
Setelah pasien kedua keluar dari ruang peeriksaan, giliran nama Aygul di panggil oleh perawat yang bertugas memanggil nama pasien.
Di dalam ruangan kerja nya dr Ratih membaca nama pasien nya dengan alis berkerut. Dia merasa nama pasiennya sangat langka dan tidak familiar untuk nama orang Indonesia.
Aygul Dilara Burcu..
Aygul Dilara Burcu, status telat mens 14 hari hari. Dr Ratih belum menyadari jika Aygul adalah menantu Hafsah. Dia baru terlihat syok ketika melihat Hafsah dan Hafiz masuk ke ruangan nya sambil mendorong kursi roda otomatis itu.
"Assalamualaikum adikku sayang,cantik"sapa Ibu sambil merentangkan kedua tangan untuk merengkuh dr Ratih.
Dr Ratih tersenyum dan mulai memeluk kakak angkatnya itu dengan erat.
"Waalaikum salam..alhamdulillah selalu sehat..wah kak kangen juga "jawab dr Ratih lugas dia kemudian meminda wajah Hafiz dan aygul bersamaan.
"Hafiz..ini anak ganteng Bunda kah?"sapa dr Ratih penuh selidik pada dr Ratih, lalu Hafiz mengambil tangan kanan wanita ber hijab marun itu dan mencium punggung tangan nya.
"Iya Tante,ini Hafiz..ehmm perkenalkan ini Aygul istri ku tante"
Ratih melihat Aygul kemudian menyalami nya, wanita berhidung bangir khas timur tengah itu mencium tangan dokter nya.
"Hello Tante," sapa Aygul senang.
Dr Ratih mempersilahkan pasien nya duduk di bangku yang ada di depan nya.
"Katakan apa yang membuat kakak ingat akan adikmu ini ..hhmmm..padahal kakak udah melupakan aku saat menikah kan anak ganteng nya ini" kata dr Ratih pura-pura kesal.
Bu Hafzah terkekeh melihat adik angkatnya itu merajuk. " Ya maafin kakak ya, Hafiz memang tidak menggelar pesta karena kesehatan istrinya belum pulih benar. Sekarang ini Aygul sudah terlambat haid. Kami ingin memastikan kehamilan ini." terang Bu Hafzah sambil menggenggam tangan menantu nya itu dengan sayang.
__ADS_1
"Oh baik lah maafdi terima, tapi syaratnya nanti aku di undang saat Izza menikah ya?!" kata nya penuh tekanan.
Bu Hafzah tersenyum bahagia karena dr Ratih memaklumi alasan nya.
"Baik lah, sekarang tolong buang air dulu ke rest room dan tampung air seni ini ke dalam tabung ini." kata Dr Ratih berjalan mengambil sebuah benda tak lama kemudian dia menyerahkan sebuah benda pipih berwarna putih biru dan sebuah tabung kecil.
Hafiz menerima benda itu yang sudah di ketahui fungsinya.Lalu dr Ratih menunjukkan pasangan itu tempat toilet agar mereka segera mengambil air seni Aygul.
Setelah pasangan muda itu keluar ruangan, dr Ratih segera memberondong kakak angkat nya itu beberapa pertanyaan.
Bu Hafsah menceritakan inti kisah Hafiz dan Aygul dan membuat dr Ratih sangat prihatin.
"Semoga ada kabar baik dari test Aygul ya kak, aku ikut sedih dengan kisah mereka."tuturnya.
Hafiz membuka pintu ruangan dan mendorong kursi roda itu masuk. Setelah Hafiz duduk.dia menyerahkan hasil test itu ke dr Ratih.
"Kalau dari test pack ini terlihat garis dua yang berarti istri kamu hamil namun untuk memastikan lebih lanjut saya akan memeriksa nya dengan USG Transvaginal." terang dokter berkaca mata minus itu dan menyuruh sang perawat untuk mempersiapkan kursi tempat USG.
Bu Hafsah sebenar nya bisa saja memeriksa menantu nya sendiri karena beliau juga seorang bidan namun dia lebih senang jika menantu nya itu di periksa oleh orang yang tepat dan memiliki fasilitas yang lengkap seperti mesin USG tiga dimensi yang sudah modern.
Di puskesmas tempat nya bekerja alat semacam itu belum tersedia. Hanya alat sederhana kebidanan saja.
Setelah perawat menyiapkan kursi dan menarik alat USG di sebelah kursi itu. Perawat itu menyuruh Hafiz untuk menduduk kan Aygul disana. Dia segera mengendong tubuh istrinya dan meletakkan di kursi periksa.
Perawat membanru menaikkan kedua kaki Aygul.pada penyangga kaki dan menyuruh Aygul menurunkan celana hingga ke bawah perut nya yang masih rata lalu dia mengoles gel pada perut wanita itu.
Dr Ratih menghampiri kursi periksa dan muali menyalakan tombol di mesin USG nya lalu mengambil transducer dan memberinya gel pada permukaan nya. kemudian meletakkan transducer itu ke perut Aygul lalu menekan nya sedikit dan memutar mutar ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
Hafiz melihat layar monitor di depan nya. Dia melihat isi perut istri nya yang terlihat seperti ada gambar kantung terbalik dn benda seperti kacang yang sangat kecil.
Dr Ratih mengatakan jika sudah melihat kantong kehamilan namun belum mendengar detak jantung calon janin mereka. Wajah Hafiz terlihat cemas dan dokter senior itu dapat menangkap kekuatiran pada anak sahabatny itu.
"Jangan kuatir nak, nanti Dr Ratih akan meng USG dari bawah juga untuk memastikan lebih lanjut." katanya menenangkan Hafiz.
Wajah Hafiz Kembali tersenyum manis dan melihat dr Ratih mengambil transducer yang lebih kecil. Dan dr Ratih dengan perlahan mulai memasukkan alat itu ke bagian sensitif istri nya.
Tangan nya dengan lincah menari ke kanan dan ke kirir untuk mendeteksi detak jantung calon bayi yang masih kecil itu.
Tranduser itu di putar ke kanan dan ke kiri se irama dengan tangan kanan dr Ratih yang memegang nya. Selang beberapa menit kemudian benda itu telah di keluarkan dari bagian bawah milik Aygul.
Dr Ratih menyuruh perawat membantu wanita itu untuk membersihkan gel bekas USG. Setelah semua bersih dan perawat menaikkan lagi celana nya Hafiz membantu mengangkat tubuh istri nya dan menduduk kan nya di kursi roda.
"Bagaimana hasil nya Tan,?" tanya Hafiz tak sabaran.
"Alhamdulillah kamu akan jadi Papa muda..selamat ya nak untuk kalian berdua dan Kakak ku yang baik" ucap dr Ratih tulus.
Hafiz bangkit dari duduk nya lalu dia spontan melakukan sujud syukur sebagai ungkapan kegembiraan dan bentuk terimakasih nya pada sang pencipta.
Bu Hafsah memeluk menantunya dan tak terasa air mata sudah menetes dibpipinya yang masih kencang di usia nya yang sudah 50 tahunan itu.
"Alhamdulillah, Ibu akan jadi Oma. Terimakasih ya Allah atas berkah dan keajaiban Mu ini" bisik nya pelan dengan bibir bergetar.
Dr Ratih ikut terharu dan dia segera menuliskan resep vitamin untuk Aygul. Dia terharu dengan nasib Aygul yang masih belum sembuh dari lumpuh nya tapi sudah di berikan amanah terindah dalam hidup nya. Dia memberikan penguat kandungan sekalian agar calon janin Aygul kuat.
Setelah menyelesaikan resep nya,dr Ratih memberikan nya pada calon Papa muda itu. "Papa,ini resep yang harus di tebus di apotek, agar Mama tercukupi nutrisi dan gizi nya saat hamil." canda dr Ratih sambil membenahi kacamata nya yang melorot ke ke hidung.
__ADS_1