
Nova alias Dewi melemparkan tas nya ke atas ranjang, lalu dia mulai menghempaskan tubuh nya di ranjang Queen size nya. Hati nya kesal setelah menerima telpon dari Leon. Lelaki itu seolah tak puas menikmati tubuhnya dalam beberapa hari yang lalu bahkan dia tak sempat untuk merawat tubuh nya yang setiap hari di 'pakai' oleh Leon.
Busyet !!
Dasar Sial !!
Kalau aku tahu akan di peralat tiap hari oleh nya, aku tak akan mau menerima uang dari nya. Di kira aku robot apa yang tak punya rasa lelah dan kesakitan jika harus melayani nya sehari semalam suntuk bahkan aku harus menahan lapar karena aku harus siap sedia membuka pa-ha jika hasrat lelaki itu bangkit.
Sial !!
Sial !!
Mata nya berembun lalu tak lama kemudian isaknya mulai terdengar, dia menangis, sambil melepaskan pakaian nya satu persatu untuk dia ganti kan dengan daster tipis nya yang bertali satu.
Daster berwarna merah maroon itu sudah melekat pada tubuhnya yang sintal lalu dia segera berjalan ke arah meja rias dan mulai duduk di atas kursi nya.
Di keluarkan nya perlengkapan perawatan skin care nya dari dalam laci meja rias. Malam ini dia memang sengaja tidak mandi karena tubuhnya terasa demam mungkin karena infeksi di **** ***** nya.
__ADS_1
Tangan nya dengan lincah mengusap kapas putih untuk membersuhjan wajah nya dari sisa make up dan membersihkan bibirnya dari lipstik yang berwarna merah menyala. Lalu di gulungkan rambutnya ke arah atas dengan rol rambut yang berjumlah enam biji itu.
Dia memang rajin merawat wajah dan bentuk tubuhnya agar terlihat selalu fresh dan glowing sehingga menarik orang yang memandang nya.
Tangan nya menyusuri setiap inchi wajah nya dengan kapas yang telah di basahi dengan milk cleanser lalu bergantian dengan di semprotkan nya cairan ke seluruh wajah nya. Tak lama kemudian dia mengambil sebuah botol serum berpipet yang berukuran kecil. Dia mengeluarkan isi serum itu dan mengoleskan rata keseluruh wajahnya.
Seluruh rangkaian skin care perawatan wajah yang di beli nya dari sebuah klinik perawatan kulit yang terkenal di kota ini telah selesai di olekan ke seluruh wajah dan tubuhnya.
Untuk urusan merawat wajah dan tubuh nya dia memang sangat rajin dan tak pernah malas karena kedua aset pribadinya itu telah menjadi modalnya untuk mendapatkan uang besar secara instan dan dia telah bertekad akan mengumpulkan uang sebanyak-banyak nya untuk mencapai satu tujuan dalam hidup nya, yaitu ingin merebut sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya dan sesuatu itu telah di rampas oleh orang tua kandung nya sendiri selama bertahun-tahun yang lalu.
Setelah menyelesaikan ritual nya sebelum tidur dia mulai mengganti cahaya lampu yang tadi nya menyala terang menjadi redup temaram.
Mata nya terpejam namun hatinya tak dapat di bohongi untuk segera tidur. Pikiran nya mengembara lagi mengingat kejadian yang telah di lalui nya bertahun-tahun yang lalu. Saat itu dia masih memakai seragam putih abu-abu dan masih duduk di bangku kelas 2.
Hari-hari cerianya di sekolah sebagai gadis idola dan murid teladan mendadak berubah menjadi gadis yang di cemoh dan di jauhi karena satu peristiwa besar yang telah membuat nya kehilangan masa depan nya.
Air matanya menetes mengingat peristiwa yang telah berlalu bertahun tahun itu, peristiwa yang membuatnya dendam pada seorang lelaki bernama Kevin. Lelaki yang telah memberinya luka dan derita kelak.
__ADS_1
Andaikan saat itu dia mendengar nasehat Mama nya untuk menjauhi Kevin maka semua itu tak akan terjadi. Kevin adalah seorang mahasiswa kakak kandung Bianca teman sekolah nya. Bianca dan Dewi adalah dua orang gadis remaja yang saling bersaing sudah lama mereka bersaing dalam hal apa pun.
Dewi yang lugu dan pandai selalu menjadi pujian para guru di sekolah nya. Pun dengan Bianca yang juga pandai namun selalu di bawah peringkat Dewi. Kecantikan Dewi yang seperti menghipnotis para siswa lelaki di sekolah nya membuat Bianca kesal. Apalagi Hans seorang cowok tampan kapten dari Tim Basket di sekolah nya terlihat menaruh simpati pada Dewi.
Bianca yang memang terlihat jelas menaruh hati pada Hans jelas meradang ketika melihat cowok itu rela melepaskan jaket nya ketika hujan deras untuk melindungi tubuh Dewi yang kedinginan saat pulang sekolah dan mereka berteduh di parkiran sekolah.
Sejak itu Hans mulai terlihat sering jalan dengan Dewi. Mereka berdua mulai terbiasa bersama. Karena Dewi dan Hans memang anggota OSIS dan satu jurusan arah pulang membuat mereka akhirnya makin akrab.
Sebenarnya diam-diam Dewi memang mengagumi Hans namun dia tak berani mendekati Hans karena dia tahu cowok seperti Hans tidak mudah di dekati dan terkesan cuek serta dingin. Padahal asli nya Hans juga memiliki perasaan yang sama pada Dewi.
Mereka akhirnya saling mengagumi dalam diam tanpa berani mengungkapkan perasaan masing-masing. Hingga membuat Bianca makin marah dan teeobsesi untuj menaklukkan Habs dan membuat mereka berdua menjauh.
Entah apa yang ada di pikiran gadis itu ketika dia membuat Dewi kehilangan rasa kagum nya pada Hans. Suatu hari dia menjebak Hans di depan mata Dewi, cowok itu seolah-olah hendak mencium Bianca saat ada acara Pensi di sekolahnya.
Sebenarnya saat itu Hans akan menyatakan cinta pada Dewi namun sebelum dia menyatakan perasaan nya dia telah masuk dalam perangkap Bianca. Saat itu Bianca pura-pura pingsan di depan Hans dan beberapa teman wanita nya. Mereka memang sepakat berpura-pura panik dan meminta Hans untuk membawa Bianca ke UKS.
Salah satu gank komplotan Bianca akan bertugas untuk memancing Dewi ke UKS agar bisa melihat aksi Bianca menggoda Hans.
__ADS_1
Dan benar saja saat Dewi berhasip di bawa ke UKS dia melihat Hans dalam posisi seperti hendak mencium bibir Bianca dan saat itu juga dia berlari meninggalkan UkS dengan berlinang air mata.
Sejak saat itu dia mulai menghindari Hans dan masuk lah Kevin mendekati nya. Dia mulai terlena dengan Kevin hingga suatu hari dia terjebak dengan ulah Bianca. Dia di beri obat perangsang yang membuat nya tidur dengan Kevin di saat pesta perpisahan kelas 3. Alhasil Dewi hamil dan orang tua nya malu setengah mati. Mereka berusaha menggugurkan kandungan Dewi