Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Kejutan Rana


__ADS_3

Aldo masih bengong dan memandang kecantikan wajah Zahrana yang sedang menatapnya tanpa berkedip.


"Pak Aldo ! Ehem...permisi!" suara panggilan dari salah satu staf kantor membuyarkan lamunan nya.


Kedua orang berlainan jenis yang sedang saling memandang itu akhirnya buyar dan dr Zahrana menunduk malu. Semburat merah jambu tersirat di pipi nya yang ranum.


"Eh..iya Pak Agus..ada apa?" tanya Aldo gugup, sial gak pernah gue malu begini ketahuan bengong ngeliatin cewek.


"Maaf Pak,hidangan sudah siap. "jawab Pak Agus sungkan karena mengganggu asisten Bos nya itu.


"Oh baik, saya segera masuk" Pak Agus menganggukan kepala kemudian permisi masuk ke dalam ruang privat itu. Aldo kemudian melirik gadis di depan nya yang masih menunduk menekuri lantai.


"Hmmm...kalau sudah tak ada perlu lagi, saya permisi masuk" kata Aldo pada dr Zahrana dengan suara agak gugup.


"Tunggu !" seru dr Zahrana spontan seolah tak rela di tinggalkan Aldo.


Aldo tidak jadi beranjak dari tempat nya kemudian dia menoleh lagi, sebenarnya Aldo sedikit tertarik dengan senyum Zahrana entah kenapa seakan ada magnet yang menarik nya kuat untuk melihatnya terus.

__ADS_1


"Apa lagi!" serunya pura-pura ketus padahal hatinya sedikit berdegup melihat sorot senyum yang tersungging di bibir tipis zahrana.


Zahrana mengeluarkan satu goody bag dari bahan kain spundbun yang di simpan nya di dalam tas yang di cangklongkan di pundaknya


"Ini barang anda yang tertinggal waktu itu. Saya simpan takut anda membutuhkan nya." Zahrana mengulurkan kedua tangan nya dan menyerahkan goody bag tersebut.


"Apa ini?" tanya Aldo tapi tangan nya belum mengambil goody bag itu.


"Ambil lah ini milik anda. " Zahrana masih dalam posisi tangan terulur. Akhir nya Aldo mengambil goody bag itu. Saat akan membuka nya,gadis itu melarang nya.


Aldo mengangguk kan kepala " Baik lah terimakasih. Saya harus masuk ke dalam karena rekan kerja saya memanggil"


Zahrana tersenyum sangat manis dan terlihat anggun sekali. Sungguh hati Aldo tiba-tiba berdesir aneh.


Gadis itu kemudian meninggalkan Aldo yang masih mematung teepesona dengan hidung bangir nya.


Kriingggg...Aldo tersentak karena ponselnya berdering sangat nyaring. Kemudian dia segera mengambil dari saku celana nya.

__ADS_1


P. Agus misscall..


Aldo tak mengangkat telpon nya tapi dia segera masuk ke dalam ruang VVIP dan bergabung bersama rekan-rekannya yang lain menikmati keterampilan tangan koki restoran Hafiz ini.


Pak Agus terlihat menggoda Aldo dengan menaik turun kan alisnya yang lebat. Mereka berdua memang satu team yang akrab sehingga sering bercanda. Beberapa pasang mata mulai mengarah pada wajah Aldo yang terlihat lebih bersahabat dari biasanya.


Memang di kantor itu, Aldo terkenal dingin dan di segani rekan nya karena kedekatannya dengan si Bos dan kepiawaiannya menyelesaikan setiap masalah yang terjadi di team mereka. Namun sikap dingin Aldo bukan karena ingin mencari muka ataupun ingin berkuasa. Aldo hanya seorang lelaki yang irit bicara jika tidak perlu dan seorang pekerja keras yang tidak kenal kompromi terhadap lawan bisnis nya.


Jika saja Aldo orang yang curang bisa saja dia keluar dari perusahaan Hafiz dan mendirikan perusahaan sendiri. Namun Aldo adalah lelaki setia dan sangat loyal pada tuan nya.


Karena itu Hafiz tidak segan-segan memberikan gaji yang tinggi dan fasilitas pendukung kerja lainnya seperti mobil dan rumah sebagai reward karena Aldo yang telah mengabdikan diri bekerja selama hampir Sepuluh tahun di perusahaan nya.


Aldo melamun lagi dan sedikit terkejut ketika Pak Agus menyenggol lengan kanan nya dengan siku kiri nya.


"Waahhh......kayaknya ada yang jatuh cinta nih..hehhe" gurau Lelaki ceking berkaca mata itu .


Aldo tersentak terkejut terkena sodokan siku Pak Agus, orang yang lebih tua 3 tahun diatasnya. Mereka berdua memang kompak kalau saling melempar candaan.

__ADS_1


__ADS_2