Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Lelaki idaman dr Zahrana itu ternyata....


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan dr Zahrana, lelaki pengusaha itu segera berjalan tergesa-gesa menuju IGD wajah nya tampak sumringah seperti mendapatkan bonus milyaran rupiah dari proyek nya.


Di dalam ruang konsul 3 x 4 meter itu dr Zahrana duduk bersandar di kursi kerja nya.Suster yang dari tadi menemani nya itu tampak pura-pura menulis entah apa yang di tulis nya di buku status pasien.


Wajah cantik dr Zahrana terlihat sedih dan rasa kecewa nya itu tak bisa disembunyikan lagi. Dia meraih gelas berisi air putih dan menyesap air bening itu hingga habis tak tersisa.


"Suz, tolong kamu sisih kan status pasien yang pingsan tadi ya? Kamu tumpuk di meja saya"kata nya sambil berdiri dan melepas kan jas putih nya dan menyandarkan nya di kepala kursi.


"Iya baik dokter, hmm...maaf dok apa dokter mengenal Bapak muda yang barusan kemari?" tanya Suzter Nina pelan.


Hampir 1 tahun ini dia mendampingi dr Zahrana di setiap praktek nya bergantian dengan Suzter Alia dan Suzter Rita yang sekarang sedang shift sore.


Dr Zahrana memang wanita yang supel dan mudah akrab dengan semua termasuk para pegawai dan pasien disini.

__ADS_1


Klinik ini memang tidak besar dan bukan rumah sakit swasta yang terkenal bagus dengan peralatan lengkap. Di klinik ini hanya sebagai faskes pertama bukan sebagai tempay rujukan untuk pasien yang mengalami penyakit serius dan butuh penanganan khusus.


"Iya saya kenal beliau mantan teman SMA saya. Baru hari ini bertemu lagi setelah hampir 10 tahun tak pernah bertemu" jawab nya sambil tersenyum.


Suzter Rita menyungging kan senyum khas nya seakan menggoda dokter cantik nya. "Teman dekat ya dok kok kelihatan akrab sama dokter dan sayang sekali udah punya istri ya hehehe.."


Dr Zahrana menggelengkan kepala mendengar ke kepo an perawatnya itu. Lalu dia berjalan keluar ruangan untuk beristirahat makan siang.


"Saya istirahat makan siang dulu ya, kalau ada yang cari saya telpon aja ke handphone. Suster kalau mau keluar tolong jangan lupa di kunci ruangan nya "pamit nya pada Suster Rita.


Setelah itu dr Zahrana keluar menuju parkiran mobil nya, siang ini dia ingin bertemu dengan beberapa rekan nya untuk makan siang bersama di restoran Korea yang tak jauh dari klinik nya. Kali ini Saskia si pengacara muda yang sedang naik daun sedang berulang tahun. Mereka akan di traktir ke restoran Korea yang kebetulan adalah milik Hafiz.


 

__ADS_1


Di kantor PT Multi Karya Usaha, seorang pemuda bermata tajam sedang menutup rapat untuk di lanjutkan makan siang bersama staf manajemen nya. Dia mengganti kan posisi Hafiz yang sedang mengurusi istrinya yang pingsan.


" Baik lah Bapak Ibu, meeting saya tutup sementara karena waktu istirahat telah tiba. 1 jam kemudian kita lanjutkan lagi setelah makan siang. Ohya Pak Hafiz mentraktir kita siang ini di retoran Korea milik beliau yang tak jauh dari kantor ini."


Decak gembira memenuhi ruangan meeting, para manager segera bersiap untuk makan siang ke restoran milik sang Bos muda yang dermawan.


3 mobil minibus telah bersiap membawa para staf dan para driver pun mulai melajukan kuda besi milik nya ke restoran.


Aldo memimpin rombongan yang berjumlah 10 orang itu ke restoran. Sebelum meeting selesai Hafiz menelpon Aldo dan menyuruh nya membawa para staf ke restoran miliknya untuk makan siang. Sedang kan para staf office pun telah di kirim kan paket makan siang lengkap menu korean food.


Semua itu Hafiz lakukan untuk syuluran kecil-kecilan atas berita kehamilan istrinya.Namun dia belum berani mengatakan berita gembira itu sampai mendapatkan kepastian dari dokter kandungan, pun pada Aldo dan orang terdekat nya dia hanya ingin berbagi kebahagiaan dulu pada staf dan rekan kerja nya.


Aldo memasuki restoran di sambut oleh manager restoran dengan ramah. Dody su manager restoran itu mengenal Aldo dengan sangat baik karena sering nya di ajak Hafiz ke restoran nya.

__ADS_1


"Selamat datang Pak Aldo..silahkan masuk ke ruang VVIP Pak Hafiz tadi sudah menelpon saya"sapq Dodi ramah.


__ADS_2