Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
interogasi


__ADS_3

Pak candra menurunkan kaca mata baca nya. Beliau yang tadi nya membaca berita politik panas di negeri ini melalui aplikasi di media sosial segera memperhatikan anak sulung nya yang sedang bersedih.


Baba Farouq yang sedang menikmati secangkir teh hangat pun ikut memperhatikan penampilan si sulung itu.


"Ada apa nak? sejak makan malam tadi Ayah lihat wajah mu muram. Apa ada sesuatu yang telah terjadi? " tanya Ayah Candra menyelidik.


Hafiz makin memperlihatkan wajah sedih nya rasanya ingin sekali menangis jika tak ingat malu sebagai laki-laki dan kepala keluarga.


"Coba ceritakan masalah mu nak, saya siapa tahu Ayah atau Baba bisa membantu memecahkan permasalahan mu" sambung ayah nya lagi.


"Aygul ingin pulang dengan Baba dan Anne ke Turki, Yah" jawab nya lesu, lalu dia mulai menceritakan awal kemelut nya dengan Aygul.


Baba menarik nafas panjang, beliau ikut bersedih mendengar anak gadis nya yang putus asa dengan keadaan nya. Dia juga bingung harus mengambil sikap terhadap anak dan menantunya.

__ADS_1


Jujur dia kasihan dengan Hafis, lelaki muda itu begitu tulus mencintai anak nya. Sampai detik ini dia tak pernah melihat Hafiz bertutur kata atau berbuat kasar pada anak nya. Pun keluarga besar besan nya itu juga menerima Aygul dengan lapang dad adan penuh kasih sayang.


Mereka tak pernah menuntut kesempurnaan Aygul sebagai menantu mereka. Baba mengelus jenggotnya yang sudah panjang dan beliau belum sempat merapikan nya.


"Hafiz bingung Yah. Sikap Aygul yg belakangan ini sangat sensitif. Sering menangis tanpa sebab. Dan dia sekarang tidak percaya dengan diri nya sendiri. Bahkan dia menyuruh Hafiz mencari kebahagian Hafiz sendiri. "


Ayah menepuk pundak anak nya. Terus terang ini masalah baru untuk keluarga nya. Selama ini tak pernah ada permasalahan di keluarga nya. Kedua anaknya bukan type pembuat onar.


Karena tak ingin terlarut dengan masalah yang membuat pikiran pusing, Ayah mengajak Baba dan Hafiz untuk menemui Aygul. Beliau akan mencoba memberikan saran dan nasihat bijak agar Aygul mau merubah keputusan nya.


Ibu yang sedang mempersiapkan baju untuk Persipaan dinas nya menghentikan kegiatan nya lalu keluar menemui suaminya.


Ayah menjelaskan secara inti permasalahan anak nya. Mereka berempat masuk ke kamar Hafiz. Dan mereka melihat Ane sedang menyuapi obat Aygul.

__ADS_1


Ibu tersenyum melihat menantunya yang sedang meminum kapsul dari dokter. Tiba - tiba hatinya mencelos mengingat kesedihan Aygul


Dia teringat dengan Izza si bungsu yang satu bulan lagi akan menjadi milik lelaki lain. Semoga kebahagiaan Izza bisa menular untuk Hafiz dan Aygul.


"Aygul are you Okay Dear? " Sapa Ibu lembut. Ibu mengambil tempat duduk di tepi ranjang.


"Iya Ibu, saya baik -baik saja. Maaf Aygul tak bisa ikut makan malam karena masih kenyang"


"Tak apa-apa sayang. Tapi Aygul baik-baik saja kan nak? " tanya ibu lagi


Aygul mengangguk kan kepalanya dengan pelan. Tiba-tiba Aygul terisak lagi. Dia kembali cengeng ketika berhadapan dengan mertua nya yang baik.


Bapak Ibu Candra yang sudah mengerti duduk permasalahan mereka akhirnya membuka suara.

__ADS_1


"Aygul kenapa ingin pulang ke Turki? Apa Aygul tidak kerasan tinggal disini? Apakah ada yang menyinggung perasaan kamu nak? Atau kau Hafiz telah menyakiti mu? "


__ADS_2