
Dewi menangis hingga tertidur selama satu jam hingga dia terbangun karena merasakan kaki nya yang kesemutan karena posisi nya menekuk.
Wanita itu berjanji akan berubah menjadi orang yang baik lagi karena dia ingin sekali bertemu anak nya. Bayi mungil nya itu pasti telah tumbuh menjadi anak yang cantik seperti diri nya. Mungkin Ananda berusia 5 tahun sekarang.
Bayangan kelam saat dia di caci maki orang orang tua Bianca karena telah memenjarakan Kevin berkelebat lagi di mata nya. Dendam kesumat nya pada laki-laki membuat nya menjadi seperti ini. Dia hanya ingin berkelana dari satu lelaki ke lelaki lain karena membutuh kan uang untuk menyambung hidup dan mencari anak nya yang di buang oleh sang Ayah.
Ananta bayi cantik yang malang yang kelahiran nya tidak di harap kan oleh kakek nya itu terpaksa di berikan kepada seorang ibu pengasuh panti asuhan yang menampung anak yatim piatu dan anak-anak terlantar.
Sang Ayah berjanji akan selalu memberikan Santunan tiap bulan dan biaya untuk mengurus cucu nya, namun suatu musibah terjadi panti asuhan itu terbakar habis dan kebetulan tidak ada korban jiwa hanya saja seluruh penghuni nya pindah ke kota lain karena ada seorang donatur yang dermawan menawarkan rumah besar untuk di huni oleh mereka.
Daripada membangun rumah panti yang sudah menjadi puing-puing itu, lebih baik dana nya untuk kesejahteraan anak-anak yang ada disana. 30 anak panti yang berusia antara 2-12 tahun membutuh kan biaya yang tak sedikit untuk biaya hidup nya. Maka Ibu Panti pun memutus kan menerima tawaran sang dermawan untuk pindah ke Kota sebelah.
Dan kesalahan Papa nya Dewi saat itu tak pernah menanyakan keadaan cucu nya, jangan kan bertanya kondisi panti, tanya kondisi cucu nya saja tak pernah, dia hanya mengirim sejumlah uang dengan cara transfer saja dan ibu panti pun tak pernah bisa menghubungi para donatur panti karena ponsel nya ikut terbakar dan semua dokumen dan data-data anak panti maupun donatur telah habis terbakar tak menyisakan apa pun.
Sehingga saat mereka pindah hanya para donatur tetap yang rajin berkunjung saja yang mereka beritahu dan pamiti selebihnya nya Bu Panti hanya menitip pesan jika ada ynag mencari keberadaan mereka semua, bisa datang ke kota sebelah yang berjarak 100 km dari kota asal nya.
Dan satu tahun setelah kejadian kebakaran itu Papa Dewi baru menelpon ponsel Ibu Panti yang sudah tidak aktif lagi. Dewi meraung-raung mencari anak nya karena dia sudah lama tak bertemu dan puncak kemarahan nya pada sang Ayah ketika dengan santai nya si Ayah tak merasa bersalah dan berdosa ketika kehilangan kontak dengan panti.
Kini setelah 5 tahun berlalu Dewi makin mantap kan diri mencari anak nya tak perduli lagi dengan larangan dan ancaman sang Ayah yang tak mau mengakui cucu dari anak nya.
Dia bertekad mengambil Ananta kembali ke pelukan nya apapun yang terjadi karena bayi itu tak bersalah.
Secara financial Dewi merasa cukup untuk menghidupi anak nya dan sekarang waktu yang tepat untuk menjemput Ananda.
Dan beberapa waktu yang lalu dia benar-benar telah jatuh hati pada Adelia, gadis kecil yang di duga nya Ananta yang telah berganti nama.
__ADS_1
Dia sudah lama mencari dan sekarang seolah Tuhan sedang menuntun langkah nya untuk menemukan anaknya di acara Aygul kemarin namun dia tidak boleh besar hati dulu karena segala kemungkinan salah orang itu ada.
Dewi membuka aplikasi Utub dan mencari chanel dakwah seorang ustad yang berkharisma. Sudah beberapa waktu yang lalu dia sering mendengar kan kajian sang ustadz karena itu hati nya menjadi lebih tenang dan damai.
Sudah hampir 2 Minggu dia berusaha untuk menjalan kan kewajiban nya sebagai seorang hamba yang membutuh kan kasih sayang Tuhan Nya. Dia mulai rajin beribadah sholat dan membaca buku agama tentang tata cara pertobatan.
Dia benar-benar ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik dan meninggal kan dunia gelap nya yang membuat nya memiliki penyakit laknat itu sebelum menjadi parah dan terkena penyakit seksual lain yang lebih berbahaya seperti Aids. Dia bergidik takut.
Malam nanti dia akan menemui Leon dan akan mengucapkan kata perpisahan pada lelaki itu, dia tak mau lagi berurusan dengan kehidupan lelaki layer itu. Ada rasa Bimbang ketika dia akan menekan nomer ponsel Leon namun sekelebat bayangan senyum manis Adelia kembali memantap kan hati nya untuk tetap ke apartemen Leon saja untuk memutuskan sepihak hubungan gila mereka.
Leon sedang berendam di dalam bath up kamar mandi apartemen mewah nya dia sengaja menciptakan suasana romantis dengan menyalakan lilin aroma therapi di kamar mandi dan menaburkan berhelai-helai kelopak mawar merah di ranjang nya untuk menyambut kedatangan Dewi.
Wanita lokal ini sangat lihay bermain cinta dan tubuh nya bagai candu yang memabuk kan jiwa nya. Jangan tanya berapa banyak uang yang dia berikan untuk Dewi karena bagi nya servis dewi adalah segala nya.
Sebenar nya dia mulai jatuh cinta pada sosok wanita yang hampir 2 bulan ini membersamai nya mereguk malam-malam panjang nya di hotel maupun apartemen. Dewi yang terkesan ceria dan pandai membuat lelaki terpesona dengan aura kecantikan nya ternyata sering menangis ketika berada di dalam kamar mandi setelah melewati keindahan asmara sesaat nya.
Ting...tong...
Ting....tong...
Bel di apartemen nya berbunyi nyaring berkali-kali, rasa nya malas sekali untuk membuka kan pintu untuk di tamu. Namun dia segera tersadar jika saat ini dia sedang menanti Dewi.
Dengan cepat dia meraih handuk putih yang tercampir di pinggir bath up dan melilit kan ke pinggang nya. Tubuh nya kekar dan six pax seperti roti sobek kotak-kotak. Gadis normal pasti akan tergiur melihat tubuh nya yang atletis dan bersedia suka rela menaiki ranjang nya yang gratis.
ceklek..
__ADS_1
Leon memutar anak kunci yang menempel di lubang pintu. Hanya Seperempat pintu saja dia buka untuk keamanan.
Sosok cantik yang memakai blouse berwarna biru elektric dan rambut ikal nya di kucir ke atas memperlihatkan jenjang leher nya yang mulus.
"Haiii sayang.. ayo masuk!" titah nya ketika melihat Dewi.
Dan Wanita itu berjalan masuk melewati tubuh nya yang berbau harum sabun maskulin. Hidung nya menghidu bau khas lelaki itu dengan dada bergetar. Seolah naluri nya berkata untuk tetap meneruskan menghidu dan segera menuntas kan hasrat nya yang menggelegak haus belaian lelaki.
Leon menutup pintu apartemen dan mengunci nya lagi lalu dia memeluk Dewi dari belakang dan Reflek wanita cantik itu mendorong nya ke belakang.
"Why? Oh my Godness you are very beautiful dear! " Leon menyangka Dewi hanya bercanda mendorong nya seperti yang sudah-sudah.
"Saya mau kita stop sampai disini. Enough! aku gak mau lagi terkena penyakit terkutuk itu! stop it! " isak Dewi tiba-tiba
Leon bingung dengan perkataan Dewi yang tak biasa menolak nya. Dia terdiam di tempat nya masih dengan handuk putih yang melilit di pinggang nya.
"Leon, aku mau kamu jujur. Apakah kamu memiliki penyakit menular seksual? " berondong nya langsung
Leon terdiam dia terkejut juga kenapa Dewi tiba-tiba menanyakan hal yang memalukan itu. Dia sudah berusaha menutupi riwayat penyakit nya dan dokter pun telah mengatakan sehat saat terakhir kali dia periksa.
"No! " jawab nya tegas namun tak urung tetap membuat nya malu dan gengsi jika Dewi sampai tahu.
"Bullshitt! aku tahu kamu bohong Leon! dan mulai hari ini kita putus! jangan ganggu aku lagi dan aku pun demikian. " tegas sekali Dewi berkata.
"Jika kamu masih ingin menyentuh ku maka bersiap lah mendapat kan penyakit laknat itu! So lebih baik mulai detik ini juga kita putus! "
__ADS_1
Leon terbelalak tak percaya jika Dewi mendapatkan penyakit kelamin yang pernah di derita nya dan dia sekarang juga takut tertular lagi. Jadi dengan mudah nya dia pun menyuruh Dewi pergi.
Tanpa menunggu 3 x usiran Leon, Dewi segera kabur dari apartemen itu, Dewi sengaja mengatakan hal itu agar Leon tak mencari nya lagi atau menyuruh orang-orang nya untuk menyakiti Dewi seperti para wanita yang di kencan nya selama ini