Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Cemburu


__ADS_3

Jamuan makan malam itu berjalan dengan lancar, para kolega Mr Fangfang dan para pejabat menikmati makan malam itu dengan puas. Acara berlanjut dengan pemberian door price untuk para tamu yang datang. .


Hafiz duduk di meja yang sama dengan dua staf kepercayaan nya Aldo dan Hanafi serta istri tercinta nya. Di seberang nya ada Pak Dirjen perdagangan luar negeri beserta istri sedang berbicara serius dengan Mr Fangfang. Lalu di sebelah nya ada seorang lelaki mungkin sebagai rekan sesama pejabat juga, sesekali ekor mata lelaki itu melirik Hafiz, beliau merasa pernah bertemu dengam pemuda ini tapi entah dimana dia lupa.


Tak lama kemudian seorang pelayan yang menyajikan desert untuk makan malam itu berjalan menghampiri meja Hafiz. Lalu dengan gerak membungkuk dia memberikan secarik kertas untuk Hafiz.


"Maaf Pak, saya mendapat titipan ini dari beliau yang duduk di seberang meja ini"


Hafiz menerima kertas tersebut kemudian mengucapkan terimakasih. Dia membuka lipatan kertas berbentuk segi empat itu.


"Apakah anda bernama Hafiz Birendra? Jika benar tolong save nomer saya 08xxxxxxx, Tq"


Pesan singkat itu di baca Hafiz lalu dia segera menyimpan nomer pemberi pesan tersebut. Dia memandang lelaki yang berada di seberang sambil mengangguk kan kepala nya.


Dewi yang sedang duduk bersama Mr Fangfang,terkejut melihat Aldo bersama Hafiz. Dia berusaha menyembunyikan kegugupan nya ketika beradu pandanh dengan Aldo. Dia merasa kenal dengan lelaki itu namun dia tak ingat dimana dia bertemu. Lain dengan Aldo dia langsung terdiam seolah tak kenal ketika bersitatap dengan Dewi.


Tak lama kemudian pembawa acara mengumumkan nomer door price yang beruntung untuk hadiah utama berlibur ke Bali plus voucher belanja senilai dua juta rupiah per orang dan door price itu untuk empat orang selama tiga hari dengan kapal pesiar mewah milik salah satu investor disini.


Dan tanpa di sangka nomer Hafiz, Aldo, Pak Adam salah satu investor juga dan Dewi yang keluar. Mereka boleh membawa pasangan masing-masing.Dan sialnya Aldo masih jomblo dan Dewi pun sedang merana menginginkan suami Aygul yang tampan.


Acara makan malam telah usai setelah berbasa basi sebentar dengan Tuan Fangfang selaku pemilik acara, Hafiz berpamitan pulang. Ekor mata mata Mr Fangfang melirik terus ke arah Aygul yang cantik.Dia berdecak kagum dengan kecantikan alami gadis Ottoman itu. Kecantikan yang asli tanpa make up menor seperti gadis lain. Walaupun dia berada di atas kursi roda tak mengurangi kecantikan wanita itu.


Hmmm...Mr Hafiz sungguh beruntung mendapatkan gadis bule itu. Aku tertarik sekali mungkin Nova bisa mengenalkan pada gadis itu.


Saat rombongan Hafiz hendak keluar ruangan, Dewi berlari kcil menghampiri mereka.

__ADS_1


"Pak Birendra tunggu !" Teriak Dewi menghentikan langkah nya.


Tumben Dewi bersikap formal,batin Hafiz tenang dan berbalik badan.


"Iya ? Ada apa Miss Nova?"


Dewi mengatur nafas nya gaun nya tersibak hingga ke lutut nya yang putih mulus.


"Ehmmm...ini buat Nyonya Aygul dari Mr Fangfang. Mohon di terima!"Dewi menyerahkan satu buket Mawar Putih ke tangan Aygul.


Wanita Turki itu tak mengeti apa maksud dari gadis yang pekan-pelan membuat nya cemburu..


"Untuk apa Mr Fangfang memberikan bunga untuk istri ku Miss Dewi? Dia tak sedang berulang tahun" tegas Hafiz.


"Sebagai ucapan selamat datang di Indonesia. Dan bunga ini untuk menghargai kecantikan Nyonya Aygul." Lali dia menyerah kan buket bunga itu ke pangkuan Aygul.


Hafiz tak senang dengan tindakan Mr Fangfang yang kurang menghargai keberadaan nya.


Aygul melihat sorot mata suaminya terlihat tidak senang. Dia terlihat kebingungan ketika melihat ekspresi wajah suami nya berubah tidak sedap. Yang dia tahu wajah Hafiz berubah ketika Dewi memberikan buket bunga kepada nya.


"Hunny are you okay?" tanya nya heran. Dia memangku buket bunga Mawar putih itu dan mencium kelopak nya. Memang Aygul suka sekali dengan bunga dan dia tak memiliki pikiran apapun ketika menerima bunga tersebut.


Berbeda dengan suaminya yang terlihat menahan api cemburu di kilatan matanya.


"Its okay dear, Hmmm...mari kita pulang." Dengan rasa cemburu yang membakar dada nya dia mulai mendorong kursibroda istri nya itu keluar dari ruang pesta.

__ADS_1


Senyum menyeringai tersungging di sudut bibir gadis bertubuh sexy itu. Tiba-tiba dia merasa mendapatkan angin segar di tengah terik panas api cemburu Hafiz yang terpercik di mata nya.


Aldo yang mengikuti langkah cepat Bos nya itu terlihat sesekali berlari kecil. Dia baru tahu sikap asli Bos nya yang sangat posesif dengan istrinya. Dan dia pun baru mengetahui wajah asli istri bule Bos nya yang cantik jelita.


Beberapa orang ikut memandang dua pasang insan beda negara itu, terlihat betapa suami nya sangat perhatian. Dia lelaki tampan sempurna dan seorang pengusaha mau menerima keadaan istrinya yang tak sempurna.


Bahkan beberapa orang gadis yang berada di tempat itu terlihat saling berbisik mengagumi keluasan hati Hafiz yang sedang mendorong kursi roda.


"Ehmmm..Kak aku juga mau dong punya suami kayak Mas itu. Sudah ganteng,pengusaha tajir plus baik hati. Mau dong jadi istri kedua nya" canda gadis bergaun merah putri seorang pejabat yang ikut hadir saat itu.


Gadis di sebelah nya itu segera menoyor pundak nya pelan.


"Ish...sembarangan Lo, tuh orang gak bakalan deh ngelirik lokalan kayak lo. Seleranya luar bo!" bisik teman gadis itu tapi dia juga aslinya mengagumi sosok Hafiz.


"Kalau made in luar tapi gak bisa di apa-apain buat apa..kan masih mending lokal sehat dan bisa melayani tanpa tolak..ha..ha..ha" jawab gadis itu sampai tergelak.


Suara dua gadis yang sedang ber ghibah pasangan pengantin baru itu, terdengar oleh Aldo yang melintas di belakang Hafiz, dia segera menghentikan langkah nya yang tadi berusaha mengejar Hafiz.


"Selamat Malam Nona- nona manis, wajah Manis kalian akan lebih manis lagi kalau di imbangi dengan perkataan yang manis pula. Jangan berkata yang menyakitkan nanti luntur manis nya ya.." tegur Aldo santai dengan wajah penuh senyum kepalsuan.


Walaupun Hafiz tak pernah menyuruh asisten nya itu membela harga diri istrinya, namun Aldo memang memiliki solidaritas yang tinggi untuk menjaga harkat fan martabat Hafiz berserta istrinya.


Kedua gadis centil itu terdiam seketika, mulutnya langsung kicep dan mereka berdua segera kabur dari hadapan Aldo dengan muka merah menahan malu yang teramat sangat.


Setelah puas menegur duo ghibah tadi Aldo berjalan cepat menuju parkiran mobil

__ADS_1


__ADS_2