Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Hasil akhir tidak pernah mengkhianati keadaan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan season 1 versi Ayana & Gao outhor masuk ke season 2 Ayana & Gao.


Percayalah sayang, hidup ini adalah ujian dan untuk sebagian pasangan, ada banyak orang yang tidak pernah mampu melewati ujiannya.


dan ujian terberat seorang laki-laki itu adalah harta, tahta dan wanita


sedangkan ujian terberat wanita itu adalah harta, tahta dan pria.


tapi ketika semua nya bukan apa-apa, dilewati dengan sempurna ujian lain nya Adalah sang buah hati tercinta.


Banyak yang terkejut membaca prolog di awal, seakan-akan sudah berfikir matilah Ayana, habislah sudah pernikahan mereka, Gao pasti akan berubah, you'r big wrong hun, kalian tidak akan menyangka kisah akhirnya.


Kalian hanya takut,tidak sabar membaca kisahnya, padahal jelas di cerita outhor mengusung tema AGAMA, bukan tema HALU seperti cerita penulis lainnya.


Percayalah, kalian tidak akan kecewa dengan cerita akhirnya tapi harus bersabar membaca kisah awalnya.


tidak ada yang ditinggalkan, tidak ada yang mati, tidak ada yang menangis juga tidak ada yang tidak bahagia. sebab outhor menulis kisah ini dengan sangat berhati-hati agar tidak menyakiti hati perempuan mana pun didunia ini saat harus rela melepaskan tangan pada sang suami demi memiliki sang buah hati.

__ADS_1


Ada banyak sekali cerita novel yang outhor baca, mengusung tema menikah lagi karena sang buah hati, dengan meminjam rahim sebagai alasan menjadi batu loncatan untuk berpindah hati.


outhor tidak sependapat dengan Novel-novel, film-film atau drama-drama yang mengusung cerita memilih si istri muda dan melepaskan si istri tua, Bulsyet karena awal cerita, awal rasa memang dijalani bersama yang tua, meraih segala sesuatu bersama istri tua, lalu kenapa orang-orang dengan mudahnya berpaling? karena mereka lupa siapa yang pertama meraih tangannya, Karena mereka tidak ingat siapa pengatur langit dan bumi ini (Allah SWT) juga karena kurang nya iman dalam kehidupan mereka.


bukankah godaan silih berganti? jangan menangis dan bersabarlah.


Believe me, 1 film yang menjadi inspirasi outhor,mungkin sudah nyaris dilupakan tapi begitu berkesan, chory chory chupke chupke, ketika sang suami Salman Khan mengusung kesetiaan pada sang istri ranee Mukherjee dan tidak tergiur dengan madubala pretty Zinta,mungkin terinspirasi dari cerita mereka, tapi percayalah cerita outhor jelas jauh berbeda dengan cerita chory chory chupke chupke, kisah ini kisah indah, yang tidak akan menyakiti hati perempuan mana pun yang membaca nya.


Jangan kecewa, ketika agama mu semakin kokoh jelas saja ujian begini hanya salah satu kerikil yang tinggal kau tendang sejauh-jauhnya. hanya saja proses menuju nya Begitu luar biasa, kalian hanya butuh satu pegangan saja ketika diterpa ujian dan musibah.


MENDEKAT KAN DIRI KEPADA ALLAH


Karena kurang nya kesabaran kita, acapkali kita salah memilih langkah, acapkali kita menoleh kebelakang dan menyesali semua keputusan.


sama seperti membaca cerita ini, ketika berfikir untuk berpaling, maka kamu tidak akan lagi mendapatkan pelajaran berharga dan hikmah dibalik kisah ini.


Pasangan suami istri umumnya menginginkan keturunan dari pernikahan yang dilangsungkan. Namun, jika ditelisik secara fikih, apa sebenarnya hukum memiliki anak dalam Islam?

__ADS_1


Apakah benar-benar diwajibkan? Perlu diketahui apakah memiliki anak dalam Islam adalah tuntutan yang bersifat dharuri dari suatu pernikahan ataukah hukumnya adalah mustahab. Atau jangan-jangan, hukum memiliki anak dalam Islam hanyalah mubah saja?


Allah berfirman dalam penggalan surah an-Nahl ayat 72, yang artinya: "Dan Dia menjadikan untuk kalian melalui istri-istri kalian, berupa anak-anak dan cucu-cucu


Dijelaskan bahwa ayat-ayat Alquran tentang menghasilkan keturunan dalam sebuah pernikahan adalah bersifat khabariyah (informasi) dan targhib. Dalam buku Fikih Kedokteran karya Endy Astiwara dijelaskan, Imam al-Qurthubi menafsirkan ayat tersebut ke dalam lima pokok.


Antara lain, menunjukkan besarnya nikmat Allah dengan sebab keberadaan anak dalam rumah tangga. Ayat ini juga menunjukkan disyariatkannya suami untuk (juga) melayani istri.


Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW yang menjahit sendiri pakaian dan membersihkan sendiri sepatu yang hendak digunakan. Allah berfirman dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 46, yang artinya: "Harta dan anak-anak merupakan perhiasan dunia."


Ayat di atas merupakan penolakan halus terhadap Uyainah bin Husain yang berbangga-bangga dengan anak dan harta. Dengan demikian, pernyataan tentang anak-anak di sini adalah bersifat khabariyah, sekaligus larangan untuk berbangga-bangga dengan keduanya (Mereka hanya perhiasan dunia, hanya hiasan sayang bukan pegangan utama)


Selain itu, terdapat hadis shahih yang memerintahkan untuk memilih istri yang dicintai (al-wadud) dan berpotensi untuk melahirkan banyak anak (al-walud). Sebab, Rasulullah SAW merasa berbahagia dengan banyaknya umatnya.


Nabi bersabda: "Nikahilah wanita-wanita yang kalian cintai dan (wanita-wanita tersebut) berpotensi untuk memiliki banyak anak. Karena sesungguhnya aku (akan merasa bahagia) karena banyaknya umatku dibandingkan umat-umat lainnya." Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam an-Nasa'i, Imam Baihaqi, Imam at-Thabarani, dan sejumlah periwayat hadis lainnya yang dikenal adil dan dhabit.


ingat sayang nikahilah wanita-wanita yang kalian cintai, bukan menikahi wanita yang tidak kalian cintai lalu seiring waktu belajar mencintai (Itu hanya nafsu sesaat).

__ADS_1


Oleh karena itu, dijelaskan, memiliki anak adalah salah satu naluri utama manusia yang kemudian ditegaskan dalam Alquran dan hadis untuk berupaya sekuat tenaga dapat memiliki anak. Namun, keinginan memiliki anak dalam Islam tak lepas dari tuntunan syariat yang berlaku. Tidak diperkenankan menginginkan anak dengan cara-cara yang haram atau bahkan melupakan siapa yang lebih dulu berkorban.


__ADS_2