
Dewi menangis getir, mengingat kejadian 6 tahun yang lalu. Saat itu dia benar-benar putus asa dan ingin bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangan nya di dalam kamar mandi di rumah nya. Bagaimana tidak putus asa dengan kondisi nya yang sudah sangat memprihatinkan.
Dia hamil di saat akan naik kelas 3 SMA. Angan nya menerawang jauh saat mengingat kejadian yang merengut kesucian nya. Saat itu mereka akan mengadakan pesta perpisahan kakak kelas 3 yang telah menyelesaikan ujian akhir dan di nyatakan lulus semua.
Dewi sebagai salah satu anggota OSIS bersama teman- teman nya mempersiapkan acara mulai dari pagi sampai sore hari di sekolah. Dan saat acara di gelar tubuh nya terasa sangat lelah luar biasa dan ada rasa panas serta aneh yang membuatnya berkeringat lebih seolah-olah dia merasakan ada sesuatu yang entah tak di ketahui nama nya namun sungguh meletup-letup ingin mencari pelepasan.
Hingga dia pamit pada teman-teman nya untuk beristirahat di ruang OSIS. Karena ingin meredakan gemuruh perasaan aneh nya dengan cara tidur sebentar.
Pesta yang akan di mulai satu jam lagi membuat Dewi harus benar-benar mempersiapkan kondisi tubuhnya agar sehat dan bugar agar dia bisa mengikuti acara perpisahan kakak kelas nya itu dari awal hingga akhir. Karena itu waktu satu jam itu di manfaatkan nya untuk istirahat sejenak di ruangan.
Semua anggota OSIS berada di lapangan basket yang telah di sulap menjadi panggung raksasa untuk pelepasan siswa kelas 3. Panggung yang berdiri megah dan kokoh itu akan di buat sebagai panggung untuk menampilkan kebolehan para siswa siswi di bidang kesenian.
Saat mata Dewi hendak terlelap pintu ruangan OSIS di ketuk dari luar dan dengan terpaksa Dewi membuka kan pintu itu dan melihat seorang teman nya datang.
"Lho Dew? Kamu ngapain menyendiri disini?" tanya nya heran melihat Dewi hanya berdiam diri di ruangan.
"Hey iya Rin aku lagi istirahat capek banget dari tadi pagi aku dekorasi panggung sama mondar mandir cari perlengkapan. Pengen ngelempengin punggung dulu" jawab nya sambil menghempaskan pantat nya di bangku kayu yang ada di ruangan berukuran 4x4cm itu.
"Oh ya sudah, aku mau ambil buku absensi aja. Kamu gak takut sendirian disini? " tanya Rina sambil tangan nya mencari buku absen di dalam lemari kabinet.
"Takut apaan sih? Gak ada apa-apa juga. Aku pengen tidur sebentar aja, ntar satu jam lagi aku mau ke back stage mau nge cek lagi persiapan akhir, udah jangan ganggu aku ya !" jawab Dewi mulai merebahkan badan nya di sofa hitam yang ada di ruangan itu juga.
Rina mengangguk kan kepala saja lalu tetap mencari buku absensi seluruh murid kelas 3 karena nanti akan ada penyerahan cindera mata dari sekolah untuk para siswa nya. Setelah mendapatkan benda yang di cari nya Rina segera menutup pintu lemari kabinet dan beranjak keluar ruangan.
Rina melihat Dewi sudah terlelap di buai mimpi. Mungkin kecapekan sekali gadis ini batin nya iba. Kemudian Rina menutup pintu ruang OSIS dari luar namun dia tidak mengunci karena kunci ada di balik pintu menggantung disana.
Dia berpikir kasihan jika harus berpamitan pada Dewi karena itu Rina tidak membangunkan nya karena gadis itu baru saja terlelap. Dan dia juga tidak berpikiran akan ada hal buruk yang akan menimpa teman nya itu.
Setelah Rina pergi menjauh dari ruangan OSIS terlihat sebuah bayangan yang berkelebat dari balik dinding Lab.Kimia yang berada di sebelah ruang itu menuju ruang tempat Dewi tertidur.
__ADS_1
Tap..tap..tap..
Suara sepatu seseorang yang sedang mengendap-endap menuju ke ruang OSIS. Dia melihat ke kiri dan ke kanan situasi di sekeliling ruangan yang sepi. Aman ! Pikirnya senang. Memang saat itu semua anggota OSIS dan para guru sedang sibuk di Aula untuk mempersiapkan acara malam perpisahan sehingga ruang OSIS yang berada jauh dari aula tak mendapatkan perhatian dari mereka.
Hingar bingar musik yang sedang di stel melalui pengeras suara memecah keheningan malam di sekolah. Rina sudah bergabung dengan rekan-rekan nya di Aula sambil mempersiapkan kostum untuk pengisi acara pentas seni itu.
Ceklek ...
Pintu ruang OSIS di buka dari luar..
Hmmm...ternyata aku tak usah bekerja keras membuka pintu ini dasar ceroboh ! Batin seorang lelaki yang sengaja masuk ke dalam ruangan.
Lalu dia menutup pintu dan mengunci nya dari dalam ruangan. Mata nya menyapu seluruh ruangan dan tatkala ujung indra penglihatannya melihat sesosok tubuh perempuan yang memakai pakaian yang bagian bawah nya tersingkap membuat nya menelan ludah yang hampir keluar dari kerongkongan nya.
Gila !! ceroboh sekali gadis ini kalau tidur !!
Hmmm....aku harus mulai rencana ini secepatnya agar tidak ketahuan orang lain.
Jakun lelaki itu naik turun melihat pemandangan yang menggiurkan nya sebagai lelaki normal dan sedang dalam keadaan on.
" Nova...Nov...sttt....bangun !" tepuknya pelan pada paha mulus Dewi. Darah nya berdesir kencang dan seketika membuat si junior nya berdiri hormat.
Dewi tak bergeming dia tetap terlelap dalam mimpinya dia sedanh bergelut dengan se ekor gajah yang yang belalai nya melilit kedua kaki nya. Dia berusaha menendang gajah itu namun tubuhnya yang kecil itu tak mampu menahan himpitan gajah yang sedang dalam keadaan marah.
Tiba-tiba dia merasakan kesakitan di bagian bawah tubuh intinya, kaki nya meronta-ronta dan berusaha menendang himpitan beban berat di atas tubuhnya. Mata Dewi seketika terbuka ketika dia merasakan leher nya seperti ada yang menciumi nya.
Arrrgggghhh.....!!!
Huft' teriakan Dewi terdengar kencang namun mulutnya segera di sumpal dengan bibir orang yang ada di atas nya.
__ADS_1
Mata nya terbelalak ketika sadar ternyata tubuhnya sedang di tindih oleh lelaki yang sangat di kenalnya dan baru beberapa saat lalu bercanda dengan nya di sudut panggung.
"Tolong....tolong...Hentikan !" suaranya mengiba dan air matanya menetes tak tertahan kan. Tangan nya memukul-pukul dada lelaki itu. Namun lelaki itu semakin beringas dan makin mempercepat laju gerakan nya memompa tubuh Dewi dari atas dengan keringat yang membanjiri tubuhnya yang kekar.
"Sttt.....percuna kamu berteriak. Tak akan ada yang mendengar karena saat ini mereka semua sedang bersenang-senang di luar, sudah santai dan nikmati saja permainan kita. Aku akan melakukan dengan lembut" katanya sambil menyerigai penuh nafsu.
Baju Dewi sudah berserakan di atas lantai dan lelaki itu juga sudah dalam keadaan toplea alias tak memakai sehelai benang pun di tubuh nya.
Karena tubuh lelaki itu lebih besar dan tenaga nya lebih kuat maka Dewi hanya bisa pasrah menerima nasib nya di ruda paksa lelaki itu. Makin lama bukan kesakitan yang di rasakan nya melain kan rasa nikmat dengan sensasi yang luar biasa enak baru di rasakan nya.
Antara hati dan mulut nya sekarang tidak sinkron lagi. Mulutnya mengatakan hentikan namun hatinya menginginkan lebih. Tanpa sadar mulutnya mendesis karena merasakan sensasi yang tak pernah dia rasakan sebelumnya
Entah sudah berapa lama Lelaki itu melakukan perbuatan hina itu dengan gadis polos yang sudah tidak polos lagi sekarang. Hingga akhirnya dia menyudahi kegiatan nya karena sudah merasakan ******* kenikmatan bersama Dewi.
Tubuhnya ambruk keatas tubuh Dewi yang sudah terasa remuk redam. Air mata Dewi meluncur lagi dan dia mendorong tubuh lelaki itu ke samping nya hingga terjatuh ke lantai.
"Kurang ajar kamu Kak ! Kamu sudah memperkosa aku ! Hiks..hiks..hiks" tangisnya pecah lagi mengingat perbuatan lelaki itu yang ternyata Kevin yang sejak tadi sore telah memberinya minuman yang bercampur obat perangsang yang membuatnya mengantuk dan lelah.
Dewi tersentak ketika mengingat tadi sebelum rasa kantuknya datang, dia telah meminum es kopi yang di berikan Kevin tadi sore. Memang Kevin sejak tadi siang mengantarnya ke sekolah dan menunggui nya beraktifitas hingga memberikan sebuah minuman kopi kesukaan nya.
Kevin terlihat sudah mendengkur dengan pulas nya setelah melampiaskan nafsunya pada Dewi. Dan gadis itu mulai memakai pakaian nya dengan tergesa-gesa karena takut ketahuan rekan OSIS dan guru-gurunya.
Dia memukul tubuh Kevin dengan penggaris besi yang tergeletak di atas meja. Kevin yang dalam keadaan masih setengah sadar pun mengaduh kesakitan karena Dewi memukulnya dengan keras.
"Cepat pakai pakaian mu dan pergi darisini! Aku akan bikin perhitungan dengan mu di luar !" Ancam Dewi sambil melemparkan pakaian Kevin ke wajah nya yang terlihat masih mengantuk.
Dengan seringai nya yang mesum Kevin mulai memakai pakaian nya lalu Dewi melihat Sofa yang di pakai nya tidur tadi ada bercak darah nya. Dewi memukul lagi tubuh Kevin dengan penggaris besi seperti kesetanan.
Kevin mengaduh lalu menangkap tangan kanan Dewi yang memegang penggaris itu dan memelintirnya ke belakang.
__ADS_1
"Jangan bikin gaduh disini kalau kau tak ingin malu ! Ayo keluar darisini !" ancam Kevin sambil membisik kan kalimat itu di telinga Dewi. Lalu menarik tangan nya keluar ruang OSIS.