Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Perpisahan yang membahagiakan


__ADS_3

Rumah baru yang beberapa hari di huni nya itu di halamannya terlihat dua orang security yang berjaga siap siaga.Untuk keamanan keluarga nya Hafiz memperkerjakan empat orang security yang bertugas bergantian berjaga memang terkesan berlebihan untuk menjaga satu rumah yang di huni empat orang saja harus memperkerjakan securty yang banyak. Bahkan untuk masuki rumah itu harus mengeluarkan kartu identitas dulu jika bertamu.


Begitu project nya Hafiz dengan keluarga nya sejak dia mendengar Frizt mulai mencari istrinya. Dia tak mau istrinya di culik dan di bawa pergi jauh oleh lelaki itu. Dia sebenarnya sedikit pusing dengan urusan kantor yang belum selesai di tambah lagi berita kurang mengenakkan dari mertuanya.


Kedua orang tua dan adiknya sudah di beritahu tentang Frizt dan Ayah menyarankan untuk memperketat keamanan di rumah dan semua anggota keluarga.


Hari ini mertua nya akan bertolak ke Turki, sejak semalam Aygul tidur di kamar orang tuanya, dia merengek ingin tidur bersama kedua orang tua nya sebelum mereka pulang dan sudah seperti anak kecil lagi dia minta tidur di apit kedua orang tuanya. Hafiz tidak keberatan dan dia benar-benar memaklumi sikap istrinya.


Aygul tak bisa memejamkan mata sama sekali dia tak ingin jarum jam bergeser ke kanan. Ingin rasanya menghentikan waktu yang berjalnan cepat ini.


Sengaja pakaian Baba dan Anne tidak di bawa pulang semua ada beberapa yang di tinggal kan di rumah untuk mengobati kerinduan anak tunggal nya.


Hafiz menyuruh Aldo menghandle pekerjaan kantor dan dia bersama kedua orang tuanya mengantarkan Baba Farouq dan Anne Hafsah ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Wajah Aygul tampak mendung berat sekali dia melepas kepulangan orang tuanya namun dia harus benar-benar rela di tinggal kan mereka untuk menetap di Indonesia bersama keluarga baru nya.


Panggilan penumpang pesawat Turkies Airlines terdengar dari petugas bandara. Kedua orang tua itu sudah bersiap melangkah meninggal kan keluarga Birendra, tiba-tiba Aygul berdiri dari kursi roda nya.


"Baba... Anne... Wait a minute" teriak nya, semua mata memandang dan terkejut melihat Aygul yang bisa berdiri.


Baba dan Anne seketika menghentikan langkah nya dan berbalik ketika mendengar teriakan anaknya. Mereka berdua menghambur lagi memeluk putrinya yang sudah bisa berdiri.

__ADS_1


"Allahu Akbar... Baby.. Masya allah... Thank you Allah.. " Anne memeluk Aygul erat sekali beliau tak menyangka di menit terakhir mereka akan meninggalkan Indonesia mereka di berikan hadiah istimewa oleh kesembuhan Aygul.


Hafiz yang berada di dekatnya ikut menitikkan air mata bahagia. Dia tak menyangka 6 bulan mengobatkan istrinya ke dr Zainab dan melalui metode AKUPUNTUR dan akupresure akhirnya membuahkan hasil.


"Anne Baba aku bisa berdiri! " teriaknya histeris dan menangis seperti anak kecil.


"Good ! Terimakasih telah berjuang untuk sembuh nak! Baba sangat bahagia. "


Panggilan kedua di dengungan lagi melalui loud speaker, akhirnya dengan berat hati kedua orang tua itu melepaskan pelukan pada putrinya.


Pak Candra dan istrinya juga tampak mengusap air mata haru nya. Izza dan Zein pun tak kuasa menahan haru serta kebahagian yang tak terkatakan. Lengkap sudah hadiah terindah untuk pernikahan mereka, kesembuhan kakak iparnya akan membuat keluarga besar mereka tambah bahagia.


Tangan kanan Aygul masih melambai sampai punggung kedua orang tua nya tak terlihat lagi karena sudah masuk ke ruang boarding pass penumpang.


Tangisnya pecah karena menahan kesedihannya sedari tadi. Ibu Candra mendekati menantu Cantik nya yang sedang mengusap air mata. Tangan nya membelai kepala menantunya dengan penuh kasih sayang. Dia jadi teringat dengan masa muda nya saat seperti Aygul. Pertama kali hidup dengan keluarga besar suaminya.


Setiap hari menahan rindu dan sering meneteskan air mata karena jauh dari orang tua dan adik kakaknya di kampung. Padahal keluarga Kakek Sholeh memperlakukannya dengan sangat baik namun untuk beradaptasi dengan kebiasaan sehari-hari dan menyelaraskan sikap nya dengan keluarga besar Birendra memerlukan waktu beberapa bulan hingga dia hamil anak pertama nya si Hafiz.


Karena itu dia memahami bagaimana rasa sedih dan perasaan kesepian menantunya itu, namun dia akan berusaha untuk selalu menghibur dan bersama-sama suami dan anak-anak nya untuk menguatkan Aygul dan membersamai nya agar dia segera kerasan tinggal bersama keluarga baru nya.


Kursi roda di dorong Hafiz meninggalkan loby Bandara menuju parkiran mobil mereka. Izza berjalan beriringan dengan Zein dia meminta izin pada orang tuanya untuk pergi ke kampus diantar kan Zein.

__ADS_1


mereka berpisah di parkiran mobil, Hafiz dan kedua orangtuanya kembali ke rumah. Selama di perjalanan Aygul terdiam. Pak Man yang saat ini menjadi driver keluarga itu tampak konsentrasi dengan jalanan yang mulai padat.


Hampir 45 menit perjalanan dan karena macet mobil keluarga Birendra telah sampai di depan gerbang rumah keluarganya. Seorang security dengan sigap membuka pintu gerbang.


Hafiz mengeluarkan kursi roda istri nya. Kemudian menggendong istrinya itu keluar kendaraan dia masih belum mengijinkan istrinya untuk berjalan sendiri karena dia masih mengkuatirkan jika kaki Aygul belum siap untuk di gunakan berjalan langsung. Ibu mengikuti dari belakang dan Ayah juga sudah keluar dari mobil.


"Hafiz malam ini lebih baik kalian menginap disini dulu, agar Aygul tidak merasa kesepian di rumah kalian." Kata Ibu setelah mereka duduk di sofa di ruang keluarga.


Hafiz melirik istrinya dan mengangkat alisnya sebagai isyarat persetujuan. Istrinya mengangguk setuju karena dia tak enak menolak perkataan mertuanya.


" Ohya besok Ibu akan menyuruh Nana dan Atiyah untuk tinggal di rumah kalian. Jadi mereka berdua akan menemani kalian disana."


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan di rumah ini Bu?" tanya Hafiz merasa tak enak jika art orang tuanya di bawa ke rumahnya.


"Jangan kuatir, mereka kan bisa membersihkan kedua rumah ini bersama Mang Asep dan Firdaus, gotong royong lah. Namun untuk tempat tinggal biarlah mereka tidur di rumah kalian agar kalian tidak kesepian lagi " jawab Ibunya.


Ayah yang sedari tadi diam ikut bicara " Iya nak kami lebih percaya pada orang-orang lama di keluarga kita,daripada kamu cari orang baru yang belum tahu Asal usul dan sifatnya. Apalagi dengan adanya bahaya yang sewaktu-waktu mengintai kalian.Jadi Ayah rasa untuk saat ini Nana dan Atiyah lah yang lebih pantas bersama kalian'


Hafiz manggut-manggut dia mengerti maksud baik orang tuanya memberikan dua Art kesayangan mereka untuk pindah ke rumah Hafiz.


"Baik lah Ayah, Ibu kami sangat senang sekali dan terimakasih karena telah memberi yang terbaik bagi kami" Kata Hafiz terharu

__ADS_1


__ADS_2