
"Ada apa Gao?"
Ayana tampak bertanya khawatir, menatap bola mata sang suami beberapa waktu.
Gao hanya tersenyum, tangannya sibuk menyiapkan beberapa obat-obatan untuk Ayana.
"Jangan terlalu banyak beraktivitas, kesehatan mu cukup kacau dan turun drastis kata paman Ijal"
Gao bicara cepat sambil menunggu ayana membuka mulutnya agar segera menelan obat-obatan miliknya.
Secepat kilat Ayana membuka mulutnya, setelah memastikan semua obat masuk dengan cepat dia meminum air yang diberikan Gao pada nya.
"Apakah berpengaruh pada kesehatan kantong kandungan nya Gao?"
tanya ayana pelan.
"Belum tahu, masih dilakukan pemeriksaan"
seketika raut wajah ayana berubah.
"Maafkan aku, harusnya aku mendengar kamu sayang"
ucapnya dengan nada penuh sesal, dia menundukkan pelan kepala nya.
Ayana fikir apa mungkin sesuatu yang buruk terjadi? mengingat ekspresi begitu serius Antara Gao dan paman ijalnya.
"Sayang lihat aku"
Gao bicara sambil menyentuh kedua belah pipi Ayana.
"Kita mengambil liburan terlalu jauh, keliling negara selama 2 bulan ini, aku juga salah, maafkan aku hingga membuat kamu kelelahan hmm"
"Semua baik-baik saja, hanya kelelahan hmm tidak perlu ada yang dikhawatirkan"
ucap Gao lagi.
"Kita langsung pulang ke mansion malam ini"
Pada akhirnya Ayana hanya bisa mengangguk pelan.
********
Sepanjang perjalanan pulang Gao tampak diam, sama sekali tidak membuka suaranya, dia membiarkan Ayana tertidur pulas di Samping kemudi.
Belum lagi Gao berulang kali mencoba menghubungi seseorang, kadang entah berkirim pesan pada siapa.
"Gao?"
__ADS_1
Seketika Gao menoleh ke arah nya, menyentuh lembut kepala nya kemudian berkata
"Tidur lah, ketika tiba akan aku bangunkan sayang"
Ayana tampak diam, mengangguk pelan dengan ekspresi wajah yang sulit dijelaskan.
Gao jelas belum pernah bersikap begitu selama 7 tahun lebih pernikahan mereka, Gao jelas selalu menampilkan ekspresi bahagia,tidak membuat bingung diri nya dan selalu terbuka, tapi kali ini ada apa?.
Seketika Ayana menggigit bibir bawahnya, kekhawatiran Berlahan menghantam perasaan nya.
Ada apa? apa yang tengah terjadi sebenarnya?.
Saat tiba dihalaman mansion, terlihat suasana gelap mencekam, semua lampu tidak ada yang menyala sama sekali.
"Apa bibi tidak bekerja Gao?"
Ayana mengerutkan dahinya, dia fikir harusnya pelayan rumah sebelum pulang kekediaman mereka masing-masing, mestinya sudah menyalakan semua lampu-lampu mansion, lalu kenapa malam ini tampak begitu suram dan gelap?
"Mungkin mereka lupa"
Gao bicara sambil memarkirkan mobil mereka di garasi, kemudian melepaskan sabuk pengaman secara berlahan, turun memutar kemudian melepas sabuk pengaman Ayana, lanats Secara Berlahan menggendong tubuh mungil itu kedalam.
"Sayang turunkan saja, ini begitu gelap, kalau tersandung bagaimana?"
tanya Ayana cepat, meminta Gao segera menurunkan nya.
Gao bicara cepat, meletakkan Ayana di atas kursi depan.
Ayana mengangguk pelan, menatap punggung Gao yang Berlahan mulai menghilang dibalik pintu.
Cukup lama tapi semua lampu belum juga menyala, Seketika terdengar suara keras entah apa jatuh ke lantai,Ayana langsung mengernyit kan dahinya.
"Gao?"
Ayana tampak panik, langsung berdiri dan meringsek masuk kedalam, tapi memang benar-benar gelap.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?"
kecemasan tiba-tiba menghantam perasaan nya, apa yang terjadi? kenapa sang suami sama sekali tidak menjawab panggilan nya?
"Gao...Gao...? sayang... jangan membuatku panik"
Ayana seketika mencoba meraba-raba keadaan, mengingat semua susunan ruangan, berusaha membiasakan mata di kegelapan.
"Gao.."
Seketika tangisnya pecah.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? jangan menakuti aku"
Seketika tubuh Ayana membeku, saat tiba-tiba tampak sebuah layar proyektor diujung sana menampilkan banyak gambar secara bergantian, foto dari awal mereka berjumpa, lamaran Gao.
Seketika air mata Ayana tumpah, dia berjalan terus maju kedepan menuju ke arah tangga.
Akad nikah mereka, bulan madu pertama, bermain sky pertama, beberapa liburan kecil, perayaan universary pernikahan mereka tiap tahun, kehamilan pertama, tespek pertama Ayana,USG Pertama mereka, semua nya terus berputar disana, ciuman Gao diperutnya yang mulai membesar, saat Gao memeluk dirinya di kehamilan 7 bulan, acara 7 bulanan kemudian tiba-tiba sebuah tulisan besar hadir disana
Congratulation calon baby ke-2 Ayana & Gao ❤️
Hari ini mondar-mandir seperti orang gila hanya untuk memastikan Daddy tidak salah mendapatkan berita.
3 alat digunakan hasil nya tetap sama 💞
Congratulation mommy Ayana, dia telah tumbuh di antara kita❤️
Seketika air mata Ayana semakin tumpah, dia benar-benar ingin melompat bahagia saat ini rasanya.
Gao tampak berdiri Didalam kegelapan, bertemakan cahaya lilin dihadapannya yang ternyata lilin-lilin itu berdiri dengan indah di atas sebuah cake ukuran besar bergambar ibu hamil, tetap dengan warna biru kesukaan Ayana.
"itu menggelikan"
Ayana bicara sambil terisak lantas tertawa geli, bentuk cake itu benar-benar membuat dia ingin tertawa karena begitu lucu dan memalukan. Sesaat Gao ikut terkekeh, air mata Gao jelas telah tumpah lebih dulu sejak tadi sambil menyiapkan semuanya didalam, entah siapa yang membantu Ayana tidak paham, terbukti betapa memerah nya bola mata Gao saat ini.
Seketika gao meletakkan cake nya di atas meja, melebarkan tangan nya menunggu Ayana masuk ke dalam pelukannya.
Sepersekian detik kemudian Ayana benar-benar melesat masuk kedalam pelukan Gao, menangis terisak didalam dada bidang dan hangat itu.
"Ini bukan mimpi kan?"
tanya nya terisak tanpa henti.
"Its true, congratulation darling, you Will be a mother again"
ucap Gao sambil mencium lama puncak kepala Ayana, kemudian kedua tangannya menyentuh hangat wajah Ayana, secara berlahan mencium bibir itu begitu lembut dan dalam.
Bukankah Allah itu adil? buah kesabaran itu tidak pernah mengkhianati hasil bukan?
"Fabiayyi alaa’i rabbi-kumaa tukadzdzibaan” Artinya "
“Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang ”Kamu Dustakan’?”
__ADS_1