
Gadis berambut curly itu sebenarnya berparas cantik, kulitnya kuning langsat dan bulu matanya pun lentik alami. Dia juga gadis yang pandai bergaul namun ada satu rahasia kelam yang di sembunyikan nya. Dewi mengerjapkan mata nya yang pedih karena terkena maskara.
Dia melihat sebentar lagi Mr Fang Fang akan menjemput nya. Dia harus tampil secantik mungkin dinner malam ini agar client nya tertarik dan mau bekerja sama dalam mega proyek yang telah di kerjakan oleh perusahaan nya.
Dia mendapat tugas untuk meloby para pejabat agar mau memberikan perijinan untuk proyek Big Bos nya di daerah segitiga emas untuk mendirikan sebuah Mall plus condominium.
Di saat dia sedang mencoba gaun malam berwarna silver bertali satu dengan belahan dada rendah yang di belikan oleh Mr Vano teman kencan nya kemarin, ponselnya terdengar bersuara.
Secepat mungkin dia mengusap layar gawai nya.
"Yes Mr. Fang, I'll be ready in a moment"
Lalu dia segera menyambar tas tangan berwarna coklat ber merk nya dan ke luar rumah. Mobil Sedan warna hitam metalic berlogo Segitiga itu sudah berhenti di depan pagar rumah kost Dewi.
Kaca riben mobil sedan itu di turunkan dari dalam dan tampak seorang pria bermata sipit berperut tambun memakai setelan tuxedo berwarna hitam. Dasi kupu-kupu bertengger rapi di leher nya. Dia memberikan kode agar Dewi segera masuk ke dalam mobil.
" Met sore Mr Fang " Sapa gadis itu.
Mata Mr Fang tak berkedip melihat sosok Dewi yang terlihat cantik dan sexy.
"You look very beautiful tonight dear"
__ADS_1
Dewi tersipu malu mendengar pujian atasan nya, lalu dia mengambil tempat di samping Bos nya. Biar bagaimana pun sebagai seorang wanita dewasa mendapat pujian seperti itu membuat nya melambung ke angkasa.
Setelah semua siap, sang driver melajukan mobil ke arah Hotel bintang lima untuk mengantarkan majikan nya menjamu para pejabat di kota ini makan malam mewah.
Beberapa saat kemudian mobil mewah itu telah sampai di depan loby hotel dan driver segera memarkir kan mobil di parkir khusus tamu VVIP.
Driver segera keluar dari mobil untuk membuka kan pintu Mr Fang fang dan Miss Nova. Setelah itu Mereka berdua berjalan beriringan masuk menuju loby hotel.
Jamuan makan malam kali ini memang khusus meloby beberapa pejabat daerah dan para investor yang rencana nya akan di ajak bekerja sama dalam mega proyek di Ibukota. Mereka berdua di persilah kan menuju ke arah restoran yang berada di rooftop gedung itu.
Beberapa orang tamu sudah hadir bersama pasangan nya, Mr Fang menyapa tamu-tamu nya dan mempersilah kan mereka menikmati aneka hidangan yang telah di sediakan oleh Koki internasional dari hotel ini.
Miss Dewi melihat di sekeliling ruangan terbuka itu dengan pandangan nya. Mata nya menyapu beberapa titik koordinat tempat duduk yang telah di beri nama sesuai undangan.
Lelaki itu terlihat sangat menyanyangi pasangan nya terbukti dengan cara dia memperlakukan wanita di samping nya itu penuh perhatian dan kelembutan.
Pandangan Miss Nova tak berkedip melihat kedua pasangan itu sedang beradu pandang dengan mesra. Dia tak dapat menahan diri jika tak menghampiri dan menyapa nya.
Dia segera memisah kan diri dari Mr Fangfang yang sedang bercakap-cakap dengan tamu nya. Sepatu high heel yang runcing dan dress yang ketat mencetak tubuh nya membuat beberapa pasang mata lelaki tak berkedip melihat nya berjalan meliuk liuk kan tubuh mendatangi meja pasangan yang membuat nya gerah.
"Hii Mr Hafiz. Apa kabar?" sapa nya genit.
__ADS_1
Demi etika pergaulan dan bisnis yang baik Hafiz membalas sapaan Dewi dengan senyum khas dan kedua tangan yang di telungkupkan di dada.
Gemas sekali Dewi ingin memeluk Hafiz kalau tak ada istrinya. Duh makin tampan aja sih Mas Hafiz makin jatuh cinta aku rasanya, kata nya dalam hati.
Dewi melemparkan senyum simpul ketika melihat Aygul, tak dapat di pungkiri kecantikan Aygul bagaikan magnet di tengah pesta.
Mata biru dan alis nya yang lebat serta kulitnya yang putih seperti kapas. Aygul yang duduk di atas kursi roda elektric hanya bisa tersenyim saja ketika dia di sapa oleh kolega Hafiz. Dia memang belum memahami dan mengerti betul bahasa Indonesia sehingga dia tak mau jauh dari suami nya.
Dewi berusaha mencari perhatian Hafiz yang mengambil kan minuman ringan untuk Aygul. Dia berlari kecil mencoba mensejajari langkah lebar laki laki idaman nya itu.
"Mas kesini berduaan saja ?" tanya nya dengan suara di buat semanja mungkin.
''Enggak aku bersama dua staf kemari" Jawab Hafiz santai sambil menggenggam orange juice di tamgan kanan nya.
"Oh kirain dengan Kak Aygul aja. Ohya Mas katanya mau pindah rumah ya? Kok gak ngundang syukuran sih?"
Hafiz mengernyitkan mata nya, dia heran kok gadis ini tahu pergerakannya? Hmmm kepo Juga nih si Dewi. Pikirnya agak kesal.
''Belum pindah kok, ntar aku kabarin lewat izza ya atau lewat Ibu kalau waktunya tiba"
Hafiz segera meninggalkan Dewi menghampiri istrinya yang kehausan. Tanpa di sadari Aygul melihat keganjenan Dewi pada suaminya.
__ADS_1
Air matanya hampir merebak namun dia berusaha menyembunyikan kesedihan nya dengan melihat ponsel nya.
"Ini Orange Jus nya Sayang." Hafis memberikan segelas Orange jus pada istri nya. Aygul tersenyum dan menyeruput minuman dingin itu dengan perlahan.