
"Apa kamu ingat Gao?"
Ayana bicara cepat saat keluar dari kamar mandi, masih menggunakan jubah mandinya dengan handuk di atas kepalanya.
"Kenapa sayang?"
Gao bicara sambil sibuk dengan laktopnya, menoleh cepat menatap Ayana beberapa waktu.
Dan entahlah..
Oh tuhan sesuatu dibawah sana membuat dirinya tiba-tiba terbangun, pesona sang istri dipagi hari setelah mandi meningkatkan keinginan nya.
"Bukan kah Lana Lan saat pingsan menyebut nama kalian?"
Pada akhirnya Gao berdiri dari kursi sofa, berjalan mendekati Ayana.
"he em"
Gao bicara sambil memeluk lembut sang istri, dengan cepat menyambar bibir Ayana
"Sayang, aku sedang bicara"
Ayana menyentuh lembut wajah Gao, bermaksud untuk melepaskan diri mereka, tapi rupanya dia salah, sentuhan lembut nya semakin membuat Gao ber..ge..lorah.
"Hmm bicaralah, aku hanya ingin mencium mu dan memeluk mu sayang"
Ayana memunyungkan bibirnya
"ini mencurigakan, kamu sedang menginginkan nya?"
Gao terkekeh, tangannya mulai masuk ke jubah mandinya.
"Bisa jadi"
bisiknya nakal
__ADS_1
"Gao, aku sedang serius"
"Aku juga sedang serius sayang"
Gao bicara kemudian menarik lembut tubuh istrinya menuju ke atas kasur
"Lana Lan benar-benar menyebut nama kalian"
Ayana masih bicara saat Gao menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, bibirnya mulai men ciu..mi leher indahnya
"Apa mungkin dia gadis kecil yang hilang?"
Ayana tampak berfikir, tapi konsentrasi nya berlahan pecah saat tangan nakal Gao menyentuh di bawah sana.
"Gao"
rengeknya lembut
Bi..bir Gao dengan lincah bermain di bawah dagu hingga ke lehernya
"Hmm katakanlah"
Gao terkekeh
"Itu tujuan utama ku sayang"
Bi..bir..nya dengan cepat menautkan Bi..bir Ayana, seperti biasa tangan kirinya terlalu lincah bermain kemana-mana, membuka pelan jubah mandinya Ayana, lantas berlahan Gao membuka pakaian nya sejurus kemudian Gao menciptakan suasana dingin di pagi hari menjadi suasana hangat yang mendominasi.
Ayana ingin terus bicara, tapi Gao dengan lincah membuat dirinya kehilangan kata-kata, bibir yang tadi komat-kamit bertanya dan bercerita berubah menjadi suara aneh yang berulang kali menyebut nama Gao dengan cara terbata-bata, seperti de..sa..Han lembut yang semakin menaikkan gejolak di bawah sana.
Gao berlahan turun ke 2 hal paling menyenangkan, menyesap nya dalam waktu lama, membuat Ayana mulai kehilangan arah, apalagi saat tahu-tahu Gao sudah berada di bawah sana, membuat jemari indahnya menyentuh rambut Gao dengan rasa menggila, Gao jelas pandai membawa Ayana berayun mengarungi khatulistiwa, hingga akhirnya tangannya menggenggam erat Sprai kasur karena di desakan di bawah sana yang siap untuk tumpah.
"Ga..o"
racaunya mendayu
__ADS_1
"Keluar kan lah"
ucap Gao lembut, mempercepat gerakan Li..dah nya, membiarkan sang istri mendapatkan pelepasan awalnya, jelas dia tersenyum senang, Ayana benar-benar mendapatkan kesenangan nya, lantas dengan gerakan cepat dia kembali menautkan Bi.bir mereka dan berbisik lembut
"Aku masuk sayang"
seperti biasa dia melafazkan doa yang tidak akan terlupa, berharap penyatuan mereka membawa berkah berlimpah.
Ayana seperti biasa, menekan punggung nya dengan kuku-kuku indahnya hingga di bawah sana menyeruak masuk dengan sempurna, masih tetap sakit dan perih kemudian baru berubah menjadi sesuatu yang nik..mat tiada Tara.
Dan tetap dengan cara yang sama, sang suami membawa nya terbang melayang ke angkasa, me..mompa dirinya dan menciptakan hal-hal di luar ekspektasi, memberi rasa luar biasa yang acapkali membuat dia mengeluarkan suara-suara halus serta teriakan manis yang semakin meningkat kan adrenalin sang suami untuk terus membawanya melintasi waktu bersama hingga berkali-kali sampai tubuh itu lelah bersama.
Pada season akhirnya, Gao melafazkan doa, menyentuh lembut perut sang istri, mencium perut itu hangat masih dalam doa, meminta kepada NYA siapa tahu 1 harapan kecil nya akan terkabulkan segera.
Jangan ditertawakan, dia untuk pertama kalinya menginginkan ini dari seorang perempuan, seseorang yang benar-benar telah pantas menjadi bagian dari hidup nya, berharap dalam tiap sholat nya didalam doa, agar ada sesuatu yang tumbuh disana, sesosok bayi mungil yang tiba-tiba dia harapkan dalam hidupnya, mengisi seluruh hari-hari indah mereka berdua.
"InsyaAllah"
Ayana berbisik pelan kemudian menyentuh lembut wajah Gao.
βDia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu Dia menjadikan manusia itu (punya) keturunan dan berbesanan. Tuhanmu Maha Kuasa (atas yang demikian itu)"
"Wallahu'alam"
Gao mencium lembut Ayana, memeluk sang istri hangat, sesekali mengulum senyum karena malu atas harapan kecil yang terpatri di dalam hati.
******
Sungguh terlalu.... outhor di pagi Minggu kasih bonus part beginian
suamiiiii mana suamiiiii
π€£π€£π€£π€£π€£πππππ
imajinasi outhor ketinggian kadang yah, maafkanlah, semoga readers tetap setia disini, membaca tiap part juga dengan banyak nasehat dan pelajaran-pelajaran yang acapkali kita lupakan dalam kehidupan kita.
__ADS_1
pokoknya i love you so much my readers
tetap stay dan like coment, biar outhor tambah semangat up nya ππππππππππππππππβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ