
Hafiz terjaga dari tidurnya, dia menggeliat ke kanan dan ke kiri mengolah ragakan badannya yang terasa pegal karena Aygul tidur menindih lengannya. Perlahan kepala Aygul di letakkan di atas bantal.
Sambil menguap dia berjalan keluar menuju dapur karena ingin mengambil air mineral. Rasa haus terpaksa membuatnya mengisi kembali botol minuman yang sudah kosong dari nakas nya.
Biasanya di rumah lama sebuah dispenser selalu tersedia di kamar namun dia belum sempat melengkapi isi kamarnya saat ini.
Botol air sebanyak 2liter telah terisi penuh dengan air hangat, lalu dia menutup pintu dapurnya, saat mau berbalik kanan tiba-tiba tubuhnya ada yang mendekap dari belakang dengan erat. Karena terkejut dia menjatuhkan botol minuman nya ke lantai dan menimbulkan bunyi berisik karena botolnya terbuat dari kaca.
'Prang....
"Astaghfirulloh hal adzim!" serunya terkejut lalu dia berbalik menghadap orang yang memeluknya.
"Dewi!! apa yang kamu lakukan?! Lepaskan! " Hafiz menghardik wanita itu dengan spontan. Dia tak menyangka jika yang mendekap nya adalah Dewi. Dia tak tahu jika gadis itu menginap di rumahnya.
Sepasang mata biru melihat kejadian itu dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sangat terluka melihat suaminya berada di dalam dekapan wanita lain.
Aygul terbangun saat dia merasakan tangannya tak menyentuh tubuh suaminya, perlahan dia bangkit dari tidurnya dan berguling-guling ke pingit ranjang kemudian duduk di kursi roda yang berada di samping ranjangnya.
Dan dia terkejut melihat Hafiz sudah di dekap dari belakang oleh Dewi yang memakai gaun tidur yang sexy dan memperlihatkan belahan dadanya. Dia pun mendengar Hafiz menghardik Dewi namun tetap saja hatinya terasa perih sakit tak berdarah. Cemburu yang pasti.
Untung nya kegaduhan itu tak membangun kan orang tua Aygul. Namun Bu Candra terbangun dan keluar kamar, dia terkejut melihat pecahan kaca yang berserakan.
Dewi berdiri mematung karena dia tak menyangka akan di bentak oleh Hafiz lelaki yang di cintainya itu. Bu Candra tak mendapati Aygul yang sudah masuk ke kamar dengan mata sembab.
__ADS_1
"Ada apa nak? apa yang pecah? kenapa bisa pecah? " tanya Bu candra sambil menyelidiki kedua orang itu.
"Ehmmm... maaf Bu, tadi Hafiz terkejut karena tak sengaja bertabrakan dengan Dewi yang mau mengambil minum" kata Hafiz menutupi kelakuan Dewi. Setelah karena dia tak ingin membuat gaduh malam ini. Dia akan menegur Dewi lagi besok pagi.
"Owh begitu ya sudah tolong kamu bersihkan pecahan kaca nya nak, Ibu takut kalau besok pagi mencelakai orang lain yang lewat disini tanpa alas kaki" Lalu Bu Candra kembali ke kamar nya.
Setelah menunggu ibunya benar-benar telah masuk ke kamar, Hafiz segera mencekal tangan Dewi. Dia mencengkeram lengan gadis itu dengan erat dan memandang wajah nya dengan sorot tak biasa.
"Apa yang kamu lakukan disini! Mau kamu apa Hah? !" tanya Hafiz pelan namun penuh penekanan.
Anehnya gadis itu tak menampakkan rasa sungkan ataupun takut di wajahnya. Justru dia merasa senang di perlakukan Hafiz seperti itu.
"Aku mau Kamu Mas! aku rela menyerah kan diriku padamu tanpa syarat." katanya genit sambil menatap mata teduh lelaki itu.
"Iya benar, aku memang tergila-gila sama kamu Mas. Aku cinta sama kamu! "jawab Dewi tenang sambil mengelus lengannya yang di cengkeram oleh tangan kekar Hafiz.
"Sinting! Setelah subuh besok kamu harus keluar dari rumahku! kalau tidak, aku akan mengusirmu terang-terangan di hadapan orang tuaku! " Hafiz masih kesal dan dia menyentakan tangan nya yang di pegang oleh Dewi. Lalu Hafiz segera mengambil sapu dan pengki untuk membereskan pecahan beling botol minuman nya.
Dewi masih tersenyum menyerigai wajah nya terlihat tanpa dosa dan tak merasa bersalah lalu pergi meninggalkan Hafiz yang sedang menyapu lantai.
Setelah semua bersih karena Hafiz juga mengepel juga, laki-laki itu kembali masuk ke kamar nya dengan membawa sebotol plastik air mineral hangat.
Waktunya terbuang lumayan lama untuk membereskan kekacauan yang tak di sengajanya tadi. Dengan perlahan dia memutar gagang pintu kamar nya yang terlihat temaram. Pelan-pelan dia meletakkan botol Minum nya ke atas nakas. Kemudian dia membaringkan tubuhnya lagi di atas ranjang.
__ADS_1
Dia memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan penuh cinta, lalu tak lama dia sudah berlayar ke pulau mimpi karena rasa lelah. Aygul sebenarnya belum tertidur saat Hafiz masuk kamar dan memeluknya dari belakang, namun dia enggan membuka matanya karena hatinya masih terasa pedih melihat suaminya dengan Dewi.
Dia tahu Hafiz tak Meladeni Dewi tapi biar bagaimana pun rasanya sangat sakit karena suaminya di inginkan oleh wanita yang lebih sempurna dari nya.
Besok dia akan menanyakan langsung pada Hafiz kejadian apa yang terjadi tadi. Dia tak mau memendam rasa sakit di hatinya setelah melihat semua itu.
--------
Pagi ini semua anggota keluarga telah berada di ruang makan, hidangan makan pagi telah di sediakan oleh Bibi dan dua asistennya. Semua telah berkumpul kecuali Dewi yang tak terlihat di meja makan.
Ibu menanyakan keberadaan Dewi pada Izza. Karena anak gadis nya itu tampak turun sendirian dari kamar atas.
"Lho kok turun sendirian saja nak, mana Kak Dewi? kita sarapan bersama"
"Ehmm.. tadi subuh Kak Dewi pamit pulang Bu, katanya ada janji sama Bos nya pukul 06.00 wib dia gak mau terlambat jadi lepas adzan tadi dia udah pulang. "
Ibu mengangguk anggukan kepala mencoba mengerti namun tidak bagi Hafiz, dia sudah tahu jika Dewi benar-benar mematuhi perintahnya untuk angkat kaki setelah subuh.
Dia melirik istrinya yang terlihat murung lagi. Aduh ada apa lagi dengan istri ku ini? batin Hafiz lagi, kemarin Aygul masih tertawa ceria kenapa sekarang tampak mendung lagi di wajahnya?
Karena hidangan sudah siap makan pagi mulai di lakukan semua anggota keluarga. Pak Candra mulai berangkat ke kantor dan Bu Candra juga berangkat puskesmas tempat dinasnya. Izza juga kembali ke rumah induk karena pagi ini mau ke kampus untuk menyelesaikan berkas penting untukmu wisuda minggu depan.
Tinggal lah Hafiz,Aygul dan kedua orang tua Aygul. Mereka tampak senang akhirnya anak dan menantunya bisa tinggal di rumah sendiri dan tibalah saatnya Baba mengutarakan keinginan nya untuk pulang ke Turki dalam satu Minggu ke depan. Karena visa nya sudah habis dan urusan di Turki masih banyak yang terbengkalai karena kepergian nya selama ini. Aygul merengek ingin ikut lagi. Dia sangat sedih harus berpisah dengan orang tuanya.
__ADS_1
Hafiz mencoba membujuk istrinya dengan mengatakan akan mengantarkan nya ke Turki lagi nanti setelah proyeknya dengan selesai.