
Hafiz mempersilahkan para staf nya untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan oleh para pramusaji di restorannya.
Kemudian dia keluar untuk melihat Aldo yang sedang menyesaikan masalah nya. Dia tidak ingin Aldo terlibat masalah ketika sedang bersama laryawan lain disini.
Aldo tampak mengepalkan tangan nya namun tangan nya segera terurai ketika melihat Bos muda itu mendekati nya.
"Hmmm..Pak Bram, saya boleh minta waktu dulu untuk menyelesaikan masalah kami ? Mohon maaf Pak saya tidak bisa bergabung dengan para staf di dalam"
Hafiz mengangguk kan kepala tanda menyetujui keinginan Aldo. Lalu dia menyuruh Aldo untuk masuk ke dalam.privat room yang ada di salah satu ruangan di restoran itu. Agar mereka bisa membicarakan masalah nya tanpa harus di tonton oleh para pengunjung lain.
Aldo segera menyuruh Steven dan Mita untuk masuk ke dalam ruangam yang telah di tunjuk oleh Bos muda itu
(cerita tentang Aldo akan saya bahas di cerita lain)
------
Aygul memandang wajah suami nya yang sudah terlelap sejak satu jam yang lalu. Dia tak memberi tahu kan berita.gembira tentang perkembangan kaki nya yang sudah mulai bisa merasakan sakit. Rencana nya dia akan menceritakan besok pagi saat mereka sarapan bersama.
__ADS_1
Wanita itu membelai rambut hitam suami nya mata nya berkaca-kaca, betapa dia sangat mencintai laki-laki yang telah menerima nya utuh tanpa syarat. Dia merasa berdosa ketika menyembunyikan suatu rahasia pada suami nya.
Tadi siang orang tua nya telah mengatakan akan segera kembali ke Turki karena sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan nya.
Serta masa berlaku visa kunjungannya akan habis karena visa nya tertera adalah turis jadi mereka tak bisa berlama-lama tinggal disini. Hanya 60 hari kebersamaan mereka di Indonesia dan seminggu lagi orang tua nya akan meninggal kan Indonesia.
Visa Aygul sudah menggunakan visa tinggal terbatas karena dia menikah dengan WNI.
Air mata Aygul tak sengaja menetes di kening Hafiz, lalu dengan terburu-buru menghapus dengan selembar tissue kering, tiba-tiba Hafiz membuka mata terkejut karena kening nya terasa basah.
" It's okey dear.Don't worry!"
Hafiz bangun dari posisi rebah lalu memeluk istri nya.
"Katakan ada apa ? Apa yang kau risau kan?" tanya nya perlahan sambil membelai pipi Aygul yang kemerahan.
"Aku sedih Baba dan anne akan kembali ke Turki. Aku merasa sendirian di Indonesia."
__ADS_1
Hafiz tersenyum dan merebahkan kepala istri nya ke dada nya. Dia berusaha menghibur istri nya saat ini, dia tak menyalah kan perasaan resah Aygul karena baru pertama kali diri nya bersama dengam orang asing dan tinggal satu atap untuk selama nya dalam ikatan suci pernikahan.
Hafiz berusaha menghibur menceritakan tentang orang tua dan adiknya serta orang-orang di sekitarnya agar Aygul merasa nyaman dan bisa secepatnya beradaptasi di rumah ini sehingga dia tak merasa sendiri.
Esok pagi dia akan membawa Aygul dan kedua mertua dan Kakak ipar nya untuk bersama-sama menghabiskan waktu ke villa keluarga yang berada di Bali.
Dia ingin memberikan kesan terbaik selama menjamu tamu nya di Indonesia. Dia akan mengenalkan budaya bangsa nya yang beraneka ragam adat istiadat dan suku nya.
Aygul menyerukkan kepala nya semakin dalam. Dia menghirup aroma tubuh suami yang sangat di cintai nya itu lalu tangan nya melingkari tubuh kekar Itu.
" Promise me you'll always be with me till death do us part "Suara pilu wanita itu sangat mengiba.
Hafiz menghujani istri nya dengan ciuman yang hangat di pipi nya. Dia berjanji akan selalu mendampingi istri nya hingga akhir hayat nya tiba.
Memang sebuah janji mudah sekali di ucapkan namun untuk menepati nya butuh suatu keteguhan dan ke ikhlasan hati yang tulus. Dan sejak akad nikah di ucapkan nya dia pun telah bertekad hanya Aygul lah tulang rusuk yang hilang itu.
Dengan Aygul dia akan membangun sebuah rumah tangga yang indah bersama anak-anak nya kelak.
__ADS_1