
Hafiz datang ke kantor dengan wajah lesu dan kuyu. Matanya tak bersinar seperti biasanya. Para karyawan jadi segan ketika melihat pimpinan mereka masuk dengan wajah yang muram.
Aldo berpapasan dengan Hafiz ketika akan mengambil dokumen di ruang meeting. Aldo melihat sang Bos sedang tak bersemangat padahal kemarin wajah nya terlihat bahagia dan cerah semerah awan biru saat siang.
"Selamat pagi Pak! " sapa Aldo
"Pagi! " balas nya pendek lalu masuk ke ruangannya. Dia sampai tak melirik sekertarisnya yang sudah berdiri ketika dia datang.
Hafiz menutup rapat pintu ruangannya, Ira tampak bingung dengan sikap Hafi yang tak biasa. Dia menanyakan pada Aldo melalui isyarat mata dan mulutnya yang bertanya kenapa?
Lalu di balas dengam gelengkan kepala dan mengedikkan bahu bidang nya. Beberapa saat kemudian telpon penghubung ruangan Ira berbunyi.
"Iya Pak, baik segera saya kerjakan." Ternyata Hafiz menyuruh nya untuk menyiapkan dokumen kerjasama dengan agency tuan Fangfang.
Aldo kembali ke ruangannya,tak lama kemudian dia sudah kembali lagi ke hadapan Ira karena Hafiz memerintahkan untuk Menghadapnya.
Dokumen setebal dua buku jari yang di tumpuk menjadi satu sudah ada di tangan Aldo. Data legalitas Agency dan surat perjanjian kontrak kerjasama di atas materai juga sudah di siapkan.
"Ini Pak dokumen yang Bapak minta."
Hafiz mengambil dokumen itu dari tangan Aldo. Dia membaca sebentar poin- poin penting yang di carinya selama ini.
Kemudian dia meminta Aldo untuk mencari legalitas perusahaan nya ke pihak Legal office. Aldo menelpon bagian legal melalui interkom.
__ADS_1
"Pak Hafiz apa menemukan kejanggalan dokumen mereka? "tanya Aldo memancing. Sebenarnya dia sudah mengetahui ada beberapa dokumen Dr Fangfang itu palsu. Namun dia masih diam saja karena ingin mengetahui seberapa jeli pimpinannya.
"Iya Karena itu saya minta dokumen legal kita agar daya bisa bandingkan. Karena saya tak bertindak gegabah dengan terburu-buru menuduh tanpa bukti yang otentik"
Pintu di ketuk beberpa kali dari luar, Aldo membuka kan pintu nya, seorang lelaki muda membawa berkas yang dia minta.
"Makasih Pak Yuda. " Kata Aldo setelah menerima berkas itu. Yuda menganguk dan kembali ke ruangannya lagi.
Aldo duduk di depan meja Hafiz lelaki itu terlihat muram ingin sekali dia menanyakan pada nya apakah ada suatu hal yang membuat wajahnya mendung.
Detik demi detik terasa berdetak sangat lama karena keheningan mereka berdua. Padahal Aldo baru 5 menit duduk di depan Hafiz. Dia ingin mendengar keluh kesah langsung dari mulut Bos nya karena tak etis bila dia yang mengorek informasi pribadi Bos sekaligus sahabatnya itu.
"Aldo, jika kita membatalkan kerjasama dengan Mr Fangfang, apakah kita menyalahi kontrak dan mendapatkan pinalti? " tanya Hafiz Tiba-tiba.
Hafiz menggaruk kepalanya yang tak gatal dia bingung harus melakukan tindakan apa lagi pada Dewi, setelah perlakuan Dewi padanya semalam.
Dia tak ingin bertindak tidak profesional Gara-gara gadis yang terobsesi dengannya itu. Dengan setengah hati dia menceritakan sikap Dewi tadi malam yang di luar batas karena Sudah membuatnya tidak nyaman dan mengganggu rumah tangga nya.
Aldo geram mendengar penuturan Hafis dia ingin sekali memberi pelajaran pada gadis itu. Setelah ini dia kan menelpon gadis itu karena kesal. Kemarin dia sudah mengingatkan Dewi tapu gadis itu sepertinya mengabaikan peringatan nya.
"Pak kalau anda membatalkan kontrak dengan alasan seperti itu maka perusahaan ini akan kena penalti karena alasan Bapak itu tidak termasuk di dlaam draft MOU, Karena itu termasuk tanah pribadi. Selain itu Bapak tidak memiliki bukti saat Dewi melakukan hal yang tidak baik tersebut. "
Hafiz memukul meja dengan gemas. Dia benar-benar kesal sekali. Dia menyesal menanda tangani perjanjian dengan Agency itu.
__ADS_1
Dia memikirkan cara yang tepat untuk menghindari Dewi baik di kantor maupun di rumah. Dia tak ingin orangtuanya marah karena mengetahui Sikap nya yang kasar pada Dewi. Biar bagaimanapun di mata Pak Candra dan istrinya Dewi adalah gadis yang manis dan teman kecil anak mereka padahal gadis itu pandai bersandiwara di depan orang tuanya.
Dia berpikir keras dia harus main cantik agar orang tuanya tahu sendiri sikap liar dan penggoda gadis itu. Atau dia harus mendapatkan bukti bahwa gadis itu sudah berubah wataknya.
Pak Candra dan Papa Dewi dulu sangat akrab bahkan mereka seperti keluarga karena itu Pak Candra dan istri nya juga menyayangi anak-anak dari keluarga Dewi.
Tepat pukul 09.00 Wib Hafiz mengajak Aldo berangkat ke kantor Pak Dirjen. Dia meminta Aldo tidak mengatakan pada siapa pun tentang sikap kurang ajar Dewi padanya. Dan seperti biasa Aldo siap melindungi privacy bos mudanya itu.
--------
Di rumah Aygul mulai belajar berdiri merambat ke dinding tembok. Diam-diam mulai menjalani aktifitas fisik nya itu tanpa di ketahui siapapun termasuk orang tuanya. Dia ingin memberi kejutan pada semua orang tercintanya.
Baba dan Anne sedang merapikan pakaian dan barang yang akan di bawang kembali ke negaranya, mereka mendapatkan souvenir dari besannya berupa hiasan dinding yang terbuat dari kulit berupa wayang kulit serta beberpa macam kopi buatan pabrik besannya.
Sedih rasanya harus meninggalkan anak satu-satu nya yang mereka miliki untuk tinggal jauh dari mereka. Mata Anne tampak sembab berulang kali dia menyeka air matanya dan hidung nya mulai tersumbat.
"Sudah lah Anne, kita pasti aakan kembali kesini dalam beberapa bulan lagi. Jangan membuat Aygul berat kita tinggalkan. Ingat Aygul telah menjadi milik orang. Percayakan lah Aygul keluarga Pak Candra terutama pada Hafiz suaminya.
"Anne takut dia sedih dan tak bahagia Baba, apa tidak sebaiknya kita suruh Hafiz pindah ke negara kita? dan membangun bisnis nya disana. Bukan lah dia juga mencintai Turki? " saran Anne.
Baba menggelengkan kepala tanda tak setuju dengan ide istrinya. Semua itu akan memperumit keluarga baru anaknya.Kasihan Hafiz akan jika harus bolak balik ke Turki atau pindah ke Turki dia akan kehilangan banyak hal terutama bisnisnya disini.
Baba mengajak Anne untuk menengok Aygul di kamarnya dan ingin mengajak anak nyak itu berjalan keluar menghirup udara segar di taman yang sedang di tumbuhi bunga Mawar Merah kesukaannya
__ADS_1