
Kevin menarik tangan kanan Dewi ke arah parkiran motor yang ada di belakang sekolah. Dewi berjalan tertatih tatih karena masih merasakan nyeri di pangkal paha nya. Air matanya mengalir tanpa henti hingga dia menyentakkan tangan nya dengan kasar.
Kevin berhenti berjalan dan dia terbelalak melihat Dewi yang diam mematung di belakang nya Sambil berurai air mata.
"Bajingan kamu Kevin!" Dewi langsung menampar wajah Kevin meluapkan amarah yang sedari tadi di tahan nya. Gemuruh di dadanya seakan ingin di muntah kan ke wajah lelaki brengsek itu.
Kevin hanya tersenyum miring menerima tamparan Dewi yang murka. Saat ini kesadaran nya belum benar-benar pulih daei obat perangsang yang di berikan Bianca tadi siang. Hawa panas di tubuh rasa nya masih ingin di lampiaskna lagi pada gadis yang membuatnya tergila-gila itu. Amarah dan benci bercampur menjadi satu pada pandangan mata Dewi.
"Oh sayang, jangan munafik kamu, tadi kamu juga menikmati permainan ku kan?"Kevin terkekeh melihat mangsanya menangis dan wajah nya terlihat gusar.
"Kenapa kami tega sekali padaku Kak! Apa salah ku pada mu!! Lebih baik kau bunuh aku saja!!" teriak Dewi bercampur sesenggukan.
"Kamu tidak salah sayang, aku cinta kamu !!" jawab Kevin sambil berusaha meraih tangan Dewi lagi.
Dewi berusaha menepis tangan kotor Kevin dan mendorong dada Kevin kebelakang hingga lelaki itu jatuh terduduk membentur dinding. Posisi Kevin yang setengah nge fly membuatnya tak siap mendapat serangan gadis itu.
Ketika mendapati Kevin jatuh, tak mensia-sia kan kesempatan itu Dewi menendang tubuh Kevin dan menginjak kaki nya, lalu dia menendang ************ nya. Kevin mengaduh kesakitan tak menyangka jika gadis yang tadi di per-kosa nya itu ternyata memiliki kekuatan yang tak bisa di remehkan nya.
"Rasakan ini bajingan !! Mampus !!"teriaknya seperti kesetanan. Dan alhasil teriakan nya itu membuat beberapa orang siswa yang tadi melintasi toilet di belakang labiratorium menoleh menghampiri mereka.
2 orang siswi dan 2 orang siswa seangkatan Dewi terkejut melihat seorang laki-laki yang merintih kesakitan di tanah sambil meringkuk menutupi bagian intinya yang sakit. Dewi sudah tak ada di tempat dia berlari keluar sekolah melewati gerbang belakang yang tak di jaga oleh security sesaat tadi dia melihat gerakan beberapa orang siswa yang mendatangi tempat mereka.
Dewi berlari tanpa memperhatikan keadaan baju nya yang telah robek di bagian lengan dan kotor karena tadi dia sempat terjatuh saat berlari. Dia bingung dengan keadaanya sekarang. Tas nya tertinggal di ruang OSIS di tangan nya tak memegang sepeser uang sama sekali.
Untung lah ada sebuah taxi yang melintasi jalan raya tempat nya berdiri dari tadi. Tanpa banyak pikir dia segera menghentikan taxi itu dan nanti dia bisa meminta uang pada Ibu nya saat tiba di rumah.
__ADS_1
Kondisi Kevin yang babak belur itu membuat iba siswa siswi yang menemukan nya, dan ada salah satu siswi yang mengenalnya.
"Lho ini kan Kevin, kenapa sampai babak belur begini?" tanya gadis itu sambil melihat Kevin yang masih meringkuk di tanah kotor.
"Kamu kenal dia ?" tanya siswa yang datang bersama nya tadi.
"Iya ini Abang nya Bianca alumni SMA ini juga. Ayo kita bantu dulu bangun dan bawa ke Aula. Dan tolong kasih tahu Bianca kalau abang nya celaka!" Perintih Cintyia gadis yang mengenal Kevin itu.
Akhirnya Fakhri dan Aldy memapah Kevin menuju Aula yang sekarang jadi basecamp untuk acara Seni.
Wajah Kevin yang babak belur itu membuat para siswa siswi yang berada di Aula menjadi heboh. Mereka jadi kepo dengan keadaan Kevin.
Dina teman Cintyia itu mencari Bianca di halaman depan tempat kumpulnya para siswa dan guru untuk menikmati acara malam ini.
---
Tubuhnya mendadak lemas kepala nya pening dan seolah dunia berputar. Matanya berkunang-kunang dan saat dia hendak mencari pegangan di dinding.
Bruk! Gedebug!!
Tubuh nya terjatuh ke lantai untung saja lantai nya tidak basah sehingga kepala gadis itu tidak terbentur dengan keras.
Tubuhnya jatuh tertelungkup di depan pintu, selang 5 menit setelah dia tergeletak di lantai 2 orang siswi sedang masuk ke kamar mandi. Mereka berdua terkejut dan otomatis berteriak keras menarik perhatian siswa-siswi dan para guru yang kebetulan melintas disitu.
"tolonggggg....
__ADS_1
"toloooooongggg....
teriak kedua nya histeris melihat tubuh gadis malang itu. 3 orang siswa mendekati mereka dan seorang guru perempuan yang memakai seragam olah raga menerobos ke arah kerumunan para siswa.
"Astagfirullah, ini ada orang pingsan kenapa hanya berkerumun? Ayo bantu angkat tubuhnya!" titah nya pada siswa yang ada disitu.
Dengan perlahan Bu Sinta membalikkan tubuh Dewi dan dia terkejut melihat gadis itu ternyata murid teladan di sekolahnya dan termasuk murid yang berprestasi di bidang olah raga terutama Volly.
"Dewi?! ya Allah Apa yang terjadi nak? Fandy, Ivan dan Hey kamu! tolong bantu angkat Dewi darisini. Bawa ke UKS!" perintahnya lagi pada 3 orang siswa yang diam membatu disitu.
Ketiga orang tadi dengan sigap membopong tubuh Dewi yang lumayan sintal dan untung saja saat itu Dewi memakai celana legging untuk dalaman sehingga area intinya tidak terlihat.
Mereka membawa Dewi ke UKS dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Dewi terbangun ketika hidung nya mengendus bau aroma minyak kayu putih. Tiba-tiba matanya menjadi silau ketika lampu di nyalakan oleh Bu Dina guru BK.
"Syukurlah kalau sudah siuman. Apa yang terjadi pada kamu nak? " tanya Bu Dina lembut.
Dewi mengingat lagi kejadian yang menimpa dirinya dan dia baru sadar ketika dia ingat terjatuh ke kamar mandi saat akan membasuh wajahnya.
"Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba tubuh saya berasa lemas bu " Jawab pelan.
Bu Dina mendekatinya lalu memberikan segelas air teh manis yang tadi di pesan nya di kantin sekolah. Dewi meminumnya perlahan rasa hangat dan nyaman mulai membasahi tenggorokan dan lambungnya yang sedari tadi mual tak enak makan.
"Lebih baik setelah ini kamu pulang saja. Nanti kamu minta ijin sama wali kelas kamu. Saya akan menanda tangani surat ijin nya. " kata Bu Dina lagi.
Dewi mengangguk lalu dia berusaha bangun dari bed UKS namun tiba-tiba saja mata nya berkunang-kunang lagi dan tubuh nya limbung lagi atas bed.
__ADS_1
Bu Dina menghampiri nya dengan raut wajah cemas dia segera menghubungi dr Samara yang praktek di sekolah sebagai tim medis on call.