Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Dewi


__ADS_3

Kegiatan dapur telah selesai, bibi menata makanan untuk sarapan pagi di bantu Ibu. Aygul masuk memanggil Hafiz yang sudah berpakaian rapi.


"Hubby, Ayo sarapan orang tua kita sudah menunggu" katanya.


Dengan kaos polo warna biru Navy dan celana jeans belel, Hafiz terlihat gagah. Dia mendorong kursi roda istrinya ke arah meja makan. Memang benar disana telah berkumpul semua anggota keluarga dan para tamu nya.


Tampak Dewi duduk di sebelah Izzah yang berhadapan langsung dengan tempat duduk Aygul. Kakak Aygul duduk di sebelah Baba Murad. Meja makan pagi ini tampak penuh, para asisten rumah tangga sibuk menghidangkan beberapa kudapan untuk makanan pembuka.


Makan pagi kali ini di ramaikan dengan gelak tawa para tamu Pak Candra. Mereka sangat senang di jamu dengan baik selama di Indonesia. Kakak Aygul melihat sekilas pandangan mata Dewi yang terlihat sinis ke arah pasangan suami istri yang baru itu.


Setelah makan pagi selesai, Dewi berpamitan pada tuan rumah untuk berangkat kerja. Dengan basa basi pula dia berpamitan pada Aygul. Izzah mengantar tamu nya sampai mobilnya keluar gerbang. Setelah Dewi pulang, Hafiz baru mengatakan rencana nya pindah rumah minggu depan. Memang dia merasa kurang nyaman jika berbicara menyangkut keluarga di hadapan orang asing selain keluraga.


Orang tua kandung Aygul dan kedua kakaknya pun mengatakan akan pulang ke Turki setelah Hafiz menempati rumah baru. Aygul terlihat sedih mendengar keluarga nya akan pulang. Namun Kakaknya berjanji akan sering mengunjungi nya jika kelak ada kesempatan libur lagi.


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Dewi menyetir mobil nya dengan kecepatan penuh ketika memasuki tol dalam kota, untung saja hari itu jalanan lengang karena weekend. Sesekali dia memukul stirnya dengan geram.


"Sial gadis itu telah mendapatkan cinta pertamaku. Harusnya dia menolak ajakan Mas Hafiz untuk menikah. Bisa apa dia, pasti hanya menyusahkan hidup Mas Hafiz"


Dia terus merutuki Aygul sendiri. Dia pun jadi kesal karena Hafiz tak sedikit pun menunjukkan ketertarikan padanya. Dia berpikir keras bagaimana cara nya menyingkirkan Aygul dan mendapatkan posisi sebagai istri Hafiz walaupun pahitnya sebagai istri kedua.


Sesampai di rumah dia menelpon Mr Fang Fang dan mencoba menyusun siasat agar permintaannya di setujui atasannya.


Di lain rumah, sepasang suami istri itu sudah bersiap untuk ke rumah sang dokter bersama keluarga nya. Mereka berharap agar putrinya dapat berjalan lagi seperti sedia kala.


Dokter menyatakan akan memberikan terapi akupuntur selama 2 sesi untuk tahap awal. 1 sesi di lakukan 6 x selama seminggu. Jika 1 sesi belum menunjukkan hasil maka akan di tambah lagi.

__ADS_1


Dr Zaenab sangat mensuport semangat wanita Turki itu agar tak patah arang dalam menjalani terapi. Ikhtiar tanpa batas dan wajib bersabar pula. Karena semua itu ujian dari yang Maha Kuasa. DIA yang memberikan sakit maka dia pula yang menyembuhkan.


Aygul tersenyum dan semangatnya makin bertambah setelah dr Zaenab menceritakan pasien nya yang telah sembuh dari kelumpuhan dengan cara terapi seperti yang di lakukannya. Dr Zaenab menyuruh Aygul untuk menggerakkan kaki nya perlahan. Namun kedua kaki nya belum mau bergerak.


Hafiz mengatakan pada dokter jika kedua kaki istrinya sudah bisa merasakan sakit jika di ketuk dengan palu karet namun belum bisa di gerakkan.


Wajah dr Zaenab terlihat sumringah.


"Alhamdulillah berarti sebentar lagi bisa di gerakkan asal rajin berlatih dan terapi"


Setelah selesai dari rumah dr Zaenab, keluarga kecil itu berencana berjalan ke salah satu mall di kota meteopolitan itu untuk bersantai menikmati hiruk pikuk ibukota dan membeli beberapa souvenir untuk oleh-oleh Kakaknya di Turki.


🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅🍅


Hari telah menjelang tengah malam di sebuah club malam tampak seorang gadis sedang dalam keadaan setengah mabuk mulutnya menceracau tidak jelas. Dentuman musik yang memekak kan telinga terdengar menggelegar.


" Om bagi duit lagi dong !" bisik gadis itu di telinga nya sambil menggelayut manja di lengan laki laki itu.


"Hahaha..manis mau uang ?? Sini pijit om lagi yah!" kata Om itu sambil meneguk minuman kerasnya.


"Bagi duit nya dulu baru aku pijitin" katanya setengah merajuk manja


Tangan laki laki itu memencet hidung mancung gadis di depannya.


"Okay manis, tapi jangan bohong ya, Om nanti gak kasih kamu duit lagi!" katanya sambil mengeluarkan dompetnya


Sepuluh lembar uang berwarna merah di kibas kibaskan ke hidung gadis itu.

__ADS_1


"Om tidak mau di pijit, tapi Om mau kau cium ! disini ! hahahaha" kata Lelaki tua itu sambil menarik kasar tangan gadis ber pakaian sexy itu.


Karena pengaruh minuman itu, tubuh gadis itu menjadi sempoyongan saat di tarik oleh nya dan jatuh terjerembab ke dalam pelukan lelaki tambun itu.


"Aduh Om ! Kok Om kasar sih, gak mau ah ! "teriaknya


Tapi lelaki itu tetap menarik paksa dan alhasil gadis itu berteriak keras menolak


"Gak mau! Jangan tarik-tarik !"


Tetapi lelaki yang sudah di bawah pengaruh alkohol itu makin erat mendekapnya. Bau alkohol di mulutnya sangat.menyegat namun karena keduanya juga setengah teler maka keduanya pun terjatuh ke lantai.


Orang-orang yang berada di sekitarnya hanya melihat saja dan menganggap biasa kejadian seperti itu di tempat ini.


Lelaki itu pun tak tahu malu dia merangsek ingin mencium gadis itu. Namun gadis bertubuh sintal itu menendang kaki nya dan dia bisa terbebas dari kungkungan Si Om bandot. Dia segera berlari keluar ruangan menuju ke arah pintu belakang,


" Sial ! awas kau ya !" Lelaki itu segera menelpon anak buahnya


"Jack ! kerahkan anak buah mu kejar gadis berbaju merah ke arah pintu belakang. Tangkap dan sekap di kamar khusus ku!" perintah Om Dicky yang ternyata dia pemilik club malam ini.


"Siapp bos !" jawab anak buahnya dari telepon.


Gadis itu lari sempoyongan dan terjatuh beberapa kali karena kepalanya terasa pusing. Karena tenaga nya juga terkuras akibat minum tadi dia dapat tersusul dengan anak buah Om Dicky


"Hayooo mau lari kemana cantik," kata lelaki berbadan dempal itu.


"Jangan mendekat atau aku teriak !" ancam nya

__ADS_1


__ADS_2