Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Aldo ingat Zahrana


__ADS_3

Aldo mengajak staf kantor nya masuk.ke ruang VVIP yang telah di pesan si Bos nya, dia sendiri masuk paling akhir karena harus menerima telpon dari Hafiz untuk ckonfirmasi tentang hasil meeting nya tadi.


Aldo bersandar pada dinding berornamen phoniex dari kayu jati dan matanya tiba-tiba tertuju pada serombongan gadis-gadis yang tertawa riang. Mata nya bersirobok dengan mata tajam gadis berhijab biru dengan motif kupu-kupu.


Dia tersentak karena mengingat beberapa tahun yang lalu dia pernah berjumpa dengan gadis itu dan karena dia pula kulit tangan nya yang mulus berubah menjadi cacat ya walaupun tidak terlalu kelihatan jika tidak di perhatikan dengan seksama.


Pangkal lengan nya memiliki cekungan yang lumayan dalam sekitar 1 cm ke dalam. Dan berwarna coklat khas warna luka akibat tergores benda tajam dan membentuk keloid.


Aldo berusaha membuang muka dan kembali fokus dengan telpon nya. Namun tidak dengan gadis cantik itu terus menatap nya dengan penasaran. Dia yakin lelaki yang berdiri di seberang meja makan mereka iti adalah lelaki yang bertahun-tahun lalu di cari nya. Ada sebersit senyum yang melengkung di binirnya yang bergincu warna nude itu.


"Za..kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Evania sahabat karib nya bingung melihat nya agak absurd.


Zahrana tak balas pertanyaan Evania malah dia berdiri meninggalkan ke empat rekan nya itu menuju ke arah Aldo yang berdiri di depan ruang VVIP.


"Sas..kenapa si Zahra? Aneh deh kok dia senyum-senyum sendiri. Tuh dia nyamperin cowok disitu tu." tunjuk Evania dengan pandangan matanya.


Saskia hanya melihat dengan pandangan mata saja tingkah pola Zahrana yang agak aneh hari ini.


"Iya ih, ngapain Zahra kesono. Emang dia kenal sama tuh cowok?" tanya Saskia heran juga.


Alea, Saskia, Evania dan Tiara adalah kawan dekat Zahrana semasa kuliah. Walaupun berbeda jurusan mereka tetap bisa sejalan dalam berteman. Kata anak jaman sekarang se frequency dan se circle lah ya. Mereka juga berbeda profesi dalam pekerjaan namun saling membantu jika ada yang membutuhkan pertolongan.


Zahrana sebagai dokter, Saskia sebagai pengacara, Evania seorang programer di sebuah perusaan IT terkenal di kota ini, Alea seorang pengusaha butik dan Tiara seorang dosen.

__ADS_1


Diantara mereka berlima tinggal Zahrana dan Saskia yang belum menikah. Tiara sudah menikah pertama kali diantara teman-teman nya dan memiliki dua anak balita.


Alea baru saja menikah dengan pengusaha property, Evania juga sudah menikah dengan seorang Abdi negara yaitu Polisi dan miliki satu orang anak lelaki balita. Sedangkan Saskia juga bulan depan akan menikah dengan seorang pengacara juga. Tinggal Zahrana yang sampai sekarang berstatus jomblo bahagia.


Ke empat sahabat Zahrana melihat tingkah pola sahabat mereka itu dengan bisik-bisik yang hanya mereka berempat yang mengerti bahasa isyarat nya.


Zahrana memberanikan diri mendekati Aldo,dia mengesampingkan rasa malu dan gengsi nya sebagai seorang wanita dewasa yang matang.


"Assalamualaikum..Maaf saya boleh bertanya pada anda?"tanya Zahrana sopan.


Aldo tampak canggung di hadapan wanita cantik dan anggun itu.


"Waalaikum salam. Iya ada apa ya?" jawab nya dengan nada dingin seolah tidak mengenal padahal hatinya juga berdendang ria.


Hmmm....sepertinya aku gak salah orang deh, dia pasti orang yang menolong ku beberapa tahun yang lalu. Aku harus memastikan dengan benar.


"Jam berapa sekarang?" tiba-tiba Zahrana hanya mampu menanyakan hal sepele seperti itu saja pada Aldo.


Ckk !! Mengejutkan saja gadis ini, aku kira mau bertanya apa.. Gumam Aldo sendiri. Lalu tanpa sadar dia mengangkat lengan kiri nya ke atas dagu dan melihat jam tangan berwarna silver itu yang sedang menunjukkan angka 12.10 wib.


"Pukul 12.10 wib" jawab nya datar.


Deg !!

__ADS_1


Zahrana langsung berdebar melihat siluet bekas goresan benda tajam yang melintang panjang dan dalam di lingkaran pergelangan tangan Aldo.


Yes !


Benar dia lelaki yang telah menolongku dari jambret beberapa tahun yang lalu. Apa dia tidak ingat dengan wajah ku ya? Batin Zahrana sedih.


"Baik. Terimakasih. Ohya terimakasih lagi untuk pertolongan anda beberapa tahun yang lalu pada saya, sehingga mengakibatkan luka pada pergelangan tangan anda"


Aldo terkejut mendengar penuturan gadis di depan nya itu. Dia gugup melihat kecantikan Zahrana lalu ingatan nya pun kembali pada kejadian beberapa tahun yang lalu.


Dia ingat saat itu dia akan menyeberang jalan untuk mengambil uang di sebuah mesin Atm yang tak jauh dari salah satu kampus terkenal di kota ini.


Dia harus buru-buru mengambil uang karena jam kerja dia sangat mepet waktu itu dia butuh mengambil uang untuk membeli bensin karena motor nya tiba-tiba mogok karena kehabisan bensin karena dia lupa mengisi tangki nya dan di seberang jalan dia memarkir motor ada gerai atm..


Dia melihat dari jarak dekat seorang gadis berteriak minta tolong dengan mempertahankan tas laptopnya.


Antara ingin menolong dan jam yang mepet untuk masuk kerja menjadi dilema di hati nya, hari ini ada inspeksi mendadak dari audit untuk unit kerja nya. Kebetulan saat itu dia sebagai supervisor yang harus standby sebelum para auditor datang.


Ingin rasanya dia cuek pura-pura tak melihat kejadian itu kala rasa egois nya datang dia tak mengenal gadis itu untuk apa dia perduli toh disana banyak orang yang bisa menolong nya namun hati kecilnya terus menolak dan mendorong nya untuk menolong gadis yang tak berdaya itu. Karena dia teringat akan adik bungsu nya juga seorang perempuan


Akhirnya hati nurani nya yang menang, dia tergerak menghadang pencopet itu di depan gadis yang berusaha mempertahankan tas nya. Namun alhasil tangan nya terkena sabetan pisau yang sangat tajam dan harus di larikan ke rumah sakit terdekat akibat robekan yang dalam akibat sabetan pisau lipat pencopet itu.


Karena terburu-buru dia pun tak sempat bertanya nama gadis yang di tolong nya yang dia ingat wajah gadis itu memiliki tahi lalat di ujung hidung nya yang bangir.

__ADS_1


Dengan Luka yang masih basah dia tetap pergi ke kantor karena dedikasinya yang tinggi itu pula pihak managemen kantor mau menyadari dan memberikan dispensasi waktu istirahat tiga hari untuk memulihkan kesehatan nya.


Dan saat itu dia bekerja di perusahaan nya Pak Candra yang sekarang telah di ambil alih oleh Hafiz. Jadi dia pun sekarang mendapatkan kepercayaan dan menjadi tangan kanan anak pimpinan perusahaan itu.


__ADS_2