
Aldo membawa Dewi berbicara di halaman samping rumah Hafiz yang dekat dengan kolam ikan koi. Rumah bergaya minimalis modern itu terlihat tambah sejuk dengan adanya kolam ikan yang di tengahnya di beri air mancur yang terus mengeluarkan air. Ada beberapa kerabat keluarga Hafiz yang terlihat duduk di gazebo dekat kolam.
"Silahkan duduk Mbak Dewi."
Dewi mendaratkan pantatnya di atas bangku kayu bermotif ukiran jepara.
"Ada perlu apa Tuan Aldo?"
"Jangan memanggil saya Tuan, cukup panggil saya Aldo saja."
"Hmm...baik lah Aldo, ada apa? rasanya kita tidak ada masalah selama ini" tanya Dewi heran. Aldo terkekeh sambil terus melihat ekspresi Dewi.
"Yaa memang dengan saya pribadi anda tak ada masalah. Namun akan ada masalah dengan saya jika atasan anda mempermainkan Pimpinan saya."
Aldo melanjutkan lagi pembicaraan nya tanpa memandang Dewi
" saya mau membicarakan kontrak kerjasama perusahaan kami dengan agency anda Nona. Saya perlu tegaskan sekali lagi pada Anda tolong beritahukan pada atasan anda,jangan sekali-kali bermain curang dan mempermainkan kami. Karena kami sudah memegang kartu AS agency kalian. Jika kalian berani berbuat curang, saya pribadi yang akan bertindak mmebereskan kalian! Cam kan itu!"
Dewi melengos geram, dia tak menyangka akan mendapatkan intimidasi dari Aldo.
Hmmm kenapa yang lebih galak asistennya ya ? Dasar Lelaki sok berkuasa!!
Tapi Dewi sedikit ngeri juga dengan ancaman Aldo lalu dia mengamati wajah Aldo dengan lebih intens.
Rahangnya tegas dan senyumnya irit. Lalu suara itu seperti di kenalnya. Setelah Kejadian malam dimana dia akan di kerjain oleh anak buah pemilik club malam itu, dia selalu berusaha mencari sang penyelamat jiwa nya yang terancam.
Dewi memberanikan diri bertanya pada Aldo dengan nyali ciut.
__ADS_1
"Ehmmm... Aldo terimakasih sudah menyelamatkan saya" Dewi mulai mencari bahan pembicaraan untuk mengalihkan perhatian Aldo.
"Siapa yang menyelamatkan siapa? " Aldo pura-pura tidak tahu karena dia tak ingin identitasnya di ketahui gadis itu. Entah motif apa yang di sembunyikan.
"Beberapa Minggu yang lalu di club malam, aku hampir di tangkap oleh anak buah pemilik club yang hampir melecehkan ku" jelas Dewi.
Aldo mengedikkan bahunya, dia masih enggan menunjukkan jati diri nya ke gadis yang ada di depannya.
"Owh... jadi bukan kamu? tapi suara itu persis sekali dengan suara kamu. But oke, kalau kamu tetap tak mau mengakui pertolongan itu. Aku tetap ucapin Thank you pada kamu. " Dewi kemudian meninggalkan Aldo yang masih menatapnya dengan mata elang nya.
Aldo mengikuti langkah Dewi yang kembali bergabung dengan keluarga Pak Candra. karena acara inti sudah selesai para tamu sudah mulai berpamitan pulang.
Rombongan anak panti asuhan yang berada di ruang tamu sudah bersiap-siap untuk berpamitan. Hafiz meminta tolong Pak Man dan dan Mang asep untuk mengantar mereka pulang.
Dewi mencari sosok Adelia yang sedang asyik menikmati segelas es cream strawberry coklat yang telah meleleh di tangan mungilnya.
"Bu, Dewi kok perhatian sekali ya dengan gadis mungil itu? apa Dewi pernah bertemu atau mengenal nya? " bisik Pak Candra pada istrinya karena penasaran.
Bu Zahira mengedikkan bahu nya tanda tak mengetahui dan tak bisa menjawab pertanyaan suaminya.
"Entahlah Yah, Ibu tak tahu"
Kemudian datang lah Izzah dengan dr Zein sambil membawa goody bag berisi souvenir dan makanan untuk anak-anak itu. Adelia tampak nyaman dengan perlakuan Dewi. Bahkan saat Dewi ingin menggendong nya anak kecil itu tampak malu-malu tapi mau.
Setelah Izzah dan asisten rumah tangga keluarganya membagikan goody bag pada masing-masing anak, Pengasuh panti mulai berpamitan. Aygul tersenyum bahagia melihat tawa ceria anak-anak yang telah menerima souvenir dan bahan mulai bersalaman dengan nya.
"Tante Barbie...sampai bertemu lagi ya? " sapa Fika anak paling besar diantara yang lain.
__ADS_1
"Barbie? oh my GOD hahaha.. Thank you Dear. Mari peluk kakak sayang" jawab Aygul senang.
Hafiz pun terlihat senang melihat istrinya mulai terlihat ceria dan tak murung lagi. Dia tak berencana akan sering mengunjungi mengundang anak-anak itu untuk menghibur istri tercintanya.
Dewi masih menggendong Adelia kemudian Dewi diam-diam meminta nomer ponsel Ustadzah panti dia akan sering-sering mengunjungi Adia kelak.
Setelah anak-anak panti diantar pulang oleh Pak Man dan Mang Asep, keluarga besar Hafiz mulai berkumpul di ruang keluarga. Para Art membereskan nya semua sisa acara yang berserakan mengotori lantai.
Aygul menatap Dewi dari kejauhan yang terlihat membenahi dres nya yang terbuka. Aldo dan rekan kerja nya pun telah pamit pulang. Dewi mendekati Izzah yang sedang membawa beberapa souvenir untuk di bagikan pada tetangga yang tidak hadir di acara selamatan tadi.
"Kak Dewi kok dari tadi aku lihat sedih terus sih? kenapa? " tanya Izza sambil berbisik takut terdengar yang lain.
"Ah gak papa kok dek, Siapa yang sedih? Kakak baik-baik aja kok."
Aygul terlihat sangat lelah dengan kegiatan sehari ini, ingin rasanya dia segera pergi ke kamar dan merebahkan tubuhnya untuk istirahat. Namun dia juga tak enak hati karena masih ada Dewi yang belum pulang, Hafiz melirik istrinya yang beberapa kali menguap.
"Aygul terlihat lelah nak, jangan terlalu lama disini. Hafiz ajak istrimu istirahat ke kamar" Kata Ibu ketika melihat kelelahan di wajah menantu nya. Baba dan Anne memutuskan untuk menemani kedua pasangan itu untuk tinggal di rumah baru mereka karena waktu mereka di Indonesia semakin sedikit.
Dan semua kecuali Zein sepakat malam ini mereka akan menginap di rumah Hafiz malam ini walaupun jarak rumah Pak Candra hanya beberapa langkah saja. Lewat pintu penghubung saja sudah sampai di rumah besar itu.
Dan Dewi juga tanpa di suruh menawarkan diri tidur di rumah Hafiz. Keluarga Hafiz yang tak mengetahui motif Dewi pada Hafiz tak keberatan jika teman masa kecil anak mereka ikut bermalam disini.
Bu Candra menyuruh Izza mengajak Dewi tidur di kamar tamu bersama nya. Para Art sudah selesai membersihkan rumah dan bersiap untuk istirahat di rumah sebelah.
Senja telah berganti malam dan semua telah terlelap di peraduannya. Dan ketika semua tertidur di kamar masing-masing Dewi berjalan mengendap-endap mencari kamar Hafiz.
Rumah ini memiliki beberapa kamar tidur, di lantai bawah ada 3 kamar tidur utama dan 1 kamar tidur asisten rumah tangga dan lantai atas terdapat 2 kamar tidur tamu. kebetulan tadi Izza mengajak Dewi tidur di kamar tamu, sehingga Dewi berniat turun ke bawah untuk mencari kamar lelaki yang di cintainya.
__ADS_1