
Sebelum melahirkan sang Ibu berusaha membujuk Dewi untuk menitipkan bayi itu pada panti asuhan agar Dewi bisa melanjutkan sekolah nya lagi hingga perguruan tinggi,kelak jika Dewi sudah selesai sekolah dan berhasil menjadi orang sukses Dewi bisa mengambil anak nya itu kembali.
Karena bujukan dari kedua orang tua dan kakaknya membuat Dewi merelakan anaknya yang baru berumur satu minggu itu berada di bawah asuhan sebuah panti yatim piatu yang berada di luar kota.
Dengan penuh kesedihan dan patah hati yang dalam Dewi melepaskan kepergian sang anak untuk di urus di sebuah panti asuhan yang telah di tunjuk ayahnya.
Sebelum putri nya berpindah tangan dia sempat memberikan ASI eksklusif nya dan menciumi seluruh bagian tubuh anak bayi nya yang selama sembilan bulan itu menemani hidup nya. Dia mengingat wajah mungil itu beserta tanda lahirnya, jika kelak dia telah menjadi seorang wanita karir dia berjanji akan menjemput putrinya itu pulang dan tinggal bersama nya.
-----
Bram dan Aygul masih dalam suasana hati yang bahagia mereka berencana mengabarkan pada seluruh anggota keluarga nya tentang berita kehamilan Aygul termasuk pada Kedua orang tua Aygul di Turkie dan pasti mereka akan sangat bahagia mendengar kabar gembira itu. Apa yang tak mungkin bagi manusia akan menjadi mungkin jika Allah SWT telah berkehendak.
Kun Fayakun..
Tentu saja kabar bahagia itu membuat Baba dan Anne ingin sekali terbang lagi ke Indonesia namun apa daya urusan mereka disana masih belum selesai sehingga mereka hanya berharap nanti saat Izza dan zein menikah mereka bisa datang ke Indonesia lagi dan menunggui putri mereka selama masa kehamilan nya.
Dr Zainab telah menerima kabar gembira itu dari Zein, beliau turut merasakan bahagia dengan kehamilan Aygul namun dia berharap Aygul tidak patah semangat untuk sembuh dan tetap melatih kaki nya berjalan.
__ADS_1
Pagi ini hari penentuan perusahaan Hafiz untuk bekerja sama dengan perusahaanR Fang fang. Dia tak mau lagi berurusan dengan lelaki licik itu. Dia sendiri yang akan turun tangan menyampaikan hasil keputusan meeting dengan para staf managerialnya beberapa hari yang lalu.
Aldo dan beberapa staf yabg lain sudah siap di ruang meeting menunggu kedatangan Hafiz dan Mr Fangfang.
Tepat pukul 08.30 wib Sosok tubuh atletis Hafiz sudah terlihat di depan pintu kaca ruang meeting. Dengan memakai Jas berwarna Biru donker dan kemeja biru laut menambah kewibawaan nya sebagai seorang pimpinan perusahaan.
Semua staf nya berdiri menghormati kedatangan nya lalu setelah itu Hafiz mempersilahkan mereka duduk dan memulai meeting sebelum Mr Fangfang yang di jadwalkan datang pada pukul 10.00 wib datang.
Mereka serius membahas hasil final meeting yang ending nya nanti pasti akan mempengaruhi maju dan mundur nya perusahaan ini. Namun mereka tetap optimis jika pimpinan mereka akan dapat mengatasi masalah ini.
Lepas pukul 09.30 wib meeting mereka telah selesai dan tinggal mereka menunggu kedatangan Mr Fangfang bersama kroni nya. Dan setengah jam kemudian lelaki berperawakan tambun itu sudah tampak berjalan bersama dengan kedua asisten nya.
Setelah mempersilahkan tamu nya duduk di tempat yang telah di sediakan, Aldo sebagai tangan kanan Hafiz membuka percakapan untuk menyambut tamu nya. Sesekali mata Dewi melirik ke arah asisten Hafiz yang gagah itu. Pesona Aldo sesikit banyak telah mencuri perhatiannya.
Tiba lah giliran Hafiz mengambil alih pembicaraan, dia pun dengan tenang menyampaikan penolakan kerja sama dengan pihak Mr Fangfang,karena dia keberatan dengan fee yang telah di minta pihak lawan nya.
Wajah Mr Fangfang tampak tak terima dan dia telah menyuruh Frans asisten nya untuk membuka surat perjanjian awal mereka, jika Hafiz menolak maka perusahaan nya akan mengalami kerugian besar karena pinalti dari nya.
__ADS_1
Setelah Mr Fangfang menyampaikan semua isi surat perjanjian nya tiba giliran Hafiz meminta Aldo untuk membuka isi surat perjanjian yang telah mereka sepakati dan memberikan lingkaran pada point yang tidak di sebutkan oleh Mr Fangfang. Yang intinya jika Mr Fangfang telah merubah isi perjanjian tanpa persetujuan kedua belah pihak maka surat perjanjian pertama akan gugur dengan sendirinya selain itu pinalti sebesar 5 Milyar pun akan segera mengenai perusahaan Mr Fangfang.
Wajah Mr Fangfang terlihat pucat pasi membaca slide demi slide yang di tampilkan di layar proyektor kantor ini. Suasana ruangan tiba-tiba hening lalu Frans membisik kan sesuatu pada bos nya, dan membuat si tambun itu mengangguk kan kepala.Dia tak menyangka akan mendapatkan serangan telak disini.
Usaha nya untuk menjatuhkan Hafiz disini sudah di pastikan akan gagal dan dia terancam mendapatkan pinalti dan itu akan membuat perusahaan nya mengalami kerugian besar. Hal ini tidak bisa di biarkan begitu saja dia harus memutar otak nya agar dia bisa mendapatkan belas kasihan Hafiz. Memang belut seperti Fangfang ini penuh intrik,saat kalah dia akan berusaha membuat lawan nya iba namun saat dia di atas dia akan semena-mena menghancurkan.
Gestur tubuh Dewi yang tak bisa diam duduk di kursi nya karena menahan gatal membuat ekor mata Aldo menatapnya dari seberang meja.Dia heran dengan sikap gadis itu yang tidak seperti biasanya tenang dan penuh senyum.
Mata Hafiz pun tak sengaja melihat kegelisahan wajah Dewi dan benar saja tak lama kemudian gadis itu sudah pamit untuk ke rest room. Dengan sedikit tergesa-geda dia berjalan meninggalkan ruang meeting tangannya sudah ingin sekali menggaruk area intimnya yang sudah mulai gatal.
Sesampai nya di depan rest room dia segera masuk dan segera mengunci pintu kamar mandi lalu tangan nya segera membuka ****** ***** berwarna hitam itu dan segera menggaruk dengan cepat area inti nya yang sudah terasa gatal sejak tadi. Ada rasa lega ketika selesai menggaruk nya namun ada rasa perih juga ketika kulit are intinya terkelupas karena kuku nya.
Karena tak bisa menahan gatal tadi dia mengabaikan nasehat dokter agar tidak menggaruk area intinya jika sedang gatal karena akan menimbulkan infeksi pada kulitnya. Yang penting saat ini dia bisa lega bisa mengurangi rasa gatalnya. Menyesal sekali tadi dia lupa membubuhkan salep gatal dari sang dokter.
Saat ini dia berharap meeting segera selesai dan dia bisa langsung pulang ke apartemen nya untuk segera mengobati penyakitnya.
Setelah selesai menuntaskan hajadnya di kamar mandi Dewi segera keluar menuju ruang meeting lagi dan kemudian dia kembali menempati kursinya tadi.
__ADS_1
Perdebatan sengit antara Frans dan Aldo tentang perjanjian itu membuatnya kesal karena dia akan lebih lama lagi tertahan disini kalau saja dalam situasi normal dan kondisi tubuhnya fit dia akan senang berlama-lama disini karena dia akan puas memandang wajah Hafiz lelaki yang sangat di cintainya itu.
Hafiz segera memutuskan meeting itu dengan pembatalan kontrak kerjasama dengam perusahaan dari Singapore itu. Dan dia juga memerintahkan Aldo beserta staf legalnya untuk segera membuat somasi pada perusahaan Mr Fangfang. Saat ini sikap tegas harus di terapkan nya agar perusahaannya tidak di pandang rendah oleh orang lain terutama dari perusahaan asingm