Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Lana Lan sang gadis pengganti


__ADS_3

Ayana mencoba duduk di sebuah kursi panjang di dekat tangga rumah sakit lantai 5 dimana dia dirawat, rasa bosan dan jenuh menghinggapi dirinya setelah Gao berkata dia akan pergi pulang ke mansion beberapa waktu.


Sejenak dia menoleh kearah kiri nya, terlihat seorang gadis cantik dengan bola mata berwarna abu-abu, rambut berwarna coklat tua sedikit bergelombang lewat sebahu dengan tubuh kecil yang tidak begitu berbeda jauh dengan nya tampak tersenyum lebar ke arah nya.


"Muslim?"


dia bertanya ramah pada Ayudia sambil menggeser duduknya


ayudia balas tersenyum cantik, mengangguk cepat.


"iya"


"Aku juga"


ucapnya sambil mengeluarkan kalung yang liontin nya berlafas Allah dari lehernya.


jelas saja Ayana terbelalak


"Subhanallah"


Dia fikir bisa bertemu gadis secantik itu dengan keyakinan yang sama di Prancis.


"Mualaf?"


tebak Ayana


gadis itu menggeleng


"sejak kecil aku tinggal bersama orang-orang muslim di panti, jadi semua keyakinan ku pada akhirnya berada disana hingga kini"


ahh..


Ayana mengangguk kan kepala nya


"Siapa nama anda?"


"Ayana, dan kau?"


"Lara tapi..."


kemudian dia berbisik pada Ayana


"Semua orang memanggil ku Lana Lan, padahal itu mama saudara kembar ku, mereka bilang aku adalah dia"


ucapnya kemudian


"look"


dia menunjuk ke arah depan


"Bahkan segerombolan orang kaya itu berfikir aku adalah Lana Lan"


dia terkekeh


Ayana menaikkan alis nya, sedikit bingung mencoba menatap ke arah depan. Tampak beberapa orang terlihat berbincang-bincang dengan seorang dokter laki-laki dan dokter perempuan yang masuk ke ruangan nya tadi pagi.


"Kau benar-benar harus memanggil nama ku sama seperti mereka memanggil nama ku, Lana"


ayana mengangguk tanda paham


"Aku sulit menceritakan nya"


Gadis itu menundukkan kepalanya


"Susunan hidup ku benar-benar kacau, aku bisa menyebutnya takdir yang unik"


'Alhamdulillah, belajar ikhlas itu sulit, tapi aku berusaha untuk terus mensyukuri semuanya. Selama tidak terjebak dalam lumpur dosa atau bahkan menikah dengan monster yang paling mengerikan di muka bumi ini"


Ayana tertawa geli mendengat penjelasan gadis itu.


monster paling mengerikan?


jelas saja itu terdengar tidak masuk akal.


Sejenak gadis itu menarik nafasnya pelan,lantas menoleh ke arah Ayana.


"Subhanallah, kau sangat cantik"


puji nya kemudian


"Bola mata mu begitu indah"


tambah nya lagi


"Seindahnya ciptaan Allah"


Ucap Ayana, kemudian berlahan menyentuh wajah gadis itu.


"Kau pun tercipta begitu sempurna"


Dan Lana memang terlihat begitu cantik Dimata Ayana.


"Kamu tinggal dimana?"


tanya Lana kemudian


"Indonesian"

__ADS_1


seketika lana terbelalak, menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya


"Itu sangat jauh sekali"


Ayana tersenyum


"Kami sedang berbulan madu"


ucap nya kemudian, menunjukkan cincin pernikahan nya.


seketika lana menghela nafasnya


"Aku juga akan menikah Minggu depan, dengan orang yang sama sekali tidak aku sukai"


keluhnya


"Dia menyukai mu?"


Ayana bertanya tiba-tiba


Lana menggeleng cepat


"Kami tidak saling menerima, bahkan kami tidak tidak pernah berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya"


"Maka tolaklah dengan halus, kamu memiliki hak atas dirimu sendiri"


jawab Ayana cepat


"Jika kamu masih memilik wali, sampaikan lah"


"Kamu tahu? Perkawinan merupakan pergaulan abadi antara suami isteri, Akad nikah tanpa kerelaan wanita tidaklah sah apalagi tanpa kerelaan kedua belah pihak, itu nama nya pemaksaan"


"Tolaklah dengan halus, buat dia paham dengan situasi mu"


sejenak Lana menggigit bibirnya


"Ini soal masa depan, pada akhirnya dimulai dari bangun tidur pagi ini hingga bangun tidur di keesokan hari, kalian hanya melihat satu orang didalam seumur hidup kalian, Berulang dan terus menerus"


"Suami saya pernah berkata dua orang yang saling mencintai tak harus membawa hubungan ke jenjang pernikahan, sebab relasi itu bukan puncak percintaan sepasang kekasih"


“Puncak percintaan itu adalah komporomi,"


"jika hanya didasari cinta pernikahan seperti itu malah jadi sebuah institusi yang menyatukan dua orang dalam sebuah pengaruh nafsu yang paling gila dan paling sementara."


"Tapi dua orang yang saling menolak juga tidak harus membawa hubungan ke jenjang yang lebih juga, karena puncak percintaan terjadi karena saling menyetujui"


"Tiga kunci utama dalam kehidupan pernikahan. Pertama, komunikasi yang baik. Kedua, rasa hormat yang rupanya lebih penting ketimbang cinta. Sebab, cinta bisa datang dan pergi, tetapi rasa hormat bisa bertahan. Ketiga, kepercayaan"


"Jika sejak awal komunikasi kalian saja sudah tidak ada, kenapa mesti dipaksakan?"


Sejenak Lana menatap dalam bola mata Ayana, pada akhirnya dia Fikir dia menemukan seseorang yang bisa dijadikan tempat untuk bercerita.


"Seandainya aku punya seorang kakak"


ucap lana pelan


"Kau bisa memanggil ku begitu, bukankah didalam Islam, kita semua adalah saudara"


Ayana mengembangkan senyum manisnya, Lana dengan cepat memeluk Ayana begitu dalam.


"Oh subhanallah"


ucap lana kemudian


"Berikan Nomor mu, kita bisa mengobrol sesekali di waktu senggang"


"Tentu saja"


sejenak Ayana menaikkan alisnya


"Tidak ada kertas dan pena"


Lana tersenyum cepat


"Sebutkan, aku punya kemampuan mengingat tanpa mencatat"


"Ya?"


"seperti yang aku katakan tadi, hidup ku begitu unik"


lalu Lana terkekeh


"Sebutkan saja"


kemudian Ayana dengan cepat menyebutkan nomor handphone


"Ok, aku akan menghubungi mu di waktu senggang, kakak"


ucapnya sambil mengembangkan senyum yang begitu lebar, menampilkan urutan gigi nya yang begitu sempurna.


"Sayang"


Seketika Seseorang mengagetkan mereka, Gao bicara sambil mengecup lembut ujung kepala Ayana, sejenak Ayana tersentak dan menoleh.


"Sudah makan?"


Ayana tersenyum lantas menggeleng.

__ADS_1


"Teman?"


Gao menoleh ke arah Lana


"Dia adik angkat ku"


jawab Ayana cepat


"Ah.."


Gao Han mengangguk, tatapan nya sedikit dingin.


Lana menaikkan Alisnya, dia fikir bukan kah laki-laki itu adalah gaohan hillatop? dia sering melihat wajah laki-laki ini terpampang di beberapa majalah juga di televisi.


"Dia?"


Lana tercekat


"Suami nya"


ucap Gao datar, lantas menatap dalam bola mata Ayana.


"Masih mau disini atau kembali kekamar?"


seketika nada suara Gao berubah menjadi lebih lembut ketika bicara dengan Ayana. Lana fikir laki-laki itu begitu mudah mengubah ekspresi ketika bersama orang yang dia cintai.


"Kita kembali"


jawab Ayana, kemudian menoleh ke arah Lana


"Maafkan aku"


Lana mengangguk tanda mengerti


tiba-tiba Gao mengangkat tubuh Ayana begitu saja.


"Gao, apa yang kamu lakukan?"


Ayana terpekik malu, Seketika semua orang melihat kearah mereka .


"Membawa mu kedalam, membuat mu tidak lelah berjalan"


bisik nya pelan sambil tersenyum senang melihat rona berwarna pink di wajah Ayana.


"Gao.. turunkan"


"Hmm"


tanpa menuruti perintah sang istri,Gao dengan cepat menggendong tubuh kecil itu menuju ke ruangan Ayana.


Lana yang cukup lama mematung melihat pasangan itu langsung tersadar dari ekspresi kagetnya dalam waktu yang cukup lama hingga orang itu menghilang dari pandangan nya, dia berusaha membalikkan tubuhnya dan berfikir untuk kembali juga kekamar nya, tapi Seketika dia tercekat saat tubuhnya hampir menabrak seseorang.


oh brengsek


umpat nya dalam hati, saat sadar Tristan sudah berdiri di hadapan nya dengan tatapan dingin mendominasi.


Dengan secepat kilat dia menghindari tubuh itu, mencoba melewati nya tanpa basa-basi.


"Lana Lan... dimana sopan santun mu terhadap calon suami mu?"


teriak Tristan kesal


seketika lana menghentikan langkahnya, dia mengumpat dalam hati


Astagfirullah hul'adzim,oh tuhan! kenapa setiap hari mesti bertemu monster satu ini? tidak bisakah dia menghilang saja dari muka bumi ini?


pekik nya dalam hati


"Aku bilang, aku menolak pernikahan nya"


geram Lana lan cepat, kemudian mencoba melesat menjahui Tristan, tapi dalam hitungan detik laki-laki itu menarik kasar tangannya. Mereka saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


"Permainan apa lagi yang ingin kau lakukan kali ini hah?"


Lana melotot dongkol


"Apa muka ku terlihat sedang berusaha memainkan sebuah permainan, tuan Xavier?"


"jelas aku menjadi orang yang dirugikan jika harus rela bermain-main dengan mu"


setelah berkata begitu, dia mendorong dada laki-laki itu untuk menjauh.


"Kepala ku pusing setiap kali melihat wajah mu"


pekik nya kesal, kemudian dengan gerakan cepat meninggalkan Tristan yang tampak dongkol memandangi kepergian nya.


Yang benar saja!


umpat mereka di dalam hati masing-masing.


********


Catatan \=


Season Tristan Dan Lana Lan di novel Pengantin kembar pengganti CEO Iblis


masih proses menulis, jadi step by step yah

__ADS_1


__ADS_2