Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Malam pertama yang tertunda


__ADS_3

Malam ini hujan mulai membasahi bumi , rintik air yang semula turun satu persatu menjadi sangat lebat. Untung satu jam sebelumnya aku telah sampai rumah setelah selesai meeting dengan clien baru. Istriku tampak termenung menghadap jendela yang di biarkan nya terbuka. Untung saja teras kamar ku telah terpasang canopi sehingga tempias air tidak sampai membasahi jendela kamar yg terlapisi kaca.


Aku keluar dari toilet setelah mengambil air wudhu karena adzan isya telah berkumandang.


" Sayang, kenapa kamu melamun disitu? Sudah malam ayuk tutup jendelanya, nanti masuk angin" kataku sambil membenahi sarung yang akan ku pakai sholat.


" Iya wait minute aku ingin menikmati hujan pertama di negara ini" jawabnya pelan.


"Okay, Okay, five more minutes. don't take too long"jawab ku lalu aku segera melaksanakan sholat isya.


Setelah selesai sholat dan berdzikir aku segera membereskan alat sholatku dan ku lihat istriku masih duduk menghadap jendela. Aku menghembuskan nafas pelan, pasti ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya.


"Honey, it's been over ten minutes, come on over. What were you thinking?"


Aku mendekatinya dan membalikkan kursi roda yang menghadap jendela itu ke arahku.


Aku melihat air bening mulai membasahi pipinya. Pasti ada sesuatu yang di pikirkannya dan aku harus menanyakannya. Aku tak ingin istriku merasa tidak nyaman tinggal bersamaku.


"Why are you crying baby ?" tanyaku sambil menghapus air mata yang membasai pipinya dengan jemariku.


"Nothing hunny" jawabnya singkat. Namun aku tahu dia pasti berbohong.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak nyaman denganku?" tanyaku sambil membelai kepalanya.


Aygul menggelengkan kepala nya. Aku jadi penasaran. Hmmm..mungkin dia marah karena hari ini kami tidak jadi kontrol ke dokter. Karena pagi tadi benar-benar padat jadwalku hingga aku pulang sudah magrib. Aku berencana malam ini mau berangkat namun Aygul menolak karena dia kasihan melihatku lelah.


"Nothing Hunny, aku hanya merasa jadi beban mu saja. Banyak gadis di Indonesia yang bersedia menikah dengan mu. Tapi kenapa kamu malah memilih orang tak berguna sepertiku?" jawabnya sambil menangis sesenggukan. Untung saja kamarku ini kedap suara.


Aku merengkuh kepalanya ke dalam dada ku. Ku usap rambut pirang nya dengan kasih sayang yang tak bisa ku ungkap kan.


"Stop berkata seperti itu! Aku tidak suka kamu seperti orang putus asa! Aku mencintaimu apa adanya. Ok ! Jangan pernah berkata seperti itu lagi ya! "


Dia mempererat pelukannya. Lalu aku menengadahkan wajahnya menghadapku. Ku belai pipinya sambil mengecup bibir nya yang bergetar. Kami terhanyut dengan suasana yang mengharukan itu. Di luar hujan belum berhenti suara guruh silih berganti terdengar. aku menggendong istri ku mendekati ranjang.


Perlahan ku letakkan tubuh mungilnya di atas pembaringan. Wangi bau shampo di rambutnya membuat jiwaku meronta. Hawa sejuk Air Conditioner di kamar membuatku terlena ingin menghangatkan tubuhku bersama istriku. Apalagi tubuh sintal nan molek istriku kini tertutup dengan piyama tidur satin yang mencetak jelas tubuhnya.


"Sayang kamu sudah selesai Haid nya?" tanyaku sambil menghirup wangi rambutnya. Dia mengangguk, dalam hati aku berteriak kegirangan. Tiba-tiba jantungku berdegup dengan kencang nya. Aygul membalas pelukan ku dengan kecupan di bibirku.


" Jika kau mencintaiku lakukan lah kewajiban mu sebagai suamiku. Aku ikhlas melayani mu" jawabnya sambil mempererat pelukannya.


Ya Tuhan, sebenarnya ini moment yang aku tunggu selama 3 bulan menjadi suaminya. Malam pertama yang tertunda di Turki ingin segera ku tunaikan saja malam ini.


Namun aku tak ingin menyakitinya dia belum sembuh. Gelegak hasrat yang tadi menggebu entah kenapa menjadi sedikit redup.

__ADS_1


"Aku takut menyakitimu sayang." kataku pelan. Dia menengadahkan wajahnya


"Tidak apa-apa hunny. Tidak ada yang akan sakit. Lakukan lah. " Jawabnya memberi peluang emas padaku.


"Baik lah sayang, Malam ini akan ku tunaikan Kewajibanku sebagai suami mu untuk yang pertama kali"


Lalu aku memadamkan lampu kamar berganti dengan lampu tidur.


Aku membaca doa terlebih dahulu. Lalu perlahan aku mulai memadu kasih dengan istriku. Seolah mendapat kekuatan ekstra setelah mendengar jawaban nya. Kami berdua terhanyut dalam cinta yang lama terpisah. Deru nafas kami berpacu dengan suara dentang jam dinding di ruang keluarga.


Akhirnya malam ini lah jadi malam.pertama kami yang tertunda. Aku telah menunaikan kewajibanku sebagai suami memberi nafkah batin pada istriku. Ku lihat Aygul menagis terharu karena bisa mempersembahkan kesucian yang telah di jaganya selama ini hanya untukku.


Aku merasa tersanjung dan bangga karena dia masih menjaga mahkotanya untukku. Apalagi dia adalah waniita modern yang lahir dan di besarkan di benua Eropa. Aku mengucapkan terimakasih kepadanya .


Setelah kami bersih-bersih dan mandi lagi, kami duduk di tepi ranjang.


"Hunny hujan belum berhenti. Dingin ini membuatku lapar. Apa kamu mau makan atau minum susu coklat hangat?" tanyaku


"aku hanya ingin susu hangat. Apa kau ingin makan? " tanya nya padaku


"Iya, aku akan mengambil makanan di meja makan dan akan membuatkan mu susu" kataku sambil beranjak dari ranjang.

__ADS_1


Ketika aku berjalan keluar kamar aku mendengar suara tawa dua orang gadis di ruang tamu. Sepertinya Izza sedang menerima tamu.Masih memakai kaos putih dan sarung, aku melenggang ke arah dapur. Tiba-tiba ada yang memanggilku.


__ADS_2