
Pagi ini aku sudah harus memulai aktifitas ku seperti biasanya. Pergi ke kantor yang telah ku tinggal kan kurang lebih 10 hari. Memang setiap hari para manager maupun asisten ku selalu melaporkan keadaan kantor via email maupun WA namun aku lebih mantap dan lebih senang jika bisa datang mengontrol sendiri untul mengevaluasi hasil kerja para karyawan. Toh aku hanya melihat hasil akhirnya saja karena semua proses telah terlaporkan secara sistematis dan administatif.
Setelah sarapan aku langsung berangkat ke Kantor, hari ini Izza minta diantarkan ke kampus nya terlebih dahulu. Hitung-hitung manja sebelum menikah katanya.
Aku turuti saja keinginan adik bungsu ku itu toh kampus nya juga sejalan ke arah kantor ku. Dia membawa 1 tas penuh souvenir dari Turki entah apa yang di belinya.
Aku hanya membawakan 1 dus Turkeys delight dan teh apel saja untuk karyawan ku untuk di nikmati bersama nanti. Itu pun Ibu ynag menyiapkan nya tadi. Aku kepikiran untuk membeli oleh-oleh sebenarnya. Dan pernikahanku dengan Aygul ini memang sengaja aku rahasiakan dari semua karyawan dan kerabatku. Hanya keluarga Inti Candra Birendra dan para pembantu ku saja.
Aku tak ada maksud apa pun hanya saja aku menunggu saat yabg tepat ketika Aygul telah bersama ku di Indonesia saja akan ku umum kan dan ku resmikan secara hukum negara.
" Mas, belok kiri jangan lurus saja. Ah baru sehari pulang juga dah melamun terus kerjaan nya" tegur Izza.
Aku tersenyum sambil menarik hidungnya yang mancung.
" Awas ya ngeledek terus! Potong uang jajan!"Ancam ku sambil bercanda.
Dia memelototkan matanya yang bulat sempurna.
" Ish enak aja potong uang jajan. Adanya malah di tambahin dong kan aku mau nikah juga!" jawabnya kesal.
"Lah kalo dah nikah yg harus dan wajib kasih uang jajan ya Zein. Bukan Mas lagi ! " kataku sambil mengetuk pinggiran stir ku.
"Itu beda Mas! Kalau nanti bukan uang jajan jatuhnya tapi uang belanja"
Aku tertawa geli mendengar nya.
Setelah melewati lampu merah akhirnya aku telah sampai di depan gerbang kampus Izza.
Dia telah di sambut oleh beberapa teman wanitanya. Aku hanya mengenal 2 orang diantaranya karena sering main ke rumah dengan Izza. Aku keluar membawakan tas nya yang berisi souvenir. Izza melambaikan tangan memanggil 1 temannya.
" Hallo Mas Hafiz apakabar? lama nih gak pernah kemari" sapa salah satu diatara 4 teman nya.
" Halo Kia, iya sibuk kerja nih" jawabku asal agar tak terkesan sombong aja
" Za, Mas ke kantor dulu takut macet nanti. " pamitku.
Lalu Izza mencium telapak tanganku. Aku mengusap kepalanya
" Yuks Kia, Risna dan yang lain Saya berangkat dulu ya" pamitku pada teman-teman Izza.
" Daadaa ...Mas " teriak mereka serempak dan ada yang terkesan centil. Aku menggeleng-gelengkan kepala melihat ulah teman Izza.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=!\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ummaizza
" Za. itu tadi abang kamu kah?" tanya seorang cewek yang memakai baju sedikit terbuka di dada nya.
Dia salah satu teman Izza se kampus namun beda jurusan. Izza pun baru bertemu beberapa kali karena 1 grup saat KKN.
" Yoi ! " jawab Izza pendek saja, namun gadis itu sepertinya semakin penasaran.
" Eh Za..ehmmmm...kenalin dong. Cakep banget tau!" katanya tanpa tedeng aling-aling. Kia dan Risna terkejut dengan ucapan gadis itu.
__ADS_1
" Kamu ngomong apa Sya? Cakep? ya pasti lah adiknya aja cantik" gurau Risna.
Gadis yang bernama Elsya tadi ikut tertawa malu.
" Kok aku baru liat sih kamu punya abang cakep. Di umpetin aja sih" katanya lagi.
"Ah kamu aja yg kurang gaul Sya! Bang Hafiz sering kok nganterin Izza ke kampus. Dan kita sering juga kok main bareng" jawab Kia sahabat kental Izza yang mencoba memprovokasi Elsya.
" Udah ah. apaan sih ngomongin kakak gue mulu. Yuks ah gue punya oleh-oleh nih buat kalian yuks ke kelas aja !" lerai Izza akhirnya.
ke empat gadis tadi akhirnya mengikuti Izza masuk ke dalam kelas. Hanya Elsya yang kembali ke dalam kelasnya. Namun Elsya masih penasaran dengan Hafiz dia bertekad ingin menemui Elsya saat selesai kuliah.
------------------------
Risna dan Kia sangat senang memperoleh souvenir dari Izza. Hijab dan beberapa assesoris wanita ciri khas Turki.
"Za kok asyik banget ya keluarga lu, kalau main sukanya keluar negeri. Gue aja tau nya cuma di internet" kata Risna polos.
Izza mengedikkan bahunya, dia tak akan menceritakan tentang misinya ke Turki adalah menghadiri pernikahan kakaknya. Dia tak mau berita itu menjadi gempar karena pernikahan Hafiz belum terdaftar secara hukum. Selain itu dia juga tidak berhak ikut campur dengan urusan kakaknya.
" Kebetulan ada kesempatan ikut perjalanan bisnis Ayah " jawab Izza.
" Ohya Za, si Elsya kayaknya naksir tuh sama bang Hafiz. Tapi kayaknya abang kamu orangnya dingin kayak es. " jawab Kia mulai menggosip.
Izza tertawa saja di dalam hati karena tak mungkin Kakaknya itu akan menanggapi semua kekonyolan teman nya. Dia tau Hafiz bukan orang yang mudah jatuh cinta. Sekali nya jatuh cinta akan setia sampai mati.
Risna dan Kia memang teman dekat Izza namun ada hal privacy tertentu yang tidak mudah begiti saja di ceritakan Izza pada kedua temannya. Bahkan Khitbah Zein pun mereka takntau. Izza ingin memberikan kejutan saja pada teman nya saat mengantar undangan pernikahan nya nanti. Toh selama ini dia jg jarang pergi berdua dengan Zein karena mereka berdua juga sangat menjaga ta'aruf nya.
Suasana kantor seperti biasa, para karyawan masuk sesuai dengan jam kerja walaupun pimpinannya tidak setiap waktu berada di tempat
Etos kerja para karyawan ku patut di acungi kedua jempol.
" Selamat pagi Pak Bram, apakabar?" sapa security yang sedang membuka kan pintu mobilku.
" Selamat pagi Pak Dul, Alhamdulillah baik. Ohya tolong panggilkan Office boy ya Pak nanti suruh angkat kardus yang ada di dalam mobil saya" jawabku sambil memberikan kunci padanya. Biasanya dia yang akan memarkirkan mobilku di tempat parkir direksi.
"Siap laksanakan Pak" katanya sambil menerima kunci mobilku.
Aku melangkah menuju lobby kantor dan menjumpai resepsionis di depan.
" Selamat pagi Pak Bram!" sapanya sambil berdiri dan menganggukkan kepalanya.
" Selamat pagi " jawabku sambil tersenyum lalu aku masuk ke dalam lift.
Aku melangkah memasuki ruangan kerjaku. Tampak sekertarisku sudah duduk rapi di depan meja kerja nya sambil menyalakan monitor di depan nya.
" Selamat pagi Pak Hafiz, Selamat datang" sapa Ira sambil berdiri. Aku mengangguk kan kepala
"Selamat pagi Ira. Nanti ada OB yang membawa kardus dari mobil saya kamu bagi-bagi kan dengan anak-anak ya. Sedikit oleh-oleh dari saya"kataku sambil membuka pintu kaca.
"Baik Pak,Terimakasih banyak oleh-olehnya" katanya girang.
Aku segera menghempaskan tubuhku di atas kursi kerjaku. Tak lama kemudian pintu kaca ku di ketuk dari luar.
__ADS_1
" Masuk" kata ku.
Ira masuk bersama OB yang membawa kardus besar di pelukan nya.
" Pak, maaf apakah ini kardus yang bapak maksud?"tanya nya. Aku menganggukkan kepala.
" Iya. Itu semua untuk kalian disini tolong bagikan yang rata ya. Jangan lupa Firman yang sudah membawa ke atas dengan berat !" tunjukku pada OB tadi.
" Terimakasih Pak Bram. Semoga Bapak sehat dan banyak rezekinya" kata Firman senang. Aku tersenyum melihat kebahagian yang bisa ku berikan walaupun hanya sedikit pada karyawanku.
Mereka berdua akhirnya keluar dari ruangan ku. Aku melihat jam tangan ku sudah menunjukkkan pukul 9.00 wib. Pasti di Turki masih pukul 05.00 pagi. Sedang apakah istri cantikku hari ini? Semalam aku tak sempat menelpon nya karena sangat lelah.
Tutttt...tutttt
Dua kali telpon ku berbunyi kenapa lama sekali dia mengangkat nya? apakah dia sakit?
Aku mulai cemas. Baru sehari berpisah aku sudah gelisah.
Ayoo angkat telpon ku hunie kataku dalam hati.
Tuttt..tttuutt
Bunyi ketiga akhirnya aku melihat sosok wajah cantiknya..
me : Assalamualaikum cantik. Apa kabarmu hunie
Aygul : Walaikum salam sayang. kabarku merindukan mu
Me : Masya Allah baru sehari hunie kita berpisah
Aygul : Sehari terasa berat bagiku sayang. Jangan terlalu lama menjemputku
Me : Iya secepatnya ku usahakan menjeputmu. Apakah kau mulai mengurus kelengkapan surat-suratmu
Aygul : Mustafa hari ini akan ke Izmir. Dia yang akan bantu mengurusnya. Sayang aku cinta kamu. Tetaplah setia disana
Me : Insya Allah aku hanya mencintaimu hunie jangan ragukan itu. Percayalah padaku. karena hubungan kita harus berlandaskan kepercayaan dan kesetiaan
Aygul : Iya sayang aku juga hanya mencintaimu. Aku akan selalu setia padamu. Ohya Selamat bekerja sayang jangan lupa istirahat. Ilove I sayang
Me : Okay Hunie..I love U too
Lalu ku sudahi video call dengan istriku. Aku tersenyum sendiri seolah mendapatkan Satu suntikan semangat kerja di pagi ini.
Di luar ruangan tak sengaja Ira mendengar percakapan atasan nya. Karena tadi pintu tidak tertutup dengan rapat sehingga suara Hafiz terdengar sedikit.
Dia bergumam sendiri dengan siapa si bos mengucapkan kata cinta padahal dia tau sendiri atasan nya itu orang yang dingin dengan lawan jenis nya. Dan dia belum pernah mengetahui Bos nya itu menggandeng wanita ke kantor.
Namun dia tak berani bertanya, dia hanya menyimpan nya sendiri dalam hati mungkin dia akan menceritakan pada Aldo sebagai tangan kanan Hafiz. Mungkin Saja Aldo bisa mengobati rasa penasaran dan kepo nya.
Elsya.teman kuliah Izza yang diam-diam menyukai Hafiz
__ADS_1