Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Trauma


__ADS_3

Setelah selesai makan malam keluarga kami semua beristirahat di peraduan masing-masing. Zein pun telah pamit pulang menuju rumah dinas nya. Dewi pamit pulang bersamaan dengan Zein. Para asissten , dan pekerja di rumah bahu membahu membereskan semua peralatan makan malma dan membuat sekitar kolam renang kembali bersih seperti semula.


Aku pun telah melakukan ritual bersih-bersih badan sebelum naik ke atas tempat tidur. Ku lihat Aygul sedang memakai skin care nya di depan meja rias. Aku melihatnya penuh ketelatenan membersihkan make up tipis yang tadi menempel di wajahnya.


"Istriku walaupun kamu tak memakai make up kamu tetaplah cantik di mataku" kataku memecah keheningan di dalam kamar.


Aygul menoleh dan tersenyum dengan sangat teduh. Kecantikan dewi bulan telah menyihirnya menjadi bidadari yang menguasai hatiku.


" Are U sure sayang?" tanya nya dengan nada manja. Aku terkekeh


" Sure ! You're so pretty and the moon goddess will hurry to see your beauty " kataku memulai rayuan mautku.


" lebih cantik manaa aku dengan Miss Nova?" tanya nya dengan mulut sedikit melengkung ke dalam. Aha ternyata ada sedikit nada merajuk disitu.


" 100% cantik kamu sayang" balasku sambil menuruni ranjang mendekatinya.


" Tapi matanya selalu memandang mu dengan penuh cinta baby!" katanya lagi


Aku geli sendiri mendengar kata-kata Aygul.


''Memandang penuh cinta bagaimana? hey dia teman masa kecil aku sayang. dont worry tidak ada cinta di hatiku" aku meraih tangannya dan mengecup punggung tangannya yang putih seperti susu.


Dia memandangku dengan wajah sendu. Dan memelukku erat seolah takut kehilangan ku lagi. Aku membelai punggung nya dengan perasaan yang tak bisa ku ungkapkan lagi. Hati ini tak dapat berpaling sayang. Hanya kamu pemiliknya.

__ADS_1


Aku merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu bergantian aku juga merebahkan diri di samping nya.


" Ohya apakah multi vitamin yang di berikan dokter telah kau minum?" tanya ku sambil menghadap ke arahnya.


"Sudah." jawabnya pendek.


"Baiklah mari kita tidur, dan jangan pernah berpikir macam- macam tentang aku dan Dewi karena hanya kamu yang ada di hati dan pikiran ku. Fokus untuk kesehatan dan kesembuhan mu saja ya" kataku berusaha menenang kan nya.


Dia tersenyum sangat cantik. Lalu dia meminta ku untuk memeluknya agar dia bisa segera terlelap. Setelah melihatnya tertidur dengan dengkuran halus nya, aku mulai berjalan ke arah ruangan kerja ku yang menjadi satu di kamar.


Aku membuka lagi email kantor dari beberapa clien yang tadi siang belum sempat ku baca maupun ku balas. Tak ada yg istimewa semua telah di kerjakan oleh sekertaris ku yang bisa ku andalkan.


Tiba-tiba ...


"Help me, don't hurt me please !"


Aku menepuk pelan pipi nya


"Sssshhh...sayang, bangun lah kamu hanya bermimpi. Tidak ada yang akan menyakitimu lagi!" kata ku berbisik di telinga nya.


Sepertinya trauma psikis yang di alami istriku belum sembuh. Aku pernah di beritahu oleh Baba Murad bahwa selain mengalami kecelakaan fisik istriku juga mengalami trauma psikis. Dimana saat di culik dulu dia pernah di sakiti dan di ancam akan di lenyapkan oleh bandot tua itu.


Dan akibatnya istriku harus beberapa kali berobat ke psikiater untuk menghilangkan traumatik nya.l

__ADS_1


Aku memeluk tubuhnya erat lalu.dia terbangun dan menangis tersedu-sedu.


"Dia akan menodaiku jika aku tak mau menikah dengan nya...hiks..hiks..hiks" tangisnya pecah dalam dekapan ku. Bajuku basah terkena air matanya.


"Itu hanya mimpi sayang. Dia sudah tiada, jangan takut lagi ya. Ayo baca istighfar mohon ampun pada Allah agar tenang dan tidak bermimpi buruk lagi." kataku menenangkan.


Dia lebih mengeratkan pelukan nya.


"Jangan tinggal kan aku Hunny" katanya terisak.


"Tidak sayang, insya allah until Jannah aku ingin selalu bersama mu" jawabku sambil membaringkan nya lagi


"Ayo tidur lah kembali, aku ada di samping mu. Kamu aman disini jauh dari penjahat yang menyakitimu"


Akhirnya dia tertidur lagi dalam dekapan ku. Aku sangat kasihan melihat ketakutan istriku. Bayangkan di sempat di sekap di kamar tak di beri makan selama 3 hari, Lalu bandot tua itu juga berniat mencabulinya jika dia tetap berniat kabur dari rumah penyekapan nya.


Untung saja sebelum dia ternoda pasukan kepolisian berhasil membuatnya kabur melarikan diri bersama Aygul dan nahas nya dia terjatuh di jurang dan tewas disitu.


Darisitu lah timbul trauma pada Aygul dan sering kali dia bermimpi dan menangis histeris. Anne dan Baba memang pernah bercerita seperti itu namun baru kali ini aku menjumpai Aygul berteriak dalam mimpi.


Sepertinya aku juga harus membawanya ke Psikiater juga agar dia di berikan terapi. Untung saja Aygul itu orang modern dan open mainded, tidak menolak ketika dia di bawa kedua orang tuanya ke Psikiatri. Dia berusaha untuk sembuh baik jasmani maupun rohani nya.


Besok aku akan menghubungi Zein untuk menanyakan dokter psikiater yang bisa menyembuhkan traumatiknya.

__ADS_1


Baik lah hari telah larut malam, mataku pun telah berat dan aku berkali kali menguap.


Selamat malam semoga kalian mimpi indah ya . Semoga hari esok lebih baik dari hari ini.


__ADS_2