Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Awal hidup baru


__ADS_3

"Selamat pagi semua, bagaimana tidur nya tadi malam? hujan turun sampai menjelnag subuh" sapa Ayah Candra pada anggota keluarga yang sudah berlumpul di meja makan.


Wajah Hafiz lebih cerah daripada saat makan malam kemarin. Pun di sisi nya sudah ada sang permaisuri penghuni hati tercinta dalam keadaan yang lebih baik.


"Selamat pagi Ayah, alhamdulillah semua dalam keadaan lebih baik."jawab Hafiz dengan senyum yang menghiasi bibir nya.


Dia merasa pagi ini memang lebih indah daripada saat malam kemarin. Sejak selepas subuh jiwa raga nya telah mendapatkan sebuah siraman rohani yang memabukkan kan. Rasa sedih dan kecewa nya telah melebur bersama dengan alunan doa saat penyatuan cinta mereka berdua.


Dia berharap hari ini dah seterusnya semua menjadi lebih baik dan Mawar gurun nya lebih terbuka dan lebih memeiliki semangat hidup lagi.


Ritual makan pagi itu di tutup dengan pamitan orang tua Aygul karena beliau berdua akan bertolak kembali ke Turki dalam beberapa hari ke depan setelah kepindahan Aygul dan Hafiz di rumah baru mereka yang telah selesai renovasi.


Raut kesedihan mulai tampak di wajah Aygul dan Anne, ingin sekali dia kembali bersama orang tuanya namun apa daya ada ikatan suci pernikahan nya dengan laki-laki warga pribumi disini.


"Aygul tak usah bersedih sayang, Nanti saat pernikahan Izza dan di Zein tiba kami akan kembali lagi kemari. Baba janji nak. doakan Baba dan Anne serta semua keluarga dalam keadaan sehat " jawab Baba menghibur anaknya.


Wajah Aygul yang murung kembali berbinar-binar mendengar janji manis ayah nya. Tak mengapa mereka berpisah sementara selama kurang lebih 5 bulan nanti nya mereka akan kemari lagi. Aygul mengeratkan genggaman tangan suaminya dari bawah meja makan.


Aygul tiba-tiba meminta waktu untuk mengatakan keinginanya mengajar sebagai dosen di kampus mertua nya. setidaknya sebagai dosen tamu yang jam mengajar nya tidak setiap hari. Karena dia tak ingin sendirian di rumah saat semua orang sibuk bekerja dan tak ada Baba dan Anne yang menemaninya.


Hafiz tampak keberatan dengan keinginan istrinya namun tidak bagi Pak Candra yang memahami keinginan menantu nya itu. Mungkin dengan mengajar dan bertemu dengan banyak orang baru akan membuat Aygul lebih betah dan lebih memiliki semangat hidup untuk sembuh.

__ADS_1


Akhirnya Pak Candra mengijin kan Aygul mengajar seminggu hanya 3 x dan itu pun hanya 2 jam saja. Namun sebelumnya Pak Candra akan memanggilkan guri les privat Bahasa Indonesia agar Aygul bisa mengerti dan memahami lebih cepat kosakata dan perbendaharaan bahasa Indonesia.


Jadi Aygul Akan mengajar jurusan Bahasa Inggris. Sebagai dosen tamu, untuk sementara waktu dan membunuh rasa jenuh di rumah. Mulai besok guru privat akan datang dan mengajar Aygul. Jika gadis itu sudah lebih mahir berbahasa Indonesia maka dia di persilahkan untuk mengajar mahasiswa di kampus Pak Candra.


Wajah terharu dan bahahia jelas tercetak fi wajah ayu nya.2Berkali kali dia mengucapkan terimakasih. Selesai makan pagi semua kembali pada aktifitasnya masing-masing dan Aygul bersama kedua orang tua nya mulai membantu merapikan rumah baru nya.


Dia tampak senang menata perabotan yang semua serba baru. Hafiz telah membelikan isi rumah sesuai dengan isi pikirannya. Dia tak pernah meminta macam-macam tapi kenapa Hafiz bisa membaca pikirannya?


Sebuah foto pengantin mereka saat memaksakan ijab kabul di hotel saat itu terpasang sempurna di ruang tamu bersama foto ketiga pasang orang tua mereka. Senyum haru terlukis di wajah orang tua Aygul karena beliau merasa sangat di hargai disini.


Di Kantor Hafiz telah meeting dengan pejabat dan client nya untuk membahas proyek yang telah di menangkan oleh perusahaan nya.


Aldo semalam tak bisa tidur masalah adiknya yang kabur dengan laki-laki yang telah beristri itu membuatnya ingin mengulitu lelaki itu. Dia tak percaya adiknya dengan begitu mudah nya menyerahkan kepercayaan nya pada bajingan itu.


Dia sudah menyelidiki kekasih adiknya yang ternyata benar telah memiliki istri sah dan mempunyai satu anak balita perempuan yang berumur 3 tahun. Dia tak habis pikir dengan kenekatan adiknya itu.


Mita bukan gadis yang berparas jelek, dia memiliki kecantikan yang unik, perpaduan wajah cantik namun misterius. Gadis pendiam yang tak pernah berbuat ulah yang aneh-aneh. Gadis berprestasi dalam kampus nya dan selalu langganan beasiswa di kampus nya. Dia tak pernah bergaul dengan laki-laki yang berantakan.


Namun sejak kenal dengan Steven, sikap Mira berubah 180 derajat. Dia sering melawan Mama nya dan sering terlambat pulang kuliah. Aldo yang sibuk bekerja siang malam sebagai tulang punggung pengganti Papa nya yang sudah tiada, dia jadi lengah dan jarang memperhatikan adiknya sehingga perbuatan adiknya yang di luar kendali nya.


"Aldo! dokumen pendukung CV perusahaan kita apa sudah beres semua? " tanya Hafiz Tanpa mengetuk pintu masuk ke ruangan staf nya itu.

__ADS_1


Lelaki tinggi gagah itu melihat manager nya sedang melamun memandang keluar jendela ruangan nya.


"Ehemmm..! "


Eksekutif muda itu mulai berdehem mencoba mengagetkan lamunan Aldo.


Deheman Hafiz berhasil membangunkan lamunan Aldo. Dia tergeragap malu ketahuan bos nya saat kerja malah mencuri waktu dengan melamun masalah pribadi.


"Maaf Pak, tadi bapak tanya apa? " Aldo berdiri sambil menunduk kan kepala. Hafiz terkekeh kecil melihat staf kepercayaan nya itu terkejut.


"Semua dokumen apa sudah beres? meeting kita lakukan pukul 09.30wib tepat ya. Pak Dirjen tadi menginformasikan pada Ira kalau beliau meminta sample produk yang telah teruji dan lulus BPOM "


"Baik Pak, semua sudah saya siapkan. Ada di tas semua. Apa kita berangkat sekarang Pak? Masih ada waktu 1 jam untuk perjalanan kita. "


"Oke, jangan lupa Pak Hanafi dan Bu Niken suruh handle meeting dengan PT Radjawali"


Setelah itu mereka berdua berjalan menuju lift untuk turun ke bawah menuju parkiran kendaraan. Beberapa karyawan menganggukkan kepala saat kedua orang lelaki tampan itu berjalan beriringan.


Meeting ini di wakili Hafiz langsung dan dia membawa Aldo yang sangat lihai berdiskusi dan andalan nya untuk bernegosiasi. Tak hanya lihai berbisnis dan melihat peluang usaha di depan matanya, Hafiz juga di segani sebagai pengusaha yang dermawan serta Jujur seperti Pak Candra Ayahnya.


Karena itu namanya cepat lambung di kalangan pengusaha kelas kakap maupun kelas teri di negara ini.

__ADS_1


__ADS_2