Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
kerjasama penjahat


__ADS_3

Tangan Aygul bergetar hebat seperti tremor.Tiba-tiba saja kaki nya terasa lemas dan tak berdaya. Izza melihat kecemasan pada raut wajah Kakak iparnya dan seperti mengalami kepanikan. Dia memberi isyarat pada Zein untuk menelpon kan Hafiz.


Izza menggenggam tangan Aygul dengan erat seolah memberi kekuatan mental dan memberi mengajak nya mengambil nafas panjang untuk memberikan oxygen pada rongga paru-paru nya.


Athia memberikan segelas air mineral yang tadi di suruh Zein. Sebenarnya Aygul hanya mengalami traumatic saja. Izza mendorong kursi roda Aygul menuju kamar tidurnya agar kakak iparnya itu bisa beristirahat dengan tenang dan leluasa.


Dia menemani Aygul di kamar sedang kan Zein menunggu Hafiz di ruang tamu. Tadi calon kakak ipar nya itu meminta nomer kontak butik tempat Izza mengambil kebaya, dia akan menyuruh Aldo untuk menyelidiki lebih lanjut dan dia sekarang dalam perjalanan pulang ke rumah. Dia jadi kepikiran dengan kondisi psikis istrinya setelah mendengar penjelasan Zein dari telpon.


"Izza tolong jangan ceritakan pada Ibu, aku tak mau beliau kuatir" pinta Aygul apda adiknya.


"Baik Kak, tapi kakak jangan cemas ya karena akan mengganggu kesehatan kakak yang mulai pulih" jawab Izza lembut. Aygul tersenyum tipis.


"Iya aku berusaha menghilangkan trauma ini, tapi aku belum mampu melupakan kejadian di jurang itu." Izza sangat prihatin dengan kejadian yang di alami iparnya itu.


Aygup telah berpindah ke ranjang nya di bantu oleh Izza. Dia bersandar pada kepala ranjang dengan bantal di punggung nya. Ibu ada di rumah sebelah mungkin sedang menyelesaikan beberapa tugas kantornya yang tertunda sedang kan Ayah sudah berangkat ke kantor bersama Hafiz.


****


Di jalan raya yang padat sebuah mobil mercy berwarna hitam metalik berjalan perlahan. Seorang pemuda tampan dan gagah terlihat berkali-kali melakukan panggilan telepon dan melakukan pembicaraan dari bangku kedua kemudinya.


"Do ! Kamu sudah dapat kabar dari pemilik butik tentang cctv itu?" tanya Hafiz pada lelaki yang sedang mengemudikan mobil mewah itu.


" Belum Pak, mereka menyuruh kita menunggu Si bos yang datang agak sore" jawab Aldo.


"Ckk...lama kali Do!" dengus Hafiz kesal. Aldo tak berani menjawab lagu dia tak mau menambah kesal atasan nya.

__ADS_1


"Oke kita tunggu sampai pemiliknya datang, Lebih cepat speed nya Do! Kasihan Ayggul ketakutan di rumah"


Lelaki itu mengangguk kan kepala tanpa berkata apapun. Saat ini dia sangat memahami kegelisahan sang atasan dan dia akan berusaha secepatnya membawa kereta besi ini sampai ke rumah.


Di suatu kamar presiden suite di hotel bintang lima di Jakarta seorang lelaki bermanik mata hazel sedang menyesap segelas wine di tangam kanan nya sedang kan tangan kiri nya membelai rambut hitam seorang wanita yang sedang bersandar di bahu bidang nya.


Kedua orang berlainan jenis itu telah selesai bertempur melampiaskan hasrat dan nafsu nya sejak semalam. Pakaian berserakan di bawah ranjang empuk dan alat kontrasepsi laki-laki pun berceceran di lantai.


Sang wanita tampaknya sangat kelelahan akibat permainan ranjang panas mereka berdua. Tangan nya terus memainkan bulu halus di dada lelaku itu. Sambil sesekali dia mencium nya dan membuat hasrat lelaki itu bangkit lagi.


Tangan kekar lelaki itu meletakkan gelas wine nya dan mulai mengangkat tubuh wanita nya ke atas ranjang. Di hempaskannya tubuh molek tanpa sehelai benang itu ke atas ranjang empuk dan langsung menghujani wanita itu dengan cium.an yang sangat ganas.


Suara ******* saling bersahutan mengiringi kegiatan panas di dalam kamar yang bersuhu AC 16 derajat celcius itu. Gadis itu berkali-kali menggelepar mencapai kenikmatan nafsu yang sesaat hingga akhirnya satu jam berlalu mereka berdua roboh bermandi peluh dan terbaring polos berpelukan.


Lelaki itu tersenyum miring melihat lawan tempurnya meringkuk kelelahan. Cepat-cepat dia berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan sekutu nya. Baru tadi malam dia landing di Bandara Internasional dan langsung di jemput oleh anak buah nya di bandara.


Cinta yang bertepuk sebelah tangan dan perasaan di abaikan membuat nya semakin tertantang dan mendendam lama.


Bunyi gemericik air hangat dari.shower di kamar mandi terdengar dari luar dan wanita yang tadi bergelut dengan lelaki tampan itu belum terjaga dari tidurnya. Dia kelelahan melayani hasrat buas tamu nya. Sejak semalam dia sudah menjadi bulan-bulanan di ranjang empuk itu.


Badan nya sudah segar dan stamina nya kembali pulih setelah keluar dari kamar mandi. Dan dengan hanya menggunakan handuk putih tebal yang melilit di pinggang nya dia berjalan ke arah koper nya yang masih terkunci. Lalu dia segera menekan angka rahasia untuk keypass nya. Dia mengambil kaos polo warna Navy dan celana jeans warna senada. Tak lupa parfum favoritnya yang bernilai jutaan rupiah itu di semprotkan ke seluruh tubuh kekarnya.


Bau maskulin segar menguar ke udara dan wanita itu masih tetap di posisi nya yang meringkuk dengan tubuh polosnya yang bergelung di dalam selimut empuk.


Lelaki itu mengambil sepuluh lembaran uang merah yang masih baru yang berada di atas amplop coklat di dalam koper. Uang itu di taruh di atas nakas. Kemudian dia bersiap memakai jaket kulit warna coklat. Penampilannya sudah sangat maskulin dan gagah.

__ADS_1


"Hey..bangun lah sudah waktu nya kita pergi !" kata Lelaki itu sambil menepuk pantat wanita itu.


Wanita itu menggeliatkan tubuhnya yang terasa remuk redam tak bertulang. Tiba-tiba dia bangun dan segera ke kamar mandi. Saat sang wanita sedang membersihkan diri, lelaki itu memesan makan siang nya melalui room service. Dia akan makan siang ini di dalam kamar untuk mempercepat waktunya.


Beberapa saat kemudian makanan telah datang beberapa menu western food telah terhidang di meja. Setelah room aervice keluar kamar wanita berkulit kuning langsat itu keluar memakai handuk yang melilit di dada nya.


Air liur nya terbit melihat beberapa makanan yang asapnya masih mengepul. Sejak pagi perutnya hanya terisi setangkup sanwich dan segelas susu madu. Padahal tenaga nya membutuhkan banyak kalori saat ini karena habis di ruda paksa yang menyenangkan oleh patnernya.


"Cepat lah waktu kita hanya 30 menit lagi!"


Wanita itu bergegas memakai pakaian nya, dres warna biru tua tanpa lengan di padu celana jeans pensil pres body yang menggambarkan lekuk tubuhnya yang montok.


Tak lama kemudian dia telah duduk di depan lelaki tampan itu.


"Makan lah !" lelaki itu memberikan piring yang ada di depan nya. Dengan cepat wanita itu mengambil sedikit nasi dan beberapa lauk yang menggugah seleranya. Seperti tak makan dua hari dia terus mengunyah makanan dengan lahap dari piring nya.


Tak tampak lagi keanggunan di wajah cantiknya. Lelaki itu menggelengkan kepala melihat cara makan wanita di depan nya.


Untung saja kamu bisa aku manfaatkan dan kamu cantik, kalau tidak sudah ku buang kamu ke jalanan lagi'


batin nya sendiri sambil menyudahi makanan nya. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi dan segera dia melihat layar ponselnya dan melihat siapa yang menelpon nya.


Wajah nya tiba-tiba tegang dan dia segera menggeser layar teleponnya. Dan berdiri menjauhi wanita itu.


Dia menggunakan bahasa Turki ketika sedang bercakap cakap dengan lawan bicara nya. Walaupun tidak begitu fasih namun dia masih mengerti perkataan lawan bicara nya.

__ADS_1


Setelah menutup telpon nya dia kembali lagi ke sofa tempat mereka makan. Cukup lima belas menit mereka menikmati makan siang dan segera pergi meninggal kan hotel untuk menuju ke bandara karena mereka akan menjemput seseorang yang akan menawarkan kerjasama yang menguntungkan mereka.


__ADS_2