Gadis Ottoman Ku

Gadis Ottoman Ku
Honey moon


__ADS_3

Alarm subuh membuatku terjaga, tanganku terasa kesemutan karena ada suatu benda yang menindih tanganku dari semalam. Aku terkejut melihat satu sosok tubuh wanita dengan rambut pirang yang tergerai tampak tertidur pulas di sampingku.


Ya Allah karena lelah nya diriku dengan semua persiapan dan aktifitas pernikahan ku kemarin membuatku sangat nyenyak tidur. Sampai aku lupa bahwa aku sudah mempunyai seorang istri secantik bidadari yang sedang tidur di sampingku.


Dia masih tertidur pulas dengan dengkuran halusnya. Aku tersenyum mendapati nya tertidur dengan damai. Perlahan ku usap kepalanya dan ku cium bibirnya yang mengatup.


Hembusan nafasku di telinganya membuatnya menggeliat. Dia pun tampak terkejut melihat wajahku yang merunduk mencium nya.


" Aaaahhh...siapa kamu!" teriaknya. Untung kamarku ini kedap suara sehingga teriakan nya yang nyaring tak akan terdengar dari luar.


" Hunie..ini aku suami mu! Hafiz!" kataku sambil memegang tangan nya yang berusaha menghalau dadaku.


Sesaat kemudian dia terdiam lalu terisak pelan.


" Maafin aku sayang. Aku lupa jika kita telah menikah" jawabnya.


Aku tersenyum geli


" ternyata tak hanya aku yang terkejut dan baru menyadari bahwa kita sudah menikah"


" Ayo sholat subuh dahulu. aku akan menggendong mu ke kamar mandi" kataku sambil mencoba mengangkat tubuhnya.


" Aku bisa sendiri sayang, Tolong bantu tarik kursi rodaku kemari saja" katanya menolak ku bantu.


Aku akhirnya menarik kursi rodanya mendekati ranjang. Lalu dia beringsut perlahan mendekati ujung ranjang. Aku hanya melihat nya saja karena aku memang ingin tahu bagaimana cara dia selama ini mandiri di atas kursi rodanya.


Ada rasa bangga dan terharu melihatnya berhasil turun dari ranjang sendiri dan menduduki kursi rodanya tanpa ku bantu.


" Maafkan aku sayang. Aku tak bermaksud menolak bantuan mu. Tapi jangan membuatku manja dan bergantung pada mu terus." katanya sambil tersenyum


Aku mendekap kepala nya di dadaku dan menciumi rambut pirangnya.


" Baiklah hunie. Aku tau kamu mampu dan mandiri" jawabku sambil mengikuti nya dari belakang.


Aku melihat cara dia ber wudhu dengan menggunakan kursi roda. Tenyata dia sangat terampil menggunakan kedua tangan nya untuk membantu semua aktifitasnya. Aku sengaja melihat nya saja karena aku takut dia tersinggung jika ku ulurkan bantuan lagi.


Setelah semua tubuhnya di basuh dengan air. Dia segera memutar kursi roda nya menghadapku.

__ADS_1


" Ayo giliran kamu ber wudhu sayang. Kamu sudah tau kan aku bisa melakukan aktifitasku dengam mandiri? so jangan terlalu kuatir dengan keadaan ku sayang" katanya dengan senyum yang semakin menambah kecantikannya.


Aku mengangguk dan bergantian mengambil wudhu agar tak kesiangan sholat subuh.


Setelah sholat Aygul segera mendekatiku dan menarik tanganku. Dia mencium punggung telapak tanganku dengan mesra.


" Terimakasih sayang!" ucapnya lagi. Aku mengusap kepala dan mencium keningnya.


" Seharus nya kamu mengambil hak mu tadi malam sebagi suami. Kenapa kamu tidak melakukan nya sayang?" tanya nya terus terang. Aku terkejut mendengar pertanyaan nya. Padahal aku berusaha agar tak menyinggung tugas dan kewajiban kami sebagai suami istri untuk pertama kalinya.


Mungkin jika istriku orang asli Indonesia. dia tak akan seterus terang seperti Aygul.


" Aku takut kamu kesakitan" jawabku apa adanya. Mungkin sudah saat nya aku berterus terang kepadanya. Karena kau yakin wanita luar lebih terbuka soal urusan ranjang.


Dia tersenyum memegang tanganku.


" Sayang. yang lumpuh hanya kaki ku. Aku tak bisa berjalan karena ada salah satu trauma di otot tendonku. Tapi untuk organ tubuh yang lain insya allah aku sehat" jawabnya.


Aku melepas genggaman tangan nya kemudian aku memeluknya dari depan.


" Aku tak ingin menyakiti dan melukai mu hunie. Aku akan bersabar menunggu mu sembuh. " bisikku kepada nya.


" Tak mengapa sayang. Jika kau menghendaki ku. Aku siap, aku sudah membaca literatur tentang itu semua. Aktifitas seperti itu tak akan menyakitiku. Namun semua terserah padamu sayang. Jika kau belum siap aku tak mengapa" jawabnya sambil meneteskan air matanya di bahuku.


Aku mengusap punggung nya dengan sepenuh hati.


" Kita lihat saja nanti hunie. Saat ini tak usah memikirkan hal seperti itu. Aku meminta kesabaranmu ya. Aku ingin membuatmu sembuh dahulu" bisik ku.


Aygul mengangguk kan kepala


" Terserah kau saja sayang. Aku akan selalu siap setiap kau menghendaki ku."


Aku menutup percakapan ku dengan mengajaknya keluar kamar menuju balkon. Aku ingin menghirup udara pagi yang segar dengan aroma laut ini.


Seandainya kamu tahu istriku. aku ini laki-laki normal yang sejatinya sangat menginginkan malam pertama ini bisa bersatu dengan dirimu, namun aku tak boleh egois hanya ingin memuaskan nafsu saja yg akan membuatku menyakitimu. Gumamku dalam hati.


Udara segar segera menyeruak ke dalam kamar saat pintu menuju balkon ku buka.

__ADS_1


Lampu masih menyala dan kerlip bintang di atas langit masih tampak.


" Aku selalu memimpikan saat seperti ini sayang. Duduk menikmati pagi dengan kekasihku" katanya sambil mendongakkan kepalanya. Aku merunduk dan mencium keningnya.


" Semoga cinta kita abadi hunie dan kamu segera di berikan kesembuhan sama Allah!" balasku


" Aamiin.."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini adalah hari ke 3 aku berstatus suami Aygul, rasa bahagia dan haru memenuhi rongga dada ku. 2 hari lagi kami sekeluarga Candra Birendra akan kembali ke tanah air. Waktu terasa begitu cepat berlalu.


Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki di Istambul mencari kekasihku. Karena Izza yang merengek ingin menikmati waktu nya di Turki akhirnya aku mengajak keluarga ku untuk berjalan-jalan menikamti destinasi wisata di Turki.


Orang tua kandung Aygul hari ini berpamitan pulang ke rumah nya terlebih dahulu karena Baba Murad ada janji dengan client dan Amar serta Mustofa sudah habis masa cutinya. Syafri dan Elif aku tahan di hotel agar menemani kami di Turki. Aku merasa asyik dan cocok mereka karena mereka juga se umuran dan sangat ramah serta ringan tangan.


Aku mengajak seluruh keluarga untuk menaiki kapal pesiar untuk menyusuri selat Bosphorus. Aygul dan Elif menceritakan sejarah Kota Istambul kepada kami. Dari kapal kami bisa melihat pemandang dalam kota yang sangat Indah, sambil menunggu sunset kami menikmati makan siang di kapal.


Alunan musik yang bernuansa romantis ikut serta mengiringi pesiar kami.


"Ini sama aja mengikuti pengantin honey moon ya Kak?" kata Izza pada Elif. Wanita berambut coklat itu tertawa sambil memegang tangan anak balita nya.


" Itu lihat lah 2 burung camar yang sedang terbang rendah mencari ikan di laut!"kata Elif menunjukkan pada anak balita nya. Kedua anak Elif tampak kegirangan melihat nya lalu bergantian meminta gendong ayahnya.


Baba Farouq dan Ayah tampak asyik menikmati udara laut yang segar.


Aku memainkan tangan Aygul sesekali aku mencium punggung tangan nya. Dia pun bergantian mencium tangan ku.


" Ehem...ehem... duh dunia milik berdua nih. yang lain ngontrak" canda Zein.


Aygul tersipu malu dan menarik tangan nya. Aku melemparkan bongkahan kertas yang tadi ku remas ke arahnya.


Siang pun bergulir petang lalu kami semua menikmati Sunset di atas kapal pesiar. Sebelum magrib kami sudah bersandar di tepian. Lalu kami semua melanjutkan perjalanan menuju Istana Topkapi.


Bangunan ini adalah pusat pemerintahan Turki jaman dahulu serta salah satu peninggalan Turki Ustmani. Masjid yg berdiri kokoh dengan seluruh aneka keramiknya yg menempel di dinding menambah megah dan indah.


Elif mengajak kami ke Grand Bazar pusat belanja oleh-oleh untuk souvenir bagi keluarga dan para relasi.

__ADS_1


Izza seperti menemukan surga belanja. Dia banyak membeli pernak pernik ciri khas negara Ottoman ini. Zein dengan setia mengikutinya di belakang bersama Syafri. Aku hanya menunggu di dalam sebuah restoran untuk menemani para orang tua dan istriku tercinta.


Setelah lelah menikmati hari berkeliling tibalah saat nya kami kembali ke hotel untul beristirahat. Besok kami akan kembali berwisata ke Emirgan tulip Garden melihat bunga tulip yang sedang bermekaran berwarna warni.


__ADS_2