
"Sayang bisa kah permintaan nya diganti?"
Gao bertanya serius ke arah Ayana, belakangan benar-benar dibuat luar biasa, bahkan kadang kala dia harus keluar tengah malam hanya demi membeli sesuatu yang pada akhirnya tidak juga kunjung dimakan.
"Daddy Fikir yang didalam Sini suka mengerjai Daddy hmm"
ucap Gao sambil mengelus lembut perut Ayana.
Yah 5 bulan ini adalah perjuangan Gao untuk menjadi sosok Daddy tersabar dan suami tersabar sepanjang sejarah pernikahan, mereka bilang hormon ibu hamil itu begitu luar biasa, bisa naik turun sesuai suasana hatinya, kalau tidak sabaran bisa-bisa sang suami entah bagaimana jadinya.
Saat dikehamilan pertama dulu Gao biasa-biasa saja, tidak ada hal aneh yang harus Gao lalui, tapi di kehamilan ini.
subhanallah
Gao harus banyak-banyak belajar bersabar, banyak-banyak bersyukur, bukankah ini nikmat Allah yang belum tentu akan dia temui sekali lagi nantinya? bukankah dia juga acapkali mengharapkan nya? maka nikmati saja, sebab seindah-indahnya perjalanan kesabaran yaitu ketika harus menghadapi istri yang sifatnya tiba-tiba berubah.
Selama 5 bulan kehamilan Sifat ayana jelas selalu naik turun, kadang jadi begitu lembut kadang tiba-tiba jadi begitu pemarah, padahal Gao tahu betul bagaimana Ayana, si lembut hatinya bisa juga rupanya jadi pemarah.Dan Gao acapkali ingin tertawa melihat nya, tapi jika dia tertawa tiba-tiba sang istri malah menangis karena merasa di ejek.
"Gao...."
dan seketika itu juga tangis sang istri pecah.
"Oh sayang, maafkan aku"
Gao hanya bisa bicara sambil memeluk hangat tubuh sang istri sambil mengulum senyum.
Terkadang Ayana acapkali bertingkah seperti laki-laki, kadang begitu kalem menjadi Ayana sendiri, Gao kadang berfikir.
Ada apa coba dengan hormon sang istri?
Kalau lagi kumat suka berdandan setiap waktu yah berdandan, tapi kalau lagi malas nya subhanallah. kadangkala permintaan nya menjadi begitu aneh, minta dibelikan ini dan itu di waktu yang sangat tidak masuk akal, di waktu jam tidur dan semua orang telah terlelap sempurna.
"Sayang apa harus malam ini juga?"
Gao bertanya penuh kesabaran saat melihat sang istri berkata dia menginginkan rujak buah di malam hari. Bisa dibayangkan dimana Gao harus mencarinya?
pada akhirnya Gao harus mengupas semua buah-buahan di dalam lemari pendingin, memastikan buah-buahan Yang mengandung vitamin C dan asam-asam harus terjun ke dalam piring, menggiling kacang sangrai kemudian mengolah nya menjadi kuah rujak dengan cabai dan gula merah yang katanya begitu nikmat rasanya.l, menghilang kan sejuta kantuk dimatanya.
__ADS_1
"Enak?"
Gao bertanya sambil terus memperhatikan sang istri yang begitu lahap memakannya.
Ayana hanya mengangguk-angguk sambil terus melahap semua rujak nya, membuat Gao memejamkan matanya berkali-kali karena rasa asam mendominasi menghantam jiwa nya secara tiba-tiba.
Bayangkan bagaimana rasanya?
oh subhanallah.
Satu kali tiba-tiba sang istri pernah tiba-tiba menangis tanpa sebab tengah malam, membuat Gao harus dengan sabar membujuk nya, kadang dia kegerahan ditengah AC yang jelas dingin mendominasi, kadang kala dia mengeluh betapa hati itu dingin padahal cuaca benar-benar hangat.
"Mau tidur diluar kamar? didepan TV ruang tamu? atau di teras samping sayang?"
"Akan aku siapkan semua perlengkapan nya"
Sang istri jelas mengangguk senang, secepat kilat lari dari kamar mereka.
Seketika Gao berfikir mungkin ayana memang butuh suasana baru, bisa jadi sang istri sudah mulai bosan dengan suasana lama. pada akhirnya dia mengubah seluruh konsep kamar agar sesuai dengan keinginan nya, membuat penghangat dan pendingin ruangan agar bisa di atur sesuai keinginan Ayana.
Yah 5 bulan itu benar-benar luar biasa, membuat Gao acapkali menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak paham dengan keadaan, seolah-olah Ayana punya kepribadian ganda yang sebentar kekiri sebentar kekanan.
Gao fikir entah mungkin hingga bulan kelahiran dia akan dikerjai seperti ini, tapi untungnya semua itu berakhir pada usia kandungan Ayana memasuki bulan ke 6.
Alhamdulillah.
jelas-jelas ucapan itulah yang meluncur deras dari bibir Gao dalam tiap sholat nya, segala puji bagi Allah.
********
Paman Ijal nampak sibuk meletakkan gel ultrasound kemudian transducer mulai menjelajahi perut Ayana tampak layar ultrasonografi atau USG menampilkan gambar yang sesungguhnya tidak begitu Gao pahami.
"Ok sayang paman tidak percaya ini, baby nya Sehat semua"
"Ya?"
seketika Ayana dan Gao saling melempar kan pertanyaan secara bersamaan, paman Ijal hanya tersenyum.
__ADS_1
"Paman sengaja belum memberitahukan nya sebelum-sebelumnya, karena takut terjadi kesalahan, tapi mereka benar-benar kembar"
ucap paman Ijal sambil terus memutar alat transducer nya.
Ya Allah subhanallah
Ayana jelas berkaca-kaca, menatap Gao sambil terus meremas tangan sang suami dengan perasaan yang luar biasa.
Gao jelas tersenyum sumringah ke arah Ayana, kemudian terus memperhatikan layar didepannya, terdengar suara yang berdetak kencang secara tiba-tiba.
"Jantung nya Begitu sehat"
"Tapi kita belum bisa benar-benar memastikan jenis kelamin nya, tapi sepertinya 1 cabai dan satunya lagi seperti nya Tomat nak"
"Tapi paman belum begitu yakin, bisa jadi semuanya cabai atau Tomat"
mendengar itu Gao hanya bisa mengulum senyum.
"Paman rasa mungkin di pemeriksaan selanjutnya baru jelas terlihat jenis kelaminnya"
Ayana mengangguk cepat, sepersekian detik kemudian Gao langsung berdiri, mendekati Ayana kemudian mencium hangat puncak kepalanya, kemudian Gao membacakan sebuah doa untuk dirinya.
“Allahummahfadz waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wasyfihi anta asy-syâfi lâ syifâ`an illâ syifâuka syifâ`an lâ yughâdiru saqaman. Allahumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan hasanatan watsabbit qolbahu îmânan bika wa bi-Rasûlika. Allahumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allahumma ij’alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan hâdziqan ‘âmilan. Allahumma thowwil ‘umrohu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqohu wa afshah lisânahu wa ahsin shautahu liqirooatil hadîtsi wal qur`ânil ‘adzîm bibarokati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Robbil ‘âlamîn.
Artinya: “Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit.
Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat.
Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, banyak beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.”
Subhanallah Alhamdulillah
Sesungguhnya aku hanya berharap satu tapi Allah memberikan bonus berlimpah secara luar biasa.
Rasanya dada Gao terasa begitu sesak, sesak karena rasa bahagia yang begitu membuncah luar biasa, bukan sesak karena bersedih.
Allah sungguh luar biasa, bahkan dia mengganti yang hilang kemarin langsung dengan yang kali ini, bukan kah itu sungguh bonus luar biasa dari buah kesabaran yang mereka tanam selama ini?
__ADS_1
Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang ”Kamu Dustakan"?