Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Gempa Bumi


__ADS_3

Pagi ini suasana hari Aygul sangat buruk, dia jadi mudah menangis tanpa alasan yang kuat. Seperti pagi ini dia tiba-tiba menangis kencang ketika mendengar berita dari siaran berita luar negeri bahwa Turkiey sedang mengalami musibah bencana alam gempa bumi.


Gempa utama di Turki juga memiliki pusat gempa sangat dangkal yakni 17 Km dari permukaan bumi. Kemudian disusul dengan gempa besar berukuran 7,5 yang juga sangat dangkal, 10 Km, dan selanjutnya diguncang ratusan gempa susulan lainnya berpusat berentetan sepanjang sesar (patahan) tektonik sekitar 100 km.


Seorang Anchor wanita membawa kan berita pagi itu dengan penuh kesedihan. Aygul menangis histeris dan dia segera menelpon orang tua nya. Namun tidak ada satu pun yang mengangkat ponsel mereka.


Makin panik dan histeris nya wanita cantik yang serang berbadan dua itu. Aygul terisak-isak sambil memeluk selimut bulu nya. Hafiz yang berada di walk in closet nya terkejut mendengar isak tangis dari arah ranjang nya.


Setelah mengambil kemeja dan celana chino berwarna biru tua dia berjalan tergesa gesa menghampiri istri nya, tanpa sengaja kaki nya menendang kaki meja rias yang terbuat dari kayu jati.


"Awww...sakit!" keluh nya kesakitan


Sontak Aygul menoleh dan makin menangis melihat suami nya yang meringis kesakitan memegang lutut kanan nya.


"Hikss..hiksss..Mas Hafizz..!!"


Hafiz makin panik dengan kaki terpincang-pincang dia segera menghampiri istri nya.


" Why Hunny ?"


Aygul menunjuk ke televisi LED berukuran 45 inch yang menempel di dinding kamar nya itu ke arah Hafiz dan disitu sudah tersiar berita tentang gempa bumi yang melanda negara Ottoman.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun...!!" Hafiz berseru kencang mendengar dan melihat berita itu lalu duduk lemas di sebelah istri nya. Dia menggenggam kedua tangan istri nya seakan-akan memberi kekuatan moral dan simpati yang mendalam.


"Baba..Anne..hiks..hiks" tangis wanita itu pecah dan Hafiz pun merengkuh kepala istri nya.


Dia berinisiatif untuk menelpon mertua nya saat itu juga namun telepon tidak dapat tersambung hingga lebih dari 5x upaya menelpon ke Turki gagal. Panik dan cemas mereka rasakan hingga Aygul pingsan.

__ADS_1


Hafiz memanggil-manggil serta menepuk pelan pipi istri nya namun Aygul belum sadar kan diri. Segera dia memanggil Atiah dengan suara keras.


Asisten setia itu berlari tergopoh - gopoh mendengar nama nya di panggil sang majikan, dia mengetuk pintu kamar Hafiz dan tak lama kemudian pintu itu terbuka setengah. Hafiz menyuruh Atiah masuk dan menunggu Aygul yang pingsan.


Setelah Atiah berada di sisi ranjang, suami siaga itu menelpon claon ipar nya yaitu dr Zein dan mengabar kan jika Aygul pingsan. Zein menyuruh sahabat nya itu tenang dan tidak panik serta menyuruh membalurkan minyak kayu putih serta memberikan aroma bau-bau an yang menyengat di hidung Aygul agar calon ibu itu sadar dari pingsan nya.


Hafiz menepuk jidat nya dengan keras dia baru ingat cara menyadarkan orang pingsan ternyata dengan cara yang di beritahu oleh Zein, padahal dia dulu pernah melakukan hal itu pada Izza saat adik nya itu pingsan karena kelelahan setelah latihan gerak jalan.


Bergegas dia menyuruh Atiah mencari minyak beroma segar itu dan setelah dia mendapatkan dari dalam nakas dengan penuh kasih sayang dia mulai membaluri dada, telapak tangan serta telapak kaki denga minyak itu. Tak lupa di bawah hidung mancung Aygul di oles kan sedikit minyak itu.


Selang beberapa saat kemudian kepala Aygul bergerak ke kanan dan ke kiri lalu dia mengerang sakit memegang kepala nya.


"Alhamdulillah Nona muda sudah sadar Mas !" seru Atiah senang.


Hafiz mengangguk membenar kan lalu dia menanyakan apa yang sekarang di rasakan istri nya itu. Aygul hanya meringis kesakitan dan memanggil manggil nama orang tua nya.


Dua wanita berbeda generasi itu merangsek masuk walaupun Hafiz belum menyuruh nya masuk. Mereka kuatir dengan keadaan Aygul yang sudah sadar.


" Kenapa menantu ku ini pingsan?" tanya Bu Hafizah dengan nada bergetar karena rasa kuatir.


Hafiz mengatakan jika Aygul baru saja melihat berita di televisi bahwa di Turkiye sedang mengalami bencana gpa bumi dasyat dan istri nya itu cemas dengam kedua orang tua nya. Izza segera mengeluarkan ponsel nya dan berselancar ke dunia maya untuk mencari informasi tentang kevalidan berita itu.


Lalu tak lama kemudian gawai nya berdering ternyata Zein menelpon nya dan meminta bicara pada Hafiz sebentar.


"Kak, Mas Zein mau bicara sebentar" lalu gadis itu menyerah kan benda pipih itu ke pada kakak nya.


"Kenapa kamu gak telpon ke hape ku saja Zein? " tanya Hafiz bingung padahal dia baru saja menelpon nya.

__ADS_1


Zein menghela nafas pelan " Hape mu tidak bisa di hubungi, coba lihat baterai nya"


Hafiz mengambil ponsel nya di atas nakas dan benar saja Hape nya tidak menyala, tadi setelah telpon dengan Zein ternyata baterai nya tinggal 5 persen saja.


"Iam sorry, ohya ada Zein?"


"Kamu tadi bilang sudah menelpon Baba dan anne tapi tidak bisa tersambung, coba saja kau hubungi Syafri atau Elief dia kan berada di Turkie juga, atau hubungi keluarga Aygul yang lain."


Hafiz menepuk jidat nya lagi, kenapa dia jadi tulalit begini ya, mungkin efek panik membuat nya lupa jika memiliki keluarga Aygul yang lain yang mungkin bisa di hubungi nya. Setelah itu Zein menyarankan Hafiz untuk menghubungi dokter kandungan Aygul untuk mengabarkan kondisi nya agar calon janin yang di kandung nya tidak terjadi apa-apa karena sang ibu dalam keadaan tertekan.


Calon bapak muda itu mengangguk setuju dan berterima kasih pada Zein atas saran nya.Dan hal pertama yang di lakukan nya adalah menghubungi Syafri. Serang kan Bu Hafizah yang seorang Bidan segera tanggap pada menantu kesayangan nya itu dengan memeriksa kondisi nya.


Kemudian dia berbagi tugas dengan anak lelaki nya itu untuk menghubungi dokter kandungan Aygul. Hafiz keluar dari kamar untuk menghubungi keluarga Aygul.


Ponsel Syafri maupun Elief tidak aktif juga. Lalu dia mencoba menghubungi Mustofa kakak kandung Aygul dan keadaan nya pun sama tidak bisa terhubung. Makin panik lah dia namun dia harus dapat menguasai diri agar istri nya tidak ikut panik dan tenang.


Hafiz menghubungi Aldo karena lelaki itu biasanya bisa memberikan ide briliant pada situasi yang genting. Dan Aldo yang saat itu sedang menyiapkan berkas gugatan untuk Mr Fang Fang ternyata menyaran kan sang atasan untuk menghubungi pihak konsulat Turki yang berada disini.


Hmmm...ada guna nya dia menggaji mahal asisten nya itu otak nya sangat ecer. Dia pun memerintah kan Aldo untuk menelpon konsulat atau kedutaan besar Turki guna mencari informasi seputar bencana gempa itu. Dan Aldo menyanggupi perintah Bos nya untuk segera datang langsung ke kantor kedutaan negara Turki.


Sembari menunggu kabar Aldo, lelaki itu masuk kembali ke.kamar untuk melihat kondisi istri nya. Dan dia lega ketika melihat Aygul sudah bisa duduk dan bersandar di kepala ranjang di apit Izza dan Ibu nya. Atiah duduk.di kursi sebelah nakas.


"Gimana Mas apa kamu bisa menghubungi Baba atau Anne?" tanya nya dengan suara bergetar.


"Belum Hunny, tapi Aldo aku suruh ke kedutaan Turki langsung saat ini, semoga dia mendapat kabar baik darisana. Sabar ya sayang" hibur Hafiz. Aygul menangis lagi karena kuatir yang memenuhi pikiran dan hati nya.


"Sayang sabar ya nak, berdoa yang banyak semoga keluarga disana dalam kondisi sehat dan selamat. Jangan menangis terus ya nak kasihan baby disini" Bu Hafizah membelai perut menantu nya dengan perasaan sayang dan prihatin

__ADS_1


Di dalam hati wanita yang masih terlihat energic di usia senja nya itu tersimpan rasa gundah dan gelisah memikir kan keselamatan besan nya yang baru saja pulang dari Indonesia. Semoga mereka semua di berikan keselamatan oleh Allah SWT doa nya dalam hati


__ADS_2