
Setelah pesta pernikahan usai dan rumah keluarga Abimayu sudah menjadi lebih tenang atas urusan Abang Hanif, pada akhirnya ayana dan Gao kembali ke apartemen mereka.
Menyelesaikan semua proyek yang tertunda bersama Mr. Aziz untuk beberapa waktu kedepan, bahkan Ayana ikut mondar-mandir mengurusi semua proyek yang tertunda itu.
"Mungkin kita akan berada di Kuwait selama 1 bulan, setelah itu kembali ke Dubai baru balik lagi ke Indonesia"
Gao bicara cepat sambil tangan kirinya mengelus lembut rambut Ayana dan tangan kanannya masih sibuk dengan laktopnya. Ayana berguling-guling di tepian ranjang sejak tadi dengan rambut tergerai indah kemana-mana, Gao Tampak duduk di atas karpet bulu berwarna dominan putih di lantai kamar mereka.
"hmm "
Ayana hanya menjawab hmm pelan, sambil memejamkan pelan matanya.
Gao menoleh sejenak, kemudian dengan usil menautkan bibir mereka sejenak.
"Gao"
Ayana bicara sambil membuka bola matanya setelah gao melepaskan tautan bibir mereka.
"kenapa?"
"saat kembali ke Indonesia, perut ku lumanyan membesar"
tanya Ayana kemudian
"Hmm bisa jadi"
ucap Gao sambil mengelus lembut perut Ayana.
"Sayang jangan nakal di perut mommy, oke"
Ayana terkekeh
"Masih mual?"
Gao bertanya cepat kearah Ayana
Yang ditanya mengangguk pelan
"Hanya terkadang, Obat yang diberikan Tante eta cukup manjur"
Gao masih mengelus lembut Perut Ayana, menatap dalam wajah sang istri.
"Terima kasih sayang"
Ucapnya lembut
Seketika Ayana membalikkan tubuhnya yang sejak tadi telentang menghadap ke atas, dengan cepat dia Menukar posisi sedikit menahan perutnya dengan bantal.
__ADS_1
"Berterima kasih lah pada Allah, karena Allah sebaik-baik nya pemberi Rizki sayang"
ucap ayana lembut
"Allah mengabulkan doa kita dengan begitu sempurna"
"Ketika harapan kita terkabul, jangan lupa bersyukur kepada Allah dengan membaca doa agar kita dijauhkan dari sifat sombong"
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih ( QS Ibrahim ayat 7).”
"Alhamdulillaahil ladzii bi ‘izzatihii wa jalaalihii tatimmush sholihaat.Segala puji bagi Allah yang dengan keagungan-Nya segala amal saleh sempurna”.
"Amin ya Allah"
ucap Gao pelan, beringsut dari duduknya lantas mencium lembut perut Ayana.
"InsyaAllah jadi anak Soleh dan Solehah hmm"
ucapnya sambil mengulum senyum
"Siapa tahu kembar"
kekeh nya
Ayana malah ikut terkekeh, tiba-tiba mengalung kan tangannya ke leher Gao.
"Hmm"
Ayana malah dengan gerakan cepat membalik tubuh Gao dan membuat sang suami berpindah posisi di bawah.
Gao terkekeh geli saat Ayana Tampak mengerutkan bibirnya, sejak hamil Ayana bahkan lebih agresif dari diri nya, lebih pandai menggoda nya, bergerak lincah bahkan acapkali menjadi manja, membuat dirinya terasa begitu di cintai karena sang istri selalu dapat memanjakan nya ketika mereka mendapatkan quality time terbaik di atas kasur.
Gao jelas terus berusaha menjadi lembut, memperingati Ayana agar jangan bergerak terlalu agresif dan lincah, dia khawatir untuk kehamilan trimester pertama janin nya belum begitu kuat.
"Sayang"
Gao hanya bisa men..desah lembut saat sang istri tahu-tahu sudah berada di ceruk lehernya.
"Oh God, kamu membuat nya bangun sayang"
Ayana terkekeh, bukan nya berhenti malah menyapu lembut kulit lehernya lantas menyesapnya dengan begitu lembut, dengan sengaja membuat tanda merah disana.
"Sayang besok aku mau kekantor"
"Hmmm"
"Semua karyawan menggosipi diri ku"
__ADS_1
kekeh nya kemudian
Seketika Ayana melepaskan diri, duduk telat di atas perut nya, wajahnya tampak cemberut.
"Kamu tidak suka"
kali ini Gao tertawa lepas, geli melihat ekspresi Ayana yang mulai bisa merenggut dan marah pada nya.
"oh imut nya"
ucapnya sambil meraih wajah Ayana, kemudian dengan gerakan lembut membiarkan sang istri berada dibawah, dia menahan tubuhnya dengan kedua siku tangannya, menatap hangt kedua bola matanya Ayana, 2 tangan kokohnya menyentuh lembut wajah ayana, kilatan api asmara yang menggebu jelas terlihat di balik bola matanya.
"Sayang Terima kasih untuk banyak hal"
ucap gao pelan kemudian mencium pipi kanan Ayana
"Terima kasih untuk cinta"
Gao mencium pipi kiri Ayana
"Terima kasih karena selalu menjadi istri terbaik dan melayani suami mu ini tanpa pernah mengeluh"
Gao mencium kening Ayana
"Terima kasih karena mengajar kan aku banyak kesabaran"
Gao mencium dahu Ayana
"Terima kasih karena membimbing ku ke dalam Islam yang luar biasa"
dia mencium mata Ayana sebelah kanan dan kiri secara bergantian
"Terima kasih juga untuk sosok malaikat kecil didalam perut ini"
Gao mengelus lembut perut Ayana, kemudian melesat kan ciuman di bibir Ayana.
"Terima kasih karena sudah hadir di dalam hidup ku, melengkapi hidup ku dan seluruh mimpi yang belum aku dapat kan selama ini"
ucap nya lagi
"I love you so much sayang"
bola mata nya tampak berkaca-kaca, menatap sang istri dengan penuh cinta
"Gao"
jelas saja Ayana mencelos.
__ADS_1
kali ini Gao melesat kan ciuman hangatnya dengan lembut ke bibir Ayana, begitu hangat dan dalam, dan pada akhirnya dia membawa kembali Ayana mengarungi khatulistiwa, membawa nya terbang melayang ke awan-awan, bersama berdua tanpa beban.