Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Teka teki Dewi


__ADS_3

Di balik tangisan Dewi ada satu misteri yang tersimpan dan hanya dia sendiri yang tahu. Izza yang melihat tamu nya menangis di pelukan gadis kecil itu berjalan mendekati nya. Dia memperhatikan kedua orang gadis beda usia itu dengan seksama. Kemudian dia menepuk pundak Dewi dengan lembut.


"Kak, kenapa kak?kakak baik-baik saja kan?" tanya Izza mengusuk pundak Dewi. Dewi tersentak terkejut karena Izza melihat nya dengan tatapan curiga.


"Ehmmm..iya kakak baik-baik saja.Maaf jadi melow karena kakak senang sekali dengan anak ini, cantik dan menggemaskan!?" jawaban Dewi terdengar mengambang karena sejatinya hanya menutupi luka yang di sembunyikan nya.


Izza mengajak Dewi ke meja makan untuk mengalihkan kesedihan teman masa kecilnya itu. Beberapa pegawai perusahaan Hafiz yang berada di staf managerial datang juga untuk memberi ucapan selamat untuk kediaman baru si Bos muda.


Beberapa karyawan juga terkejut ketika mengetahui Sang Bos yang tampan dan dingin itu ternyata telah memiliki pendamping hidup yang sangat cantik seperti boneka barbie.


Bisik-bisik para karyawan dan tetangga seperti lebah karena bercampur dengan suara musik dari organ yang di mainkan dengan apik oleh Izzah. Sebagai hiburan agar para tamu nyaman dan tidak jenuh.


Lagu tembang kenangan Kemesraan mengalun dari suara Pak Candra yang memiliki hoby menyanyi. Bakat bermusik Izzah memang menurun dari sang Ayah sedang kan bakat jiwa bisnisnya menurun pada si sulung.


Zein tampak memandamg takjub pada pertunjukan jemari calon istrinya yang lincah memain kan tuts keybord nya. Ah kejutan yang manis ternyata dia dapati dari Izzah. Calon istri nya itu memiliki bakat tersembunyi yang tak di ketahui nya.


Dia hanya menganggap Izzah gadis lugu dan penurut selebihnya dia ingin menjajagi nanti setelah menikah. Bukan kah berpacaran setelah menikah itu lebih indah? Begini pikirannya saat hendak meminang Izzah. Dia ingin menyegerakan menikah dan mulai menjajagi sifat masing-masing ketika berada dalam ikatan pernikahan.


Dewi memandang Adelia dari lejauhan matanya berembun lagi. Ingin sekali dia memeluk dan menciumi pipib gembul Adelia namun dia tak berani melakukannya, satu meter dari tempatnya duduk terlihat sepasang mata elang menatap wajah nya yang sendu.

__ADS_1


Lelaki tampan memakai kemeja biru laut dengan celana jeans biru dongker terlihat asyik menikmati pemandangan wajah ayu yang nestapa. Di tangan kanan nya menggenggam segelas minuman berwarna merah lalu di meja yang berada di depan nya terdapat beberapa snack yang di sediakan tuan rumah.


Tiba-tiba gadis kecil itu menjerit dan menangis seperti kesakitan, lalu beberapa oranh dewasa yang ada di dekat nya mulai mendatangi nya.


"Ada apa nak?" tanya seorang Ibu yang sudah sepuh sambil membelai rambutnya.


Adelia masih menangis tersedu-sedu sambil mengangkat tangan kiri nya. Ternyata jari tangan nya berdarah.Darah segar mengucur dari jarinya yang kecil.


Refleks secara naluri Dewi langsung berlari ke arah Adelia yang masih menangis. Di tariknya jari telunjuk gadis kecil itu lalu di masukkan ke dalam mulutnya. Di hisapnya darah yang masih keluar dari jari telunjuk kecil itu tanpa rasa jijik.


Lalu dia memuntahkan ludahnya ke atas tissue yang sedang di pegang nya.


Adelia menganggukkan kepala,beberapa saat kemudian Bu Candra datang membawa kotak P3K yang selalu tersedia di dalam rumah nya.


"Ini kenapa nak?kok bisa berdarah begini?" tanya Bu Candra dengan lembut.


"Adel mau mengupas mangga Oma, ternyata pisau nya tajam sekali..hiks hiks" jawab Adelia masih dengan mode menangis. Lalu datang lah Ibu ustadzah pengurus pantibasuhan tempat Adelia tinggal.


"Adel nakal lagi ya? Umi sudah bilang kan nak,jangan main pisau atau bemda tajam. Akibatnya begini kan nak?" nasihat Ustadzah yang membiasakan diri nya dengan sebutan Umi itu dengan tenang.

__ADS_1


Lalu dia meminta ijin Bu Candra untuk mengobati luka Adelia dengan kotak P3K yang di bawa beliau. Dengan cekatan Umi Nur mulai membersihkan luka dengan cairan antiseptik lalu memberi obat pereda nyeri setelah itu membalut jari Adelia dengan kasa dan plester.


Semua tindakan Umi Nur yang telaten dan penuh kasih sayang itu di rekam oleh Dewi,setelah semuanya selesai Umi Nur mengajak Adelia untuk duduk bergabung dengan teman-teman nya di dalam ruang tamu agar Umi Nur bisa mengawasi tingkah anak asuh nya itu.


Aygul meminta Hafiz untuk mendorong kursi roda nya ke dalam ruang tamu,dia ingin berkumpul dengan anak-anak panti asuham itu. Hampir semua anak suka melihat wajah nya yang cantik.Bahkan ada salah satu anak kecil berusia 7 tahun memanggilnya kakak Barbie.


Acara masih berlanjut sampai semua tamu selesai menikmati hidangan yang tersedia dengan puas dan kenyang. Aldo berjalan mendekati Dewi yang duduk bersama dengan Izzah dan dr Zein. Dia ingin menyapa gadis itu. Dia telah melihat semua perlakuan Dewi pada Adelia sehingga dia penasaran kenapa sampai Dewi terlihat tertarik pada gadis kecil itu.


"Boleh saya bicara dengan Mbak Dewi?"tanya Aldo pada pasangan Zein dan Izza.Mereka berdua melihat ke arah Dewi lalu Dewi bersuara.


"Ada perlu dengan saya Tuan?"


"Aldo. Panggil saya Aldo."


"Baik Aldo,ada perlu apa dengan saya?" tanya Dewi sambil mengingat lagi wajah yang tak asing baginya.


Aldo mengisyaratkan Dewi agar pindah duduk ke sudut taman. Gadis itu menurut dan mengikuti langkah Aldo untuk menuju taman di samping rumah Hafiz.


Setelah berada di taman Dewi mulai mennayakan lagi maksud dan tujuan Aldo membawanya ke Taman.

__ADS_1


__ADS_2