Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Siapa yang mengirim foto?


__ADS_3

Istambul...


Pada 13 November 2022, sebuah ledakan terjadi di jalan istiklal di distrik Beyoglu, Istambul pada pukul 16:20 waktu setempat. Menurut Gubernur Istanbul,pengeboman itu menewaskan sedikitnya enam orang dan 81 lainnya luka-luka. Seorang wanita yang meninggalkan tas di jalan menjadi tersangka utama dalam serangan itu. Belum ada kelompok ******* yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut


Aygul membaca berita dari koran online dari gawainya. Jantungnya berdebar kencang sekali dia memikirkan keselamatan kedua orang tuanya yang tadi baru bertolak ke Turki. Saat ini orang tuanya masih berada di atas burung besi belum mendarat ke Istambul. Namun dia memikirlan keselamatan keluarga nya yang lain disana termasuk Emran kakak kandungnya yang bertugas sebagai polisi.


Segara dia memencet nomer ponsel Emran beberapa kali tidak diangkat, ganti dia menelpon musthafa namun tak diangkat juga, akhirnya dia menelpon Elif istri Syafri karena ras acemas masih menderanya.


Saat ini di Indonesia baru menunjukkan pukul 12.000 Wib berarti sekarang di Ismir telah menunjukkan pukul 08.00 wib. Mungkin sekarang Elif sedang mempersiapkan anaknya berangkat sekolah, atau sedang berada di pusat perbelanjaan untuk membeli keperluaan dapur seperti biasanya.


Tiga kali deringan akhirnya suara renyah Elif terdengar.


Elif : Merhaba canım, nasılsın çocuklar (Halo apakabar kalian disana,sayangku)


Aygul : Ben ve kocam iyi, Türkiye'de hangi haber var (aku dan suami dalam keadaan bail, ada kabar apa dinTurki?)


Elif : Güvenli Altta Kosteristler tarafından sadece bir bomba bıçağı vardır ve polis memurunun araştırmacısına


(aman terkendali hanya ada ledakan bom oleh ******* dan sedang di selidiki)


Aygul : Aileimiz güvenlidir ve cennet yok muhafaza


Elif : Aileimiz güvenlidir ve cennet yok muhafaza


Aygul menanyakan keselamatan keluarga nya dan di jawab semua aman dan terkendali tidak ada yang perlu di kuatirkan. Helaan nafas penuh kelegaan terhembus dari hidung nya yang mancung.

__ADS_1


Lalu dia menitip pesan pada Elif agar dia dan Suami serta anaknya harus sering-sering mengunjungi kedua orang Aygul agar mereka tak kesepian dan terhidur dengan kedua anak Elif dan syafri yang lucu. Elif berjanji akan lebih sering mengunjungi Paman dan Bibinya kelak kalau mereka sudah di rumah.


Aygul menyudahi percakapannya dengan Elif dan sekilas Nana dan Athia terlihat melintas di depan nya. Aygul memanggil Nana dia ingin sekali memasak makan malam untuk keluarga nya. Tadi Bi Rohaya mengatakan kalau Ibu Mertua nya ingin makan Sop Iga sapi.


Aygul yang gemar sekali mencoba beberapa resep makanan dari Indonesia, ingin sekali menghidangkan makanan kesukaan mertuanya itu.


Athia dan Nana yang bisa berbicara bahasa Inggris sepatah dua kata tampak lucu sekali ketika ingin membalas perkataan Aygul. Kadang dengan bahasa Isyarat kadang dengan menggambar di atas kertas yang memang di sediakan Hafiz untuk memudahkan komunikasi para Asisten Rumah tangga jika berbicara dengan istrinya.


Nanti nya lambat laun mereka akan terbiasa mengerti bahasa Aygul begitupun sebaliknya. Kadang yang paling menggelikan itu jika Bi Rohaya salah paham dengan bahasa Aygul yang menurutnya seperti bahasa burung.


Pasti perkataan Bi Rohaya itu di balas dengan pelototan Mang Asep yang kurang senang jika majikannya di katain seperti itu. Baik Hafiz dan Aygul tak mempermasalahkan hal sepele itu bahkan menjadi hibutan sendiri saat para Art berudaha berbicara bahasa Inggris ataupun Turki dengan istrinya.


Hitung-hitung kursus bahasa Inggris dan Turki gratis bagi Art mereka. Akhirnya Nana mendorong kursi roda Aygul menuju pantry tempat mereka menyiapkan bahan masakan Sup Iga sapi.


Mereka berdua menemui kakak ipar nya di pantry. Izza tampak cantik dengan balutan dress warna pink dengam hijab ungu tua. Sedangkan Zein berdiri di belakang Izza.


"Assalamualaikum Kak, Maaf ya tadi Izza langsung ke kampus dari bandara karena mengambil toga dan kebaya"


"Waalaikum salam, ohya ya tak apa-apq sayang, kakak tadi sudah di beritahu sama Ibu. Ohya mana kebaya kamu boleh kakak lihat?" jawab Aygul sambil menghentikan kegiatannya menyiangi sayur lalu melihat ke arah izza.


Izza memberikan dua paper bag untuk Aygul. "Ini untuk Izza dan yang satunya untuk Kakak. Izza ingin kita bertiga dengan Ibu memakai kebaya kembar saat Izza wisuda.


Aygul menerima paper bag warna coklat itu dari tangan Izza. Kemudian dia membuka pita merah penghias nya dan mengeluarkan kebaya broklat warna merah marun berpayet cristal swasroski.


Matanya tampak terbelalak melihat kebaya cantik itu dia sungguh mengagumi kebaya tadi. Namun sepucuk amplop putih meluncur di pangkuannya.

__ADS_1


"Apa ini ?!" tanya Aygul terkejut.


Izza memungut amplop yang ada di pangkuan Aygul. Lalu membuka amplop tadi terlihat beberapa foto. Karena penasaran dia melihat dengan seksama foto-foto itu.


Foto gadis kecil berambut pirang di dalam gendongan seorang wanita bule juga. Lalu foto gadis remaja yang sangat cantik sedang menunggu saqa (bus). Dan ada dua lembat lagi foto wanita dewasa yang sedang tersenyum menggendong kucing jenis mancone berbulu lebat.


"Kak, ini siapa?" tanya Izza


Aygul meraih foto itu dan terbelalak melihat foto iti adalah foto dirinya saat balita hingga foto saat sebelum kecelakaan mobil dengan Mr Brendon.


"My God ! Itu aku ! darimana foto-foto ini Izza?" tanya Aygul cemas. Karena dia tak mengerti kenapa tiba-tiba ada foto masa kecilnya di dalam paper bag kebaya itu.


Zein melihat foto itu kemudian melihat Aygul dan Izza. Rasa kuatir nya mulai tampak wajahnya mendadak tegang, dia mengingat ingat kejadian sebelum mereka ke rumah Hafiz.


Zein ingat setelah dari bandara dia langsung mengantar Izza ke kampus lalu mereka ke butik langganan keluarga Candra untuk mengambil kebaya dan letaknya di dalam Mall di dekat rumah sakitnya. Setelah itu mereka langsung menuju ke rumah Hafiz.


Apakah saat di butik tadi ada yang membuntuti mereka berdua? Di dalam butik tadi kebetulan ada beberapa pengunjung yang keluar masuk. Namun dia tak ingat wajah orang yang mencurigakan mereka.


"Kita harus menanyakan pada petugas butik cctv yang ada disana." akhirnya Zein mengusulkan sesuatu yang masuk akal.


"Ay, dont worry oke. Semua akan baik-baik saja. Aku akan menelpon Hafiz agar dia lebih berhati-hati lagi"


Zein menenangkan calon kakak iparnya itu karena melihat kepanikan di mata calon iparnya.


Izza menepuk-tepuk tangan kakaknya. Lalu memeluk nya, Aygul berpikir pasti orang yang menhirimkan foto itu sudah menguntit Izza sejak dari bandara. Dan penguntit itu sudah tahu keberadaan Aygul disini. Bisa jadi mereka semua sedang di incar oleh suruhan Fritz.

__ADS_1


__ADS_2