Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Orang tua dan keluarga nya selamat


__ADS_3

Aldo sudah berada di depan halaman kedutaan besar Turkieye dan disana ternyata sudah banyak orang yang ingin mengetahui kabar keluarga mereka disana. Dan para jurnalis pencari berita juga telah sigap memanggul kamera serta alat-alat perekam.


Para warga yang memiliki keluarga disana kuatir karena gempa itu sangat dasyat sehingga menimbulkan efek hingga ke Negara Syuriah. Berharap keluarga mereka disana tidak menjadi korban.


Tak lama kemudian dua orang security membuka kan gerbang hitam yang menjulang tinggi ke angkasa itu dengan raut wajah yang muram.


Mereka mempersilahkan para warga yang penasaran mencari info tentang keberadaan sanak kadang mereka disana dan mereka merangsek untuk masuk ke dalam gedung. Disana ternyata sang duta besar sudah bersiap memberikan keterangan press conference di hadapan awak media peliput berita. Aldo merangsek maju ke depan setelah berhasil. Memarkir kendaraan nya di depan halaman kedubes yang penuh sesak warga.


Mr Karaman sebagai wakil dari duta besar negara Turkiye menyampaikan berita duka yang telah terjadi di negara nya. Dan saat ini korban belum bisa di pastikan jumlah nya karena para pejabat setempat tidak bisa berkomunikasi dengan duta besar mereka yang ada negara-negara sahabat karena sebagian besar alat komunikasi disana terputus karena bencana gempa tersebut.


Aldo manggut-manggut tanda dia memahami sesuatu kenapa orang tua dan keluarga Aygul tidak bisa di hubungi saat ini karena memang disana semua komunikasi terputus saat ini namun bisa di pastikan gempa tidak terjadi di kota kelahiran Aygul. Melain kan di daerah perbatasan Syuriah.


Ada kelegaan di hati lelaki tampan berkumis tipis itu dia bisa menyampaikan berita ini ke atasan nya secepatnya karena berita nya sangat di nantikan keluarga besar Hafiz Birendra.


Setelah mendapatkan informasi penting secukup nya, Aldo bergegas kembali ke mobil nya dan segera menuju ke kediaman keluarga besar Birendra.


Selama di perjalanan sudah 3 x dering ponsel nya berbunyi nyaring dan itu semua dari sang atasan yang tak sabar ingin segera mengetahui berita keluarga mertua nya di sana.


Sabar Pak Bos...sabar sebentar lagi saya sampai di rumah anda. Batin Aldo sendiri karena dia sedang konsen menyetir agar segera sampai di rumah dan 5 menit lagi dia akan tiba di rumah megah sang atasan.

__ADS_1


Selain itu ada beberapa polisi di titik ruas jalan yang di laluo Aldo sehingga tidak memungkin kan dia menerima panggilan dari Hafiz itu.


Mobil Aldo sudah terparkir rapi di depan halaman rumah, security sudah membuka gerbang dan lelaki tinggi gagah itu masuk ke dalam rumah. Dengan santun dia mengucap salam kepada si empu nya rumah. Atiah berjalan terburu-buru membuka kan pintu dan dia melihat asisten sang tuan muda sudah berdiri di depan pintu dan dia langsung menyuruh nya masul menunggu di ruang tamu.


Hafiz keluar dari kamar nya dengan wajah bersungut-sungut karena kesal sedari tadi telpon nya diabaikan oleh Aldo. Wajah nya masam melihat sang asisten yang setia itu.


"Maaf Pak, saya tidak bisa mengangkat telpon bapak karena di jalan tadi ada serombongam polisi sedang patroli, takut kena tilang" jelas nya dengan wajah menunduk.


Hafiz yang tadi nya kesal akhirnya menghela nafas nya.Dia juga tak mungkin memarahi sang asisten karena masalah sepele itu dan lagi dia juga sudah merepotkan Aldo dengan perintah nya tadi.


"Its okay jadi gimana kabar yang kamu dapat dari kedubes Turkiye?" tanya si bos langsung tanpa basa basi lagi.


Namun Aldo mencoba menghibur dia mengatakan jika ibukota dan kota kelahiran Nyonya Aygul sudah bisa di pastikam tidak terkena bencana gempa namun terkena imbas dari tidak bisa nya komunikasi karena jaringan penghubung nya terputus sehingga pemerintah setempat masih berupaya memperbaiki dengan segera.


Lelaki yang akan menjadi seorang ayah itu tampak lega wajah nya menjadi cerah setidak nya ada harapan keluarga besar dang istri selamat dari gempa. Mungkin mereka juga kesulitan komunikasi dengan keluarga disini. Sehingga jalan satu-satu nya adalah menunggu.


Hafiz menyuruh Aldo untuk sarapan bersama nya dan kebetulan memang lelaki itu belum makan sejak berangkat dari rumah karena terburu-buru.


Suara denting sendok dan garpu yang beradu di piring keramik itu terdengar riuh masakan nasi uduk dengan Ayam goreng kalasan ini menggugah selera makan mereka. Karena waktu makan pagi sudah lewat dari 1 jam yang lalu mereka menganggap ini makan siang yang terlalu awal. Aygul sudah tenang dan Hafiz pun tadi sudah memberikan informasi penting Aldo setidak nya pikiran istri nya tidak sekacau tadi pagi.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan nya Hafiz dan Aldo pamit ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang sedikit terbengkalai. Ibu yang sedang cuti tidak keberatan menjaga dan menemani sang menantu.


Setelah keberangkatan Hafiz ke kantor bersama Aldo, Ibu menelpon dr Ratih untk mengkonsul kan kesehatan menantu nya dan karena dr Ratih juga merindukan sang kakak Angkat serta ingin mengetahui rumah baru Hafiz maka dia bersedia datang visite ke rumah keluarga pasangan muda itu sembari memeriksa kehamilan dan kesehatan Aygul.


 


Dewi duduk termenung di apartemen nya, hari ini dia sengaja meminta ijin tidak masuk kerja pada Mr Fangfang karena ingin pergi ke hotel tempat menginap Leon Dominic, semalam lelaki itu mengatakan ingin memberi nya kejutan spesial untuk nya, dan dia juga ingin menyudahi hubungan terlarang nya dengan Leon.


Dia tak mau lagi tertular penyakit kelamin oleh lelaki itu. Dia ingin menjauhi Leon dan akan memutuskan hubungan gila itu. Dia tak mau menyiksa diri nya lagi dengan melayani lelaki penjaja cinta wanita. Cukup sudah dia terjerumus di lembah kesesatan karena kebutuhan materi dan nafsu nya yang membuat nya mengalami kerugian yang lebih besar.


Tiba-tiba dia teringat wajah ibu nya yang berlinang air mata saat melihat nya keluar rumah menyeret koper besar karena di usir oleh sang Ayah. Dia teringat bayi mungil nya yang sekarang entah dimana. Dia rindu bau wangi tubuh anak bayi yang sempat di beri nya ASI eksklusif selama 5 hari lama nya.


Air mata nya menetes dengan deras dari kedua mata nya yang sayu. Dia meremas popok bayi milik anak nya yang selalubdi bawa nya kemana-mana.


" Ananta...hiks..hikss..hikss..Mami rindu kamu nak...dimana kamu berada?" tangis nya makin keras dari isak menjadi raungan kecil. Dia menjatuh kan bobot tubuh nya di atas lantai yang berada di sebelah ranjang springbed nya.


Dewi memejam kan mata lagi hidung nya kembang kempis menahan ingus yang sejak tadi berada di ujung hidung nya. Tak munafik jika Dewi sekarang berubah seperti ini karena keadaan yang membuat nya harus bersikap matrealistis dan tak punya perasaan sama orang lain.


Hati nya telah terluka sangat dalam karena orang terdekat nya. Dewi hamil karena perkosaan sang lelaki yang tak bertanggung jawab.

__ADS_1


Lalu Ayah nya yang tak menghendaki anak nya di asuh oleh nya dan memberi nya pilihan sulit antara memilih anak yang tak di harap kan nya atau orang tua yang melindungi nya sejak kecil.


__ADS_2