
Mobil telah berhenti tepat di depan hotel tempatku menginap. Aku mempersilahkan Ayah dan Ibu turun terlebih dahulu. Syafri akan memarkir kendaraan di basement.
Aku segera menuju ke meja reseptionis karena waktu check in masih 2 jam lagi aku mengajak semua keluarga ku untuk ke kamar ku yang luas.
koper telah di turunkan dari mobil dan Syafri berserta staf hotel telah mendatangi kami di loby.
" Aku akan menelpon Elif agar turun kesini" katanya. Aku mengangguk dan ku lihat Syafri kembali menelpon.
" Ohya Ayah,Ibu, Zein dan Izza sebaiknya beristirahat di kamar Hafiz terlebih dahulu. Mandi menyegarkan badan. " Lalu aku mengajak mereka semua ke kamar ku. Aku telah berganti kamar ke president suit sehingga sangat lega untuk istirahat.
----------------------
Aku mengirim pesan ke Aygul, aku mengatakan bahwa semua keluarga ku sudah hadir di hotwl. Dan nanti makan siang orang tua ku ingin berkenalan dengam keluarga besarnya. Dia menyambut berita kedatangan kedua orang tuaku dengan gembira dan sedikit ada rasa takut katanya.
Aku menyakinkan dia lagi bahwa semua nya akan baik-baik saja.
Setelah semua selesai membersihkan diri, tampak ibubmenyuruh Zein menyeret koper yang di bawa nya tadi. Ayah ku lihat duduk membaca hand phone nya di balkon. Zein pamit mencari Syafri keluar kamar. Dia memang cepat akrab dengan Syafri.
Tinggal lah aku dan Ibu serta Izza membongkar koper.
Ibu mengeluarkan semua kotak perhiasan. aku terbelalak melihat isinya. 1 set perhiasan mulai dari cincin, gelang ,anting-anting dan kalung bermata berlian semua. Aku melihat ibu dan terdiam.
Ibu menggenggam kedua tangan ku dengan erat lalu menyerahkan kotak berbentuk hati itu kepadaku.
" Nak, ini kado dari Ibu dan Ayah untuk kalian. Kami telah mempersiapkan ini semua jauh hari sebelum kalian dewasa. Ayah dan Ibu mempunyai 2 set yang akan di jadikan kado pernikahan untuk putra putri ayah ibu.
Karena sekarang Hafiz yang akan menikah terlebih dahulu maka kado ini untuk mu dahulu. Untuk Izza nanti akan Ibu berikan saat Izza menikah"
Aku memeluk Ibu sangat erat, ayah masuk ke dalam kamar sambil melipat kedua tangan nya di dada. Aku juga segera memeluk ayah dan mengucapkak terimakasih.
Ibu membawa beberapa tas dan dompet kulit kecil untuk di berikan sebagai souvenir untuk keluarga Aygul. Izza membungkus nya dengan rapi dan cantik.
Lalu ada 3 kotak agak besar yg berisi barang bawaan dari Indonesia. Aku hanya pasrah saja melihat 2 wanita itu cekatan membungkus nya. Aku sangat bersyukur di saat hari bahagiaku keluarga inti lengkap mendampingiku.
__ADS_1
Ayah duduk di sisi tempat tidur lalu merebahkan diri disana. Aku membantu menyusun kotak-kotak seserahan. Ada 5macam kotak yg ibu bawa dari Indonesia. Dan semua nya terbuat dari kotak yang bisa di bongkar pasang secara manual.
Ada sebuah tas tangan yang ku lihat sangat indah. Tas kulit berwarna coklat itu aku tau buatan hand made pengrajin Ayah yang khusus ayah pasarkan di luar negeri. Terlihat sangat indah dan kokoh. Lalu ada seperangkat make up yang ku tahu ber merk terkenal dari luar negeri yang jadi favorit anak muda. Dan 1 kotak berisi baju Abaya sutra yang aku beli serta Jam tangan wanita bermerk dari Prancis, Aku ingat jam itu aku beli saat aku melakukan perjalanan bisnis 1 tahun lalu dan jam itu aku berikan pada ibu.
Dan terakhir 1 set perhiasan kado orang tua ku serta cincin kawin yang ku beli dengan Syafri kemarin.
Ku dengar ketukan di pintu kamar. Aku berjalan untuk membukanya. Seorang Room boy mengatakan bahwa kamar yg ku sewa hari ini telah siap.
Aku mengangguk berterimakasih. aku sengaja menempatkan kamar kelyarga ku 1 lantai dengan ku agar kami mudah berkomunikasi dan berkoordinasi.Aku segera menelpon Zein agar segera mengemasi barang bawaan nya untuk di rapikan di kamarnya.
🌶🌶🌶🌶🌶🌶🌶🌶🌶🌶🌶
Kami sekeluarga telah bersiap untuk melakukan makan siang bersama dengan keluarga besar Aygul.
Aku sudah menghubungi Aygul agar mengajak semua anggota keluarga nya menuju ke restoran di hotel ini.
Ayah dan Ibu telah rapi menggunakan baju batik tulis kembar sepasang . Demikian dengan aku dan Zein juga menggunakan batik Izza memilih menggunakan tunik yang lebih casual sehingga terkesan santai.
Di dalam restoran sudah ku pesan privat room sehingga kami tak akan mengganggu dan terganggu dengan tamu yang lain.
Setelah beberapa saat ku lihat Syafri memasuki ruangan dengan seorang wanita dan dua orang anak kecil. Mungkin itu Elif istrinya. Dia menghampiri keluarga kami dan memperkenalkan Elifpada kami.
Sepintas wajah Elif mirip dengan Aygul. Terutama senyum dan sorot matanya. Namun manik mata nya berwarna coklat.
Elif ternyata pandai berbahasa melayu, mungkin Syafri telah mengajarinya sedikit banyak.
" Elif saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan Syafri selama saya di Turki" kataku sambil menjabat tangan kanan nya.
" Sama-sama Bang, Jangan terlalu di pikirkan. Sudah kewajiban kami menservis calon ipar kami" jawabnya menggoda. Aku tersipu dengan wajah memerah.
Ibu memberikan sebuah bingkisan untuk istri Syafri. Tampak raut gembira dari matanya.
" Elif terimalah tanda mata dari saya yang nilainya tak seberapa ini. Jangan di nilai dari harga nya ya nak. " kata ibu. Elif tersenyum dan mencium tangan ibu.
__ADS_1
Tak lama kemudian kami semua melihat rombongan keluarga Aygul memasuki privat room.
Baba Farouq maju mendekati meja kami lalu di susul anggota keluarga yg lain.
Elif mengambil alih Anne Hafsah mendorong kursi roda Aygul.
" Assalamualaikum saya ucapkan untuk semua keluarga besar Baba Farouq dan Baba Murad. Perkenalkan kedua orang tua saya. Pak Candra dan Ibu Zahira. Dan ini adik saya Izza serta calon suaminya Zein" Kataku memperkenalkan keluarga ku.
Baba Farouq dan Baba Murad segera maju berjabat tangan dengan Ayah dan Zein. Lalu di susul anggota keluarga yang lain nya.
" Ayah ,Ibu perkenalkan dia yang bernama Aygul Dilara Burcu" Kataku sambil menghampiri Aygul. aku mendorong kursi roda nya menuju tempat duduk kedua orang tuaku. Aygul mencium punggung tangan kedua orang tuaku lalu Ibu mencium kedua pipi Aygul yang berwarna putih pucat agak ke merahan. Kemudian Izza mengambil tangan Aygul dan menciumnya.
" Terimalah salam hormat kami sekeluarga dan selamat datang di negara kami Bapak dan Ibu Candra" Sambut Baba Farouq.
" Terimakasih Mr Farouq" jawab Ayah.
Lalu kami masing-masing mengambil tempat duduk yang telah tersedia.
"Dia masih Aygul yang sama seperti 4 tahun yang lalu kakak iparku" goda Zein sambil berbisik di sebelahku.
Tak sadar aku terus memandang wajah nya dan menghiraukan perkataan Zein.
Dia menendang kaki ku dari bawah meja.
" Sudah..jangan memandang terus nanti sawan" godanya. Aku tersipu malu mendengar candaan Zein.
3 orang pelayan masuk membawa sajian makan siang yang telah ku pesan sebelumnya. Aku sengaja memesan hidangan khas Turki dan Indonesia. Agar kedua keluarga besar kami bisa merasakan asimilasi kebudaan masing-masing negara.
Dan makanan khas yang ku pesan juga sudah mendunia yaitu Rendang sapi, bakso dan Nasi goreng tak lupa es cendol. Mungkin kalau di negara ini jangan mengharapkan rasa yang khas dengan masakan orang kita. Namun sedikit banyak bisa mewakili rasa penasaran dan kangen kuliner kita jika berada di luar negeri.
Lalu untuk keluarga ku seperti biasa aku memesan kan koftah, nasi briyani dan beberapa masakan lain khas Turki.
" Silahkan menikmati" Kataku mempersilahkan. Kemudian kami semua khikmad menikmati makan siang dengan suasana penuh kekeluargaan.
__ADS_1