Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Atur siasat jahat


__ADS_3

Bandara Soekarno Hatta sore itu, seorang lelaki berperawakan tinggi gagah dan memiliki sorot mata tajam sedang berdiri di pintu keluar penumpang. Tangan kiri nya memakai arloji mewah buatan eropa.


Sudah lima menit dia berdiri disana namun belum ada tanda-tanda penjemput telah tiba. Beberapa menit kemudian ponselnya bergetar dia segera mengeluarkan ponsel dari tas kecil yang melekat di gesper nya.


"Haloo..Oh okay " jawabnya singkat padat pada penelpon. Kemudian dia melangkah keluar meninggalkan tempat itu. Dia berjalan ke arah pintu keluar lalu matanya melihat dua orang yang melambaikan tangan ke arahnya.


"Haloo Mr Leon how are you?" sapa lelaki itu sambil menjabat tangan lelaki yang menjemputnya.


"Iam fine thank you Mr Ismed. This is a friend who's gonna help us with our business here" kata Leon memperkenalkan wanita di samping nya.


"Nova Sir" wanita itu mengulurkan tangan pada lelaki di hadapannya itu, dia terpesona dengan ketampanan Mr Ismed yang bermata biru dan berkulit sangat putih kontras dengan warna kemeja merah yang di pakainya.


Ismed menjabat tangan Nova dengan tatapan yang dalam entah apa yang sedang di pikirkan nya namun yang pasti Leon sudah dapat membaca gelagat bahwa Ismed tertarik dengan Nova.


Mereka bertiga berjalan menuju parkiran kendaraan dan disana sudah tersedia sebuah mobil sedan keluaran Jepang yang berharga fantastis.


Leon membawa tamu nya ke hotel tempatnya menginap dia telah memesankan satu kamar istimewa untuk tamu nya. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Nova memandang wajah tampan lelaki itu.


'ini mah barang Mehong, bukan kw-kw nih. Lumayan kan kalau bisa dapatin simpatinya' batin nya sendiri sambil memandang kaca spion mobil sedan yang di tumpanginya.


Kedua lelaki itu duduk berdampingan di bangku baris kedua belakang kemudi, Nova duduk di samping driver yang serius memandang jalan raya.


Mereka berdua berinteraksi dengan bahasa Turki yang tidak di mengerti Nova sama sekali. Gadis itu sangat kesal karena tidak mengetahui rencana yang mereka susun. Mobil berjalan merambat karena jalanan sudah macet karena waktu telah menunjukkan jam makan siang.


Untung saja dia tadi makan siang dulu sebelum menjemput tamu nya. Leon lelaki blasteran Belanda Indonesia adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki beberapa usaha di Turki dan Ismed adalah lelaki asli Turki yang sedang mendapatkan tugas dari Tuan nya untuk menculik wanita yang telah menghancurkan masa depan ayah nya.


Kamu harus membawa wanita itu kembali ke Turki dalam keadaan hidup. Jangan sentuh kulitnya dengan se ujung kuku mu, jika dia cedera maka nyawa mu yang akan jadi taruhannya.


Demikian percakapan Leon dan Ismed dalam bahasa Turki yang tak di pahami oleh dua orang di depannya.


Leon manggut manggut mendengar perintah Ismed. Dia tahu harus bersikap apa terhadap perintah Tuan dari Ismed. Dia tahu Bos Ismed itu sangat berkuasa dan kejam. Apapun perintah nya harua di turuti oleh semua orang yang di intimidasinya.


Leon tersenyum dan menyanggupi perintah Ismed namun dia meminta waktu untuk mendekati, mengamati dan bertindak cepat untuk menculik mangsanya.


Ismed terkekeh mendengar pendapat Leon dengan raut wajah yang menurutnya lucu. Dia tak tahu kenapa Leon mau menerima tawaran Sang Bos padahal Leon bukan lah orang susah yang sangat membutuhkan iming-iming uang besar

__ADS_1


Entah apa yang ada di benak lelaki macho itu ketika menyanggupi perintah atasannya. Ismed meminta di perlihatkan foto sang target pada Leon.


Leon mengambil ponsel nya kemudian membuka galeri fotonya dan memperlihatlan foto seorang wanita yang sangat cantik.


Wanita itu sedang duduk di atas kursi roda dan sedang memandang ke arah lelaki yang ada di depannya.


Lalu foto kedua memperlihatkan wanita itu sedang memangku seekor kucing persia berwarna abu-abu.


Güzel bir bidada gibi


Cantik bagaikan bidadari.


Kata Ismed tak berkedip melihat foto wanita itu. Leon terkekeh dia sudah paham pasti Ismed akan mengatakan seperti itu.


Leon tersenyum miring dan mengatakan wanita itu dari dulu cantik dan sampai sekarang kecantikannya masih terjaga. Andai dia tidak melakukan kesalahannya lagi maka dia bisa menjadi pasangan wanita itu. Namun kesalahan yang di lakukannya sangat fatal dan tak bisa di toleransi wanita itu sehingga dia tega memutuskan nya kemudian pergi menghilang menolehkan luka dan dendam pada hatinya.


Nova sebenarnya sangat penasaran apa yang sedang di bicarakan dua lelaki di belakang nya itu. Namun dia tak ambil.pusing dulu yang penting nanti dia akan di bayar dollar oleh mereka.


Leon masuk ke dalam kamarnya sendiri dan dia meminta Nova untuk mengikuti Ismed di kamar sebelahnya.


Baklava...


Kemudian dia menyuruh kaki tangan nya itu mengirim kan Ke rumah wanita pujaan nya. Leon mengirim pesan pada Ismed bahwa dia akan mengajak Ismed ke kantor nya satu jam lagi karena dia ingin menunjukkan pada Ismed kerajaan bisnis nya disini.


Ismed tak terlihat lelah sama sekali walaupun telah melakukan perjalanan jauh antar benua. Tubuhnya terasa bugar karena ada vitamin segar dan montok yang menemani nya saat ini.


Dia ingin bermain-main sebentar dengan gadis bermata belok itu.Nova bukannya tak tahu maksud Ismed mengajaknya ke kamar pasti dia ingin di servis plus plus.


Sebenarnya tubuhnya belum terlalu fit untuk melakukan aktifitas panas lagi karena semalam dan pagi tadi dia baru bergelut panas dengan Leon. Tapi apa boleh buat, daya tarik Ismed lebih menarik dibanding kan kelelahan fisik nya.


Apalagi Ismed memberikan satu amplop coklat yang tebal berisi uang entah berapa rupiah yang ada di dalam nya.


.........


Kediaman Hafiz Birendra..

__ADS_1


Aygul sudah tenang karena Hafiz sudah menemani nya di rumah. Zein dan Izza masih menunggu hasil Cctv dari butik langganan Izza.


Tak lama kemudian security masuk ke dalam rumah membawa bingkisan kue yang agak besar. Security itu memberikan kotak persegi empat ke Izza.


"Non, ada kiriman buat Nyonya Aygul."


Izza menerima bingkisan itu "darimana Pak Tri?"


"Saya kurang tahu non, karena tadi kurir yang mengirim dari toko kue yang di tengah kota" jawab Pak Tri sambil ijin kembali ke pos nya karena tak enak meninggalkan pos terlalu lama.


"Oh baik lah saya antarkan ke Kakak dulu.Makasih Pak Tri"


Izza mendekati Zein dan memperlihatkan bingkisan untuk Aygul.


"Mas, tahu artinya tulisan ini?" tanya Izza iseng .


Zein menggelengkan kepala nya." Eh...kamu ya, gak boleh lho baca surat orang. Kan bukan hak kita. Ayoo segera kasih ke Kak Aygul"


Izza terkekeh dia memang sedikit iseng karena penasaran dengan tulisan yang berbahasa Turki itu. Dan Zein pun sebenarnya tidak tahu arti nya, mungkin Hafiz lebih paham isi dari selembar kartu ucapan itu.


Izza mengetuk pintu kamar Aygul dengan pelan. Dia sebenarnya tak mau mengganggu kakak iparnya namun paket tadi membuatnya penasaran.


'tok..tokk..tokk


''Ya Masuk saja " kata Hafiz dari dalam


Izza memutar handle pintu kamar dan masuk mendekati ranjang Aygul.


" ini ada paket buat Kakak." kata Izza sambil menyerahkan kotak persegi empat itu. Aygul mengernyitkan mata nya bingung karena dia tak merasa memesan sesuatu.


"From?"


"I dont know sister" jawab Izza mengedikkan bahu nya.


Aygul menerima bingkisan itu dan mengambil sepucuk kartu ucapan yang ada di atasnya.

__ADS_1


__ADS_2