Waalaikum salam. How are u Mr Abizar? " Jawabku tersenyum. Suara itu terkekeh mendengar jawabanku.


" Wah aku tak bisa menipu mu Teman. Ternyata kamu sangat merindukan ku ya, sehingga selalu ku bahkan suaraku pun kau ingat" jawabnya


" Pasti aku mengingatmu, Suara mu sangat nyaring seperti piring pecah telingaku selalu sakit ketika mendengarnya. " godaku padanya


" Ah Sial kau Fiz! Bagaimana keadaan mu? Kapan kau akan pergi ke Pakistan? Ada proyek yg akan ku berikan" Kata Abizar tergelak.


Aku sangat senang mendengar lagi suara Abizar, dari ke 3 sahabatku itu yg jarang menelponku adalah Abizar. Dia memang paling malas memegang ponsel kalau tidak sangat mendesak dan penting. Itu berlaku sejak kami kuliah dulu ternyata sampai kami berpisah pun dia tidak begitu hobby memegang telpon.


Pasti ada kabar penting yg akan di sampaikan nya. Kalau tidak mana mau di menelponku lebih dulu.


" Hafiz apakah kamu mau datang ke reunian di Kampus kita dulu? "


Aku menghela nafas berat. Dia mengetahui suaraku yg sangat enggan menjawabnya


" Insyaallah jika tak ada jadwal meeting dengan client " jawabku asal. Rupanya dia tak puas dengan Jawaban ku.


" Hafiz usahakan lah datang. Aku percaya kamu akan meluangkan waktu mu kesana" Katanya penuh keyakinan.


"Heemmm.. kenapa kau sangat Yakin? "


" Karena Cinta dan jodohmu ada disana. Jemputlah dia segera sebelum dia pergi lagi" Katanya lagi


" Hafiz hanya Kamu dan Zein yg belum menikah. "


Aku menyela pembicaraan nya.


" Eh kamu tau, Beberapa hari yg lalu Zein telah melamar Adikku" kataku memberi tau berita menggembirakan ini.


"Alhamdulillah berkurang 1 lagi orang jomblo di dunia ini hahaha" tawanya pecah. aku meremas rambutku kesal.


" Nah tunggu apalagi, Apakah kau mau di duluin sama adik kecilmu? come on bro wake up. pokoknya kamu harus datang. Aku akan bawa istri ku ikut serta kesana"


Akhirnya percakapan selesai dengan kalimat aku akan datang. Kenapa semua sahabatku sangat menginginkan ku datang?


Ketahuilah Teman aku memang merindukannya namun aku tak siap menghadapi kenyataan jika dia tak lagi menjadi kekasihku.


Pikiranku melayang lagi ke kejadian beberapa tahun yg lampau.


Aku dan Aygul Dilara memang telah berpacaran sejak semester pertama kuliah. Dia gadis Turki yg periang. Mata biru dan Bulu mata lentiknya sering mengerjap indah tatkala dia antusias bercerita. Bibirnya yg mungil dan merah merekah sering tertawa kecil mendengarku melucu.

__ADS_1


Ah tiba-tiba aku sangat merindukannya sangat rindu. Aku mencari nama Emir di nomor kontak ponselku.


Tu.. wa.. ga... pat..


Nah!


Emir Mahmud Al Akbar. Sedetik kemudian aku sudah menghubunginya. Emir orang yg sangat mengenal Aygul. Dia lah orang pertama yg memprovokasi aku untuk menyatakan cinta dan dia pula orang yg rajin mengingatkan kekerasan hatiku menjauhi Aygul.


Akan ku coba menanyakan nomer Ponsel Aygul padanya. Mungkin dia tau dan sering berhubungan via udara dengan mantan gadisku itu.


Tuuuttt.... Tuuut


***Emir : Assalamualaikum bro


Hafiz : Waalaikum salam Pakcik,


Emir : Bagaimana kabar kau Sihat?


Hafiz : Alhamdulillah pakcik, Boleh saya tanya awak?


Emir : Awak nak tanya apa?


Hafiz : berapa nomer ponsel Aygul?


Emir : Subhanallah mimpi apa kau bertanya nomer Aygul?


Emir : Baik lah tapi ingat Awak harus berani berjanji untuk kali ini. Awak tak boleh lagi berlari. Ini nomer nya +902314526850


Hafiz : Terimakasih aku segera ke Turky jika urusanku dg pekerjaan selesai. Terimakasih pakcik. Assalamualaikum


Emir : Waalaikum salam bro.


Percakapan telah ku akhiri aku tersenyum senang akhirnya aku mendapatkan nomer gadis yg sampai detik ini masih menguasai hatiku.


Aku berencana nanti malam akan menelpon nya pada pukul23.00 wib. Karena selisih waktu dengan Indonesia 4 jam maka aku mencari waktu yg tepat setelah dia selesai makan malam. Disana masih pukul 19.00 watu istambul.


Aku segera keluar dari kantor, beberapa pegawai masih ada yg berkutat dengan komputernya. Ada juga yg sedang menerima telepon dari client. Aku menutup pintu ruang kerjaku dan bergegas keluar.


Beberapa pegawai tampak menganggukkan kepala ketika berpapasan denganku.


" Pak Hafiz, Maaf pak masih ada 1dokument lagi yg harus di tanda tangani " Kata Ira sekertaris ku yg sudah memiliki 1 anak balita.


" Oh ya sudah, mana berkas nya?" Tanyaku sambil menghentikan langkah kaki ku.


Ira memberikan berkas yg ku minta. Tanpa membaca lagi aku langsung membubuhkan tanda tanganku di bawah nya.


" Terimakasih Pak. Besok jangan Lupa untuk meeting dengan client pukul 10.00 wib di PT. Gemilang" Jawabnya sambil mengingatkan ku lagi.


Aku mengangguk dan segera meneruskan langkah ku menuju parkiran mobil.

__ADS_1


Bulan ini memang banyak jadwal meeting dengan client dan itu sangat menguraa waktu santai ku. Waktu ku bersosialisasi dengan kawan semasa kuliah pun sudah sangat berkurang ini karena mereka juga jarang mwmpunyai waktu luang sepertiku. Hanya melalui sambungan Whattsup dan Skype kami bertemu.


💘💘💘💘💘💘💘💘


Sebentar lagi adzan Magrib akan tiba. Mobil Mercedes- Benz S450L yang ku beli dari hasil. usaha ku sendiri ini telah memasuki halaman rumah orang tua ku. Aku merasa bahagia bisa membeli mobil impian ku dari hasil jerih payahku selama ini.


Memang ini bukan mobil pertama yg aku punya.Namun ini mobil pertama yg aku beli dengan tabunganku sendiri. Aku sudah memiliki Mobil Pajero sport hadiah ulang tahunku ke 25 tahun dari Ayah dan Ibu. Mobil itu selalu ku pakai saat aku sedang bepergian keluar kota dengan driver ku.


Ayah sudah pulang terlihat Pak Man Driver pribadi nya sudah bersiap-siap pamit pulang. Dia menyapaku sambil setengah membungkukkan badannya. Pak Man sudah ikut Ayah sejak aku masih SMP dia juga salah satu orang yg loyal pada keluarga kami.


Sebagai tanda terimakasih Ayah padanya, Ayah memberangkatkan Pak Man dan Istrinya haji 2 tahun silam. Dan sudah lama pula Ayah menghadiahi Pak Man Rumah yg layak untuk tempat tinggal nya bersama keluarga.


Memang Ayah dan Ibuku orang dermawan. beliau sangat menghargai jasa-jasa orang yg telah setia berada di belakang mereka bahkan di saat tersulitpun mereka tetap setia mendampingi Ayah. Aku sangat ingin mengikuti jejak kedermawanan Ayah dan Ibuku.


Aku menepuk pundak Pak Man pelan dan setelah dia pamit pulang aku masuk ke dalam rumah.


Ku lihat Ayah mengenakan sarung dan baju koko, Dan Ibu pun telah memakai mukenah. Beliau berdua memang orang yg tepat waktu dalam menjalankan perintah agama. Sebelum Adzan sudah mempersiapkan diri untuk sholat.


" Assalamualaikum Ayah, Ibu " Kataku sambil mencium punggung tangan kedua orang tua ku.


" Waalaikum salam, Tumben menjelang magrib pulangnya Nak. "tanya ibu lembut


"Iya bu tadi ada meeting di kantor Pak Ahua membahas kerjasama pengadaan obat untuk import ke Paris" jawabku sambil menuju meja makan untuk mengambil air putih.


"Gimana Fiz. Apa ada kendala? " tanya Ayah.


"Iya Ayah. Sistem regulasi dengan pemerintah disana agak berbelit. Mereka menanyakan semua persyaratan dan ijin pengedaran obat. Untung tadi Aldo dan Ira sudah menyiapkan data semua jadi aman. Namun kami masih menunggu berita dari Pak Ahua selaku Pemegang licensi" Jawabku


"Kamu juga harus minta data perusahaan Pak Ahua. Dan jangan lupa tanda tangan MOU yg jelas di atas materai. jangan sampai kamu yg pertama kali mendistribusikan akan di tikung dari belakang. Buatlah perjanjian yg jelas, bahwa perusahaan mu adalah satu-satunya pemegang hak sebagai distributor tunggal ke sana. Dan kamu harus melaksankan kewajibanmu memenuhi buffer stok produk jangan sampai kosong. " kata ayah menasehati.


Aku mengiyakan. Memang untuk masalah pekerjaaan dan perjanjian Ayah sangat ahli. Aku pun banyak belajar dari beliau yg sudah malang melintang jadi pengusaha. Jatuh bangun di tipu rekanan kerja, bahkan di khianati karyawan pun pernah Ayah alami. Tapi berkat kejujuran dan sikap tegas Ayah akhirnya semua yg mengkhianati Ayah dan menyakiti Ayah malu. Bahkan ada yg sudah masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan tercela nya.


Dulu Ayah hampir gulung tikar sewaktu bekerja sama dengan temannya sendiri. Usaha ternak ayam potong yg rencana nya di suplay ke hampir semua restoran fast food yg terkenal di seluruh Indonesia itu. Restoran yg icon badut. Ayah terlalu mempercayakan semuanya pada temannya.


Sehingga teman ayah menipu dengan mengatakan Ayam-ayam ternaknya banyak yg mati kena penyakit. Dia minta di gelontorkan dana lagi. Karena pada dasarnya Ayah orang yg selalu percaya pada orang lain , Beliau tak pernah sedikitpun curiga. Namun karena beberapa kali temannya meminta suntikan dana tapi tidak ada laporan untung rugi untuk perusahaan dan di saat Keuangan Ayah sudah sekarat beliau akhirnya menyelidiki nya sendiri.


Betapa terkejutnya beliau melihat kandang Ayam itu sudah lama di tinggalkan tak Terurus tak ada ayam, Rumah teman Ayah pun sudah pindah ke Luar kota. Ayah lemas seketika. Semua harta yg di punyai kedua orang tua ku terpaksa di jual. Banyak suplayer datang menagih karena Pak Johni teman Ayah mengalamatkan semua penagihan ke Ayah. Untungnya mungkin karena doa dan kebaikan orang tua ku yg pada sesama, Allah menurunkan bantuan melalui Kakek Sholeh. Beliau adalah orang tua angkat Ayah yg memang memiliki kekayaan banyak. Namun Ayah tak pernah sedikit pun meminta bantuannya.


Saat itu Kakek Sholeh datang dari kampung beserta nenek ke rumah. Namun Kakek sangat terkejut karena kami sudah pindah rumah ke rumah yg lebih kecil hanya beda kampung. Dengan diantar Pak Man kedua orang tua angkat Ayah mendatangi rumahku. Aku ingat saat itu aku masih di bangku Sekolah Dasar kelas VI. Nenek menangis sesenggukan melihat keadaan orang tuaku.


Tak dapat di pungkiri mereka walaupun sebatas orang tua angkat sangat menyayangi Ayah dari kecil. Karena sedari kecil Ayah sudah menjadi Yatim di akibatkan Ayah kandung Ayah kecelakaan kerja di pabrik Kakek Sholeh. Ayah saat itu masih se usia aku duduk di bangku Sekolah Dasar. Dan masih memiliki 2 orang adik lagi. Karena Ibu kandung ayah yg terus bersedih sejak meninggalnya suaminya itu tepat 1 tahun ibunya juga meninggal dunia. Sejak saat itu Ayah dan kedua adikknya di angkat anank oleh Kakek Sholeh. Karena beliau sendiri tidak memiliki keturunan.


Singkatnya Kakek memberikan bantuan dana lagi pada Ayah. Namun Ayah menolak jika bantuan itu gratis. Ayah berjanji akan mengembalikan jika usaha nya sudah banhkit kembali. Dan Alhamdulillah dengan berjalan nya waktu karena doa dan ikhtiar kedua orang tua ku mampu bangkit lagi rentang waktu 2 tahun usahanya kembali berjaya. Bahkan Merambah ke bisnis lain.


Ayah semakin berjaya dan berkibar dalam dunia bisnis di Kota ku ini. Bagi para pengusaha tua dan ada pengusaha muda juga sangat mengenal Ayah. oleh karena itu aku sangat menjaga nama baik Ayah saat ini.


" Ayo Fiz kamu segera bersih2 lalu kami tggu untul sholat jamaag magrib" perintah Ibuku. aku mengangguk dan segera naik ke atas kamarku untuk mandi.


Aku berdoa kepada Allah semoga kedua orang tuaku diberikan kesehatan dan usia panjang yg barokah. Semoga aku bisa mencoba mencontoh kebaikan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2