Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Sosok terbaik setelah sang papa "Ardhan"


__ADS_3

Kuwait city




Jumeirah Messilah beach hotel & spa


VVIP elite room


Secara berlahan Gao meletakkan tubuh ayana ke atas kasur, membenahi posisi tidur sang istri, menarik selimut nya dengan berlahan takut jika-jika gerakannya mengganggu tidur Ayana. Perjalan panjang hampir 9 jam cukup membuat sang istri kelelahan, apa lagi kehamilan nya sudah memasuki usia 5 bulan lebih.


Mondar-mandir menemani nya dalam perjalanan bisnis acapkali membuat dirinya khawatir soal kesehatan Ayana, meskipun menggunakan jet pribadi kemana pun mereka pergi tetap saja membuat Gao was-was, takut rasa tidak nyaman atau bahkan melanda sang istri, tapi meninggalkan sang istri di tempat terpisah dan jauh dari jangkauan nya juga lebih membuat dirinya khawatir.


Dia takut kejadian yang sama di masa lalu terulang kembali, membuat dirinya panik dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. mungkin terdengar gila untuk sebagian orang, tapi Ayana jelas satu-satunya orang yang bisa membuat dirinya kehilangan kontrol atas dirinya sendiri, Ayana satu-satunya orang yang mampu membuat dirinya menjadi lemah dan Ayana jelas satu-satunya yang mampu mengendalikan dirinya dikala kemarahan datang secara tiba-tiba, sang istri jelas menjadi titik paling lemah dalam hidup nya, pandai membaca situasi dan nyaris acapkali membuat dirinya lupa diri.


Karena itu, jika terjadi sesuatu pada sang istri jelas dapat dipastikan apa yang akan terjadi pada orang-orang disekitarnya. kadang gaohan acapkali bertanya, magic apa yang dimiliki sang istri hingga dapat meluluh lantakkan seorang gaohan.


Oh sayang kau benar-benar membuat aku tergila-gila pada mu


Gaohan mengulum senyum, menyentuh lembut Kepala ayana, membuka berlahan hijab sang istri, membelai lembut rambutnya Kemudian Berlahan Gao mencium bibir Ayana dengan lembut, lantas tidak lama kemudian bergerak berlahan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


*******


"Ini proyek ke 2 yang Alhamdulillah berjalan sangat lancar"


"Kita akan memulai pembangunan nya di awal bulan depan, untuk semua detailnya asisten pribadi saya bisa menjelaskan semuanya"


"Kita boleh menggunakan 1 dari 2 desain yang ada, Mr. Aziz bisa kembali membuat keputusan sebelum batu pertama diletakkan"


"Saya rasa Desain ke 2 lebih terlihat sempurna, keputusan nya akan final dalam 1*24 jam"


"Baik, kami akan menunggu nya"


"Oke InsyaAllah setelah dari sini kita akan berpindah pada proyek pembangunan yang berikutnya"


Mr. Aziz dan Gao tampak saling bersalaman, setelah saling menukar berkas yang ada di tangan mereka masing-masing. Mr. Aziz tampak melirik ke arah Ayana, tersenyum lebar ke arah nya.


"InsyaAllah menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah, nak"


"InsyaAllah, amin ya Allah"


Ayana menjawab sambil mengembangkan senyum manisnya, merapatkan secara berlahan kedua telapak tangan nya.


"Anda beruntung mendapatkan nya Gao, jaga istri mu dengan baik"

__ADS_1


Mr. Aziz bicara sambil menepuk-nepuk pelan punggung Gao


"Alhamdulillah sebaik-baiknya istri dari seisi dunia, InsyaAllah Mr, Aziz"


Setelah itu Mr. Aziz dengan cepat melesat pergi meninggalkan mereka.


"Lelah?"


Gao langsung menoleh ke arah Ayana, manatap sang istri cukup lama.


Ayana hanya tersenyum, menggeleng pelan sambil memberikan berkas-berkas Yang ada di atas meja pada sang asisten pribadi gao, Seorang laki-laki berusia sekitar 32 tahunan. warga asli Indonesia dengan skill yang luar biasa.


Zoe sudah tidak menjadi asisten pribadi sang suami di mulai sejak menjelang pesta pernikahan mereka, laki-laki itu sesuai dengan perintah ayah mertua nya berpindah alih menjaga Frey.


Terlihat sangat jelas di mata Ayana jika hubungan Zoe dan Frey kurang begitu baik, namun memaksakan diri untuk dapat menyesuaikan diri, tapi entahlah Ayana hanya berusaha menebak-nebak sepertinya 2 sosok itu punya masalah dengan hati mereka.


jelas sekali terlihat Zoe begitu canggung saat menghadapi Frey, terlihat sangat berbeda jauh saat Zoe selalu dengan tenang saat menghadapi Nadine sang kembaran Frey. dibola mata zoe jelas menyimpan rahasia besar soal hatinya, laki-laki itu jelas-jelas menyukai Frey Menurut Ayana. tapi demi menimbulkan kekacauan di dalam keluarga, takut sang ayah angkatnya membenci dirinya, jelas zoe terus mencoba menekan perasaan nya, dan Frey jelas gadis polos yang sejak awal tidak paham dengan perasaan Zoe, namun tanpa sadar terus menggantung kan Dirinya pada Zoe, dan pada akhirnya membuat dia menjadi terlalu nyaman dengan keadaan.


Seketika lamunan Ayana terpecah sesaat setelah dia merasakan jika tubuh nya di angkat oleh seseorang.


"Gao"


dia terpekik sesaat setelah sadar sang suami sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style.


"Sayang"


ucap Gao sambil berjalan ke arah samping, membawanya untuk kembali ke kamar mereka, pertemuan bersama Mr. Aziz di buat mudah dengan mengadakan nya di ruangan rapat hotel room lantas 1 Jumeirah Messilah hotel.


"Sayang semua orang melihat kita"


ucap ayana cepat sambil mengalung kan tangan nya di leher Gao.


"Biarkan saja, jika mereka bergosip artinya mereka sedang merasa iri dengan kita"


Ayana terkekeh, semakin mengencangkan pelukannya pada leher Gao.


"Apa tidak berat?"


Gao menggeleng


"Kamu begitu mungil dan kecil, dibandingkan tubuh suami mu ini, jadi mana mungkin terasa berat sayang"


"Ishhh, apa itu sebuah ledekan?"


Ayana merengut

__ADS_1


Gao malah terkekeh melihat ekspresi Ayana


"Tentu saja bukan, tubuh mungil dan kecil inilah yang mampu membuat aku tergila-gila pada pandangan pertama"


"Hmmmm seperti apa aku Dimata mu saat pertama kali kita bertemu?"


Gao terus berjakan mendekati lift, menunggu lift terbuka kemudian membawa sang istri naik ke lantai atas dimana kamar mereka berada, sang asisten pribadi terus berada dibelakang mereka, membantu membuka dan menutup pintu lift


"Terdengar memalukan"


Gao mengulum senyum


"Apa itu?"


Gao berbisik pelan di balik telinga Ayana


"Ckckckckc, aku sudah menebaknya"


omel Ayana


Gao lagi-lagi terkekeh


"Aku mulai jatuh cinta pada Bola mata mu yang indah"


"Kemudian tutur kata mu yang begitu lembut, juga ketika kamu berbicara dengan cara yang begitu bijaksana, saat itu aku fikir, inilah yang aku cari"


"He em"


Ayana tersenyum lebar, menatap dalam bola mata sang suami, seketika degup jantung nya bertalu-talu.


"Terima kasih"


bisik Ayana pelan, kemudian semakin mempererat pelukannya di leher Gao, merapatkan tubuhnya, lantas bersandar nyaman di dada bidang itu persis seperti anak kecil yang digendong ayahnya.


Bagi Ayana, Gao jelas merupakan ayah ke 2 untuk nya. Yang selalu bisa membuat dirinya merasa di cintai dan begitu berharga.


Seperti kata-kata bijak orang tua di jaman dahulu, hidup adalah timbal balik atas perbuatan orang tua, bagaikan sebuah karma. ketika orang tua memperlakukan baik pasangan nya maka anak-anak akan diperlakukan baik oleh pasangan nya, namun jika orang tua tidak menghargai pasangan nya, maka acapkali anak-anak menuai karma mendapatkan pasangan yang tidak dapat menghargai nya.


Siapa sosok terbaik bagi sang mama nya? jelas mama nya selalu berkata jika papa nya adalah sosok laki-laki yang tidak akan dia temui lagi dimuka bumi ini, bahkan jika ada kehidupan sekali lagi sang mama berkata, ayudia mungkin tidak akan pernah menemukan ardhan yang lain didunia ini, bahkan sang papa tetap dalam posisi yang sama mencintai mamanya meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi. Dan kini siapa sosok terbaik bagi Ayana? jelas itu adalah Gao suami nya, InsyaAllah akan berlaku sama pada nya seperti sosok sang papa pada mamanya.


"Terima kasih untuk banyak hal yang telah kamu beri, sayang"


bisik Ayana lagi, pelan dengan penuh makna yang mendalam.


*******

__ADS_1


Catatan \=


SEASON ARDHAN & AYUDIA di novel 2 musim yang berbeza


__ADS_2