Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Kesabaran berbuah hasil "BAHAGIA BERSAMA"


__ADS_3

Joyce tampak mencoba menjelaskan diikuti oleh dokter John.


"Para dokter di Brasil tengah mencoba transplantasi kandungan dari donor yang sudah meninggal, sebenarnya ini untuk kedua kalinya, yang pertama masih dalam proses perkembangan"


"Sebelumnya sudah ada 2 bayi yang dilahirkan dengan metode serupa, hanya saja kandungan berasal dari donor orang yang masih hidup, 2 lagi Tengah menunggu proses kelahiran


"untuk proses transplantasi dari kandungan orang hidup kesehatan dan lain sebagainya semua aman terkendali"


"Untuk transplantasi donor kandungan orang yang sudah meninggal Perempuan ini akan hamil lewat inseminasi buatan selama tujuh bulan setelah menjalani transplantasi."


"pasien pertama kita adalah seorang perempuan berusia 32 tahun dan berprofesi sebagai psikolog, pada awalnya dia cukup ragu-ragu untuk mendapatkan transplantasi kandungan."


"Donornya adalah seorang perempuan berusia 45 tahun yang sudah memiliki tiga anak dan meninggal karena stroke."


"Sebenarnya kami masih ragu untuk melakukan proses yang sama dengan nyonya Ayana sebab kita belum melihat prospek keberhasilan pertama Untuk transplantasi kandungan orang yang sudah meninggal"


"Kami masih berharap nyonya Ayana melakukan transplantasi normal melalui organ kandungan orang yang masih hidup"


"hanya saja karen keadaan kita akan mencoba melakukan transplantasi di opsi ke 2"


"dan opsi ini jelas memiliki tingkat kelemahan luar biasa, jika janin berkembang, anak akan lahir dengan proses operasi sesar, hanya saja kandungan akan ikut dilepas setelah proses lahiran bayi, artinya kalian hanya punya satu kesempatan saja"


"Berbeda dengan transplantasi kandungan dari orang yang masih hidup, kita tidak mesti mengangkat nya kembali, masih ada kesempatan untuk hamil kembali"


"karena itu hingga detik ini kita masih sangat berharap pada pendonor dari orang yang masih hidup dan sehat"


"Ayana tampak diam, Gao tampak meremas erat tangan Ayana."


"Kamu boleh memilih, melakukan nya atau tidak itu adalah hak kamu sayang"


ucap Gao pelan


Ayana masih mengharapkan setitik pengharapan untuk mendapatkan donor dari orang yang masih hidup, tapi apalah daya bukankah perempuan kemarin sudah menolaknya??


"Hmm"


Ayana mengangguk pelan tanda setuju

__ADS_1


"Kami akan memperkenalkan Dr. Wellington dan dr. Dani, mereka berdua yang akan mengurus semua proses transplantasi"


ucap Joyce cepat, sesaat 2 dokter pria masuk dengan pakaian serba putih, tersenyum pada Ayana dan Gao, mereka mensalami Tangan Gao, ayana langsung merapat kan kedua tangannya.


"Apakah ada pilihan dokter perempuan?"


Gao bertanya cepat


Joyce tersenyum, paham dengan maksud Gao.


"Ada, untuk seluruh proses operasi akan ditangani beberapa dokter lainnya 'perempuan', hanya saja untuk dr. pengarah Agar tidak terjadi kegagalan dalam proses, dr. Wellington dan dr. Dani akan tetap hadir untuk mengawasi"


Gao tampak mengangguk-anggukkan kepala nya.


"Kita akan menandatangani seluruh berkas-berkas nya"


Gao dan Ayana mengangguk secara bersamaan, mereka telah bersiap dengan berkas-berkas nya.


Tapi Bukankah sebaik-baiknya pengatur adalah Allah?


"Maafkan saya karena terlambat"


Semua orang menatap ke arah depan, Seketika bola mata Ayana berkaca-kaca, menatap seorang perempuan yang pernah ditemui mereka 2 hari yang lalu.


"Ada kemacetan dijalan, Apa saya telah melewatkan sesuatu?"


semua orang langsung mengembangkan senyuman mereka, seketika suasana mengharu biru terjadi.


"Sayang..."


Ayana benar-benar ingin menangis saat itu juga, jika bisa dia ingin menangis sejadi-jadinya, ingin memeluk Gao atau bahkan ingin melompat-lompat kegirangan seperti orang gila.


Secepat kilat Ayana menyambar tubuh perempuan itu, dan seketika tangisan nya pecah tanpa dapat dia bendung kembali.


Berapa tahun? 6 tahun? baru 6 tahun kan? lalu kenapa rasanya begitu menyesakkan dan menyakinkan, seakan-akan Allah tidak lagi hadir diantara mereka, acapkali menyalahkan takdir yang terasa tidak adil.


Aku benar-benar manusia penuh dosa, yang dipenuhi rasa takut seolah-olah Allah itu tidak pernah ada, padahal realita nya Allah itu ada, hanya saja dia ingin menguji seberapa kuat kita menghadapi segala ujian nya

__ADS_1


"Terima kasih banyak, terima kasih banyak"


ucap Ayana ditengah isakan tangisannya yang pecah.


"Ini adalah sesuatu yang memang ditakdirkan untuk mu, aku mempercayakan nya untuk kalian, maka janganlah lalai dalam menjaganya"


...*** To be continue ***...


...**Masih ada season dag Dig dug operasi nya**...


**Tunggu season manis bulan madu yaaaaa**


*Cerita masih berlanjut tapi yang manis-manis*


...***Up tiap hari****...


...πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ’žπŸ’žπŸ’ž...


**********


Catatan \=


itu kisah nyata soal transplantasi kandungan yah sayang ku


ini tim para dokter nya



Dr Wellington Andraus (kiri) dan Dr Dani Ejzenberg (dua dari kiri) bersama koleganya dari Fakultas Kedokteran University of Sao Paulo yang membantu proses transplantasi kandungan



Para dokter di Brasil telah berhasil membantu kelahiran bayi pertama di dunia yang dikandung dalam kandungan yang ditransplantasi dari donor yang sudah meninggal.


(Jangan berputus asa yang kehidupan nya seperti Ayana dan Gao, come masih ada jutaan harapan yang tidak pernah kalian duga)


**Informasi berbagai sumber terpercaya**

__ADS_1


__ADS_2