Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Tantangan nya Semakin membuat dirinya Tertarik


__ADS_3

Pukulan ke dua membuat Gao meradang, dapat dirasakan bibir itu mengeluarkan darah segar, dia Dalam secepat kilat ingin sekali membalas laki-laki itu, tapi saat mendengar teriakan Ayana secepat kilat juga dia mencoba menurunkan tangan nya


"Abang..."


"No... dia kakak ku"


oh fuckkk...


umpat Gao dalam hati


apa-apaan ini? laki-laki ini datang tanpa basa-basi menghantam wajah ku begitu saja


Gao berdecih


andai Ayana tidak menghalanginya, tidak berkata itu kakaknya, dapat Gao Pastikan laki-laki itu habis ditangannya. Dia sama sekali tidak pernah memiliki toleransi terhadap seseorang yang berani dengan lancang memukul nya, bahkan dia bisa menghabisi nyawa siapa saja yang berani-berani menantangnya. apalagi harus mempermalukan dirinya didepan banyak orang.


"katakan pada Abang, apa yang dia lakukan sama kamu?"


Hanif tampak begitu marah,3 hari dia pergi ke Palembang hal diluar dugaan terjadi, sang adik kesayangannya Ayana tiba-tiba akan menikah dengan Gaohan, laki-laki dengan image buruk berjuluk Casanova,dia kenal betul siapa laki-laki itu, bahkan 1 nama temannya pernah terlibat langsung dengan Gaohan.


Tidak dia hiraukan lagi keramaian yang terjadi di lobby hotel itu, Hanif hanya peduli apa yang terjadi dengan sang adik.


Ayana menangis, air matanya tumpah


"Itu tidak seperti yang Abang fikir kan"


"Kamu diapakan sama dia?"

__ADS_1


Ayana menggelengkan kepalanya pelan bekali-kali


"kamu di paksa Sama dia? kamu di perkosa sama dia?"


"astagfirullah hul'adzim Abang, nggak Ayana masih suci"


Ayana terus menangis sambil memegang erat tangan abangnya


Gao mengeratkan dahinya, menatap kesal ke arah laki-laki yang ternyata kakak ayana, dia fikir tuduhan macam apa itu, yang benar saja.


"Kamu.. dengar baik-baik, saya tidak pernah mengizinkan kamu untuk menikahi adik ku dengan reputasi buruk mu , kamu sama sekali tidak pantas mendapatkan Ayana"


"jangan kamu anggap adik ku sama seperti perempuan-perempuan yang mendekati kamu, bahkan secuil tubuhnya tidak pantas untuk kamu sentuh"


Gao mengeratkan rahangnya, gigi graham nya terlihat saling menyatu


"Bahkan setelah membuang nikki, apa kamu fikir kamu pantas mendapat Ayana?"


seketika nama nikki meluncur mulus dari bibir laki-laki itu, dahi Gao langsung berkerut, dia menaikkan ujung bibirnya, sedikit mendengus sambil sedikit mengejek


seketika dia melangkah mendekati laki-laki itu dengan wajah datar, menatap tajam tajam bola mata Hanif, Ayana berusaha menarik tangan Gao, kali ini dia kehilangan kendali Dirinya, menyentuh tangan laki-laki itu dengan refleks sambil menggelengkan kepalanya cepat


seketika Seperti sengatan listrik tubuh Gao merespon dengan spontan, amarahnya yang bertalu-talu tiba-tiba mereda dengan sendirinya


fuckkk..


magic apa yang gadis ini miliki

__ADS_1


umpat Gao dalam hati


tubuh Gao dan Hanif yang sama besar dan tinggi nya saling menghadap antara satu dengan yang lainnya, rahang masing-masing dari mereka saling mengeras


seketika Gao berkata


"aku tidak pernah mencintai perempuan-perempuan itu, bahkan tidak pernah tertarik pada mereka, terutama pada nikki mu"


yeah nikki mu, barangkali perempuan pelacur itu nikki Milik mu!


ejek Gao dalam hati


"Bersama mereka hanya sekedar kompromi semata, tanpa ikatan tanpa perasaan, mereka yang mengejar ku tapi aku sma sekali tidak tertarik mengejar mereka"


"soal Ayana, aku tidak pernah sekalipun menyentuh nya, dia aman bersama ku"


pandangan mata Gao seakan-akan siap membunuh Hanif saat ini juga


"Dan aku tidak pernah memandang Ayana dengan pandangan yang sama dengan pandangan ku terhadap perempuan-perempuan itu terutama nikki"


Hanif tampak benci menatap wajah Gao, terpatri ingatan soal nikki yang menangis karena dicampakkan oleh laki-laki ini, bahkan kata-kata sandi kemarin semakin membuat Hanif meletakkan kebencian yang mendalam terhadap laki-laki ini.


"Jangan pernah bermimpi mendapatkan Ayana, langkahi dulu manyat ku jika kamu berani memiliki nya tanpa seizin ku"


kemudi dengan gerakan cepat Hanif menoleh ke arah Ayana, meraih pergelangan tangan nya, memaksa adik kecilnya untuk segera meninggalkan Gao saat ini juga.


Ayana berjalan terseok-seok mengikuti langkah abang nya yang menyeret tubuhnya, mata Ayana menatap dalam wajah Gao, seakan-akan tersirat permintaan maaf yang mendalam di wajahnya.

__ADS_1


Gao menaikkan ujung bibirnya


Bukankah semakin menarik? semakin hubungan ini disulitkan dia merasa semakin mendapat kan tantangan, semakin dia tertarik pada Ayana dan semakin dia ingin cepat-cepat untuk memiliki nya.


__ADS_2