Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Dia istriku


__ADS_3

Hari ini semua surat yang ku butuhkan telah selesai. Aku sengaja mengurus semua nya melalui Aldo asisten ku yang sangat loyal. Aku tahu dia tak kaan membuka mulut nya untuk mengumbar rahasia ku. Aku sudah mewanti-wanti nya untuk diam dan segera melaksanakan perintahku.


Aku segera menelpon Aygul untuk memastikan legalitasnya telah selesai atau masih proses.


Dan Allah maha baik. Maha Maha Penolong dan Maha memperlancar semua urusan. Legalitas isyri ku pun selesai. Dan tadi Baba Farouq juga menyampaikan bahwa beliau lah yang akan mengantarkan Aygul ke Indonesia Minggu depan. Aku sangat bahagia mendengar kabar ini. Aku segera membelikan tiket untuk mertua dan istri ku melalui sekertarisku.


"Ira tolong kamu bookingkan tiket pesawat kelas bisnis untuk 7 orang dari Istambul ke Jakarta. Untuk tanggal 20 Juli. Atas nama


Mr Al Farouq Ahmed


Mrs Hafsah Rouqoyah


Miss Aygul Dilara Burcu


Mr Mustofa Hasad Ibrahim


Mr Murad


Mr Emram Denil


Mrs Rosaria


Ira tampak mengernyitkan kening nya mungkin menahan rasa ingin tahu nya. Siapa nama orang yang kusebutkan tadi.


Namun dengan patuh dia segera menuruti perintahku.


" Baik Pak untuk Hotel nya sekalian kah di booking kan?" tanya nya lagi.


" Tidak usah booking hotel Ira. Mereka semua akan menginap di rumah saya? " jawabku sambil melenggang masuk ke dalam ruangan ku. Sekilas aku juga melihat wajah kebingungan lagi.


"Baik ..baik Pak"


...............................................


Ira si sekertaris pribadi Bos muda Bramantyo Hafizuddin Birendra tampak sedang memencet nomer telpon extention ke ruangan lain.


"Iya Aldo disini" jawab seorang laki-laki dari telepon.


" Aldo.Lu tau gak?" tanya Ira


" Enggak " jawab Aldo polos

__ADS_1


Ira menghela nafas kasar


" Ya Ampun..ish Aldo aku jadi lupa kan belum aku beritahu. Tamu Pak Hafiz itu sepertinya orang-orang dari Turki ya?"


Aldo belum mengerti arah pembicaraan Ira.


" Aldo! dengar gak sih!" katanya agak keras


"Apaan sih ndut! maksud kamu apa yang jelas dong ngomong nya!"


" Stttt..ssstttt...jangan keras-keras ntar bos dengar gawat! Aku tadi di suruh booking tiket pesawat dari Turki ke Indonesia tapi gak pake booking hotel. Kata Bapak tamunya nanti menginap di rumah beliau. Kan aneh ? Iya kan? siapa ya mereka?"


Aldo tersenyum mendengar ke kepoan teman nya. Dia memang memaklumi jika Ira sangat ingin tau karena selama ini jika ada tamu bisnis pasti booking pesawat plus hotel sekalian tidak pernah di ajak menginap di kediaman pribadi sang atasan.


" Ehemm...dia Istri saya. Ira. Jangan tanya pada orang lain yang tidak tau. Langsung bertanya pada saya" Aku keluar ruangan sambil menjawab rasa penasaran sekertarisku. Tak sengaja aku tadi mencuri dengar percakapan nya dengan Aldo.


"Ma..maafkan kelancangan saya Pak. Mohon maaf sebesar-besarnya! " katanya sambil berdiri dan menunduk.


Aku tersenyum saja tak memarahinya. namun aku meminta dia untuk diam dan tak mneyebarkan berita ini terlebih dahulu.


"Tolong kamu jaga rahasia ini. Hanya kamu dan Aldo yang mengetahui nya. Sebenarnya kalau ada yang tau pun tidak jadi masalah. Cuma saya hanya ingin memberi kejutan saja pada semua orang." kataku lagi


Ira masih menunduk dan akhirnya memberanikan diri berbicara.


" Saya percaya dengan kamu Ira. Orang yang telah lama membantu saya mulai dari nol. Karena itu saya titipkan kepercayaan ini padamu"


Setelah itu aku keluar ruangan menuju lantai tiga tempat meeting. karena masih ada meeting direksi dengan Mr Fang fang melanjutkan bisnis kami yang sempat tertunda sebelum aku berangkat ke Turki. Sebenarnya Aldo dan beberapa staf ku yang lain bisa meng handle nya namun , Mr Fang fang menawarkan bentuk kerjasama yang lain. Jadi perjanjian yang ku buat sebelumnya harus di perbarui lagi.


Aku masuk ke dalam ruangan dengan penuh percaya diri. Entah mengapa sejak menikah semangatku lebih menyala dan berapi-api entah karena aura istri ku atau karena kebahagian di hatiku makin membuatku terlihat lebih penuh semangat.


"Selamat pagi Bapak-Bapak dan Ibu-ibu, Jam berapa jadwal kita meeting?" tanyaku pada para staf.


" 30 menit lagi Pak Bram. Namun client masih belum datang kita menunggu Mr Fang fang dengan staf nya terlebih dahulu"jawab Ibu Trina Manager Operasional


" Baiklah sambil menunggu, ada baik nya kita persiapkan dahulu materi meeting yang akan kita presentasikan. Pak Aldo apakah MOU terbaru sudah selesai ?"


" Sudah Pak, berada di flash disc ini. Run down meeting juga di persiapkan oleh Bu Mei."


Setelah memeriksa semua persiapan, aku mendekati Aldo.


" Aldo dokumen yang saya minta tolong nanti kamu berikan saat selesai meeting."

__ADS_1


Aldo mengerti yang aku maksud dan mengangguk.


Kemudian Mr Fangfang dan staf nya datang.


Aku menahan nafas sebentar, baru weekend kemarin gadis ini bertemu aku di restoran sekarang aku harus bertemu dia lagi.


Ya siapa lagi kalau bukan Miss Nova alias Dewi.


Namun aku harus bersikap profesional juga tak boleh semata-mata ada kurang enak secara pribadi aku menampakkan wajah kurang ramah.


" Good morning..apakabar semua?" sapa Mr Fangfang ramah pada semua peserta meeting. Kali ini dia datang bersama Miss Nova. Mr Hans dan Mr Nakata.


Kami menyambut client dengan ramah dan mempersilahakan untuk menempati tempat yang telah di sediakan.


Aku melihat Dewi beberapa kali mencuri pandang ke arahku. Aku pura-pura tak menghiraukan nya.


Beberapa waktu telah berlalu dengan saling mempresentasikan keunggulan produk dan benefit yang akan di dapat jika kami bekerja sama . Dan beberapa kali handphone ku bergetar namun aku tak bisa mengangkatnya.


Setelah membaca beberapa proposal dan mendengarkan presentasi dari Miss Nova, akhirnya keputusan di serahkan padaku untuk menentukan kerjasama itu.


Dan akhirnya kami bersepakat untuk bekerja sama dalam jangka waktu 3 tahun.


Meeting kami akhiri dengan makan siang di restoran korea milikku. Kami semua meluncur ke restoran setelah Ira mengatakan siap.


Aku melihat ponselku ternyata yang meneLopon adalah istriku lalu aku segera menelpon balik.


Setelah selesai bercakap-cakap dengan Aygul, Dewi mendekati ku.


"Mas nanti malam saya boleh ya datang ke rumah Om Candra." ijin nya. Karena aku juga tak mempunyai alasan untuk menolaknya akhirnya aku menganggukkan kepala. Toh di dirumah juga orang tuaku dan adikku.


Selama makan siang Dewi sangat agresip mendekatiku. Sepertinya dia selalu ingin menarik perhatian ku di depan para staf ku sehingga membuatku agak jengah juga.


Kulihat Aldo tersenyum simpul melihat ke resahanku. Saat kembali ke kantor pun Dewi masih berusaha menempeli aku. Dia sengaja ingin naik satu mobil dengan ku. Ku lihat Mr Fangfang seolah memberi angin kepada anak buahnya terbukti dia mempersilahkan Dewi untuk naik bersama ku.


Aku sengaja duduk di depan di sebelah Aldo yang memegang kemudi. Sedangkan Dewi duduk di belakang bersama Ira. Setelah sampai kantor kami segera kembali ke kantor untuk proses penanda tanganan kerjasama.


Aku lega setelah proses pending selama dua bulan aku bisa bekerja sama dengan Mr Fangfang yang sedang berkolaborasi dengan Mr Nakata dari Jepang. .


Perusahaan ku sebagai supliyer tunggal semua produksi kulit untuk di pasarkan di Jepang. Sedangkan Mr Fangfang sebagai vendor yang menyediakan model yang akan memperagakan produk perusahaanku.


Dewi alias Nova tetangga Hafiz.bramantyo

__ADS_1



__ADS_2