Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
2 kali menyelamatkan nyawa nya tanpa pamrih


__ADS_3

Ayana cukup terkejut saat keesokan harinya dikala matahari mulai naik laki-laki itu tiba-tiba mengajak nya kembali.


"Aku akan mengantarmu kembali"


sejenak ayana terdiam kemudian langsung mengembangkan senyumnya, dia menurut langsung menggunakan seluruh peralatan sky nya.


"Apa anda yakin dengan luka anda tuan?"


Ayana fikir baru lewat 1*24 jam dia cukup khawatir dengan keadaan laki-laki itu.


"Aku harus segera kembali juga untuk melakukan perawatan langsung ke rumah sakit"


ah... baiklah


batin ayana


"Cuacanya tidak begitu baik, jadi kita mesti bergerak cepat"


Tristan bicara sambil berusaha mengulurkan tangannya, tapi sepertinya biasa Ayana selalu memasang jarak padanya


"Apa aku begitu mengerikan untuk mu? hingga kamu begitu jijik menyentuh ku?"


Ayana diam sejenak, Kemudian menarik pelan nafasnya


"Karena kita bukan mahram tuan"


"Akan ada fitnah dan kerusakan yang terjadi di antara 2 manusia yang berlainan jenis ketika saling bersentuhan, apalagi saya seorang perempuan yang telah memiliki suami"


"Anda memiliki hawa dan nafsu Begitu juga saya, andai kata saya bisa menjaga, tidak ada jaminan anda bisa menjaga batasannya"


"kita sama-sama menjaga batasannya, agar tidak ada kesalahan pahaman yang terjadi seandainya suami saya menemui kita secara tiba-tiba"


"Lalu bagaimana jika dalam keadaan terdesak?"


Ayana diam sesaat


"Maka balut semua tubuh saya hingga kulit kita tidak saling bersentuhan"


Tristan menghela kasar nafasnya, dia fikir dia pasti sudah gila karena sejak kemarin terus mendengarkan nasehat perempuan ini.

__ADS_1


Kemudian dengan gerakan cepat mereka bergerak keluar menuju ke arah selatan untuk melaju kembali ke pusat kota, mengantar perempuan ini kepada pemiliknya.


"Aidaa..."


teriakan Tristan yang menggelegar memecah keadaan


seorang wanita tua berjalan tergopoh-gopoh mendekati mereka.


"dimana semua barang-barang ku?"


wanita itu tampak ketakutan


"Akan saya angkat semua ke mobil"


Ayana hanya bisa menghela nafasnya panjang, dia fikir ada type manusia sekasar ini terhadap orang yang lebih tua.


"Aku akan membantu bibi"


ucap Ayana cepat dengan lembut, melesat pergi melewati Tristan.


sejenak Tristan memejamkan matanya, kepalanya berdenyut, dia fikir apalagi ini.



seketika Ayana mencoba memejamkan matanya, mencoba belajar mendengar kan suara angin serta beberapa suara lainnya yang sudah beberapa hari tidak dia dengarkan karena terkurung didalam. Tapi tiba-tiba terdengar sebuah suara yang bergerak kencang ke arah mereka, Ayana membuka Cepat bola matanya, menatap ke arah selatan.


Seketika bola mata nya membulat saat sadar apa yang ada di hadapannya, sebuah gumpalan salju besar menerjang turun dari atas ke arah..... Tristan. Tanpa fikir panjang Ayana berlarian ke arah Tristan dan berusaha menyelamatkan laki-laki itu dengan cara mendorong tubuh Tristan ke arah samping dengan kencang.


"Tuan...awasss"


Tristan tersentak ketika gadis itu berteriak panik, wajahnya menampilkan ekspresi yang begitu ketakutan dan mendorong tubuh Tristan dengan sekuat tenaga. Seketika Tristan terpental ke kiri dan dalam hitungan detik


ddrrttt


blaasshhh


sebuah gulungan salju menerjang tubuh gadis itu tanpa apa-apa.


jelas saja tristan membelalakkan matanya, saat tiba-tiba tubuh kecil itu terhantam ke belakang dan terpental cukup jauh, dan Tristan terpaku dalam hitungan detik.

__ADS_1


"Nona.. apa yang kau lakukan?"


Tristan berteriak murka dan panik, secepat kilat menggali timbunan salju yang memenuhi tubuh Ayana dan dalam hitungan detik menyambar tubuh kecil itu


"Nonaa....."


Aidaa sang wanita tua berteriak panik


"Tuann..."


beberapa orang suruhan nya berlarian panik mendekati mereka.


jelas Tristan kebingungan


"Bawa dia ke kota sekarang juga"


teriak Tristan sambil berusaha mengangkat tubuh Ayana, namun sekelabat ingatan soal ucapan ayana tadi mengurungkan niatnya


"Lalu bagaimana jika dalam keadaan terdesak?"


Ayana diam sesaat


"Maka balut semua tubuh saya hingga kulit kita tidak saling bersentuhan"


meskipun tubuh gadis itu tertutupi dengan rapat, entah kenapa Insting nya berkata dia butuh pelindung lainnya.


"ambilkan semua baju hangat dan kain tebal"


teriak nya menggema, setelah dalam keadaan panik menyelimuti seluruh tubuh Ayana, Tristan dengan cepat mengangkat tubuh Ayana yang tidak berdaya


"Nona... bangunlah"


Dalam seumur hidup baru kali ini dia tampak panik melihat keadaan seorang perempuan tidak berdaya, menekan hawa nafsunya, mendengar seluruh nasehatnya.


2 kali yah 2 kali perempuan itu menyelamatkan dirinya, apa masih pantas dia berniat menyakiti perasaan nya? masihkah dia berniat ingin mencelakai nya?


Dia fikir seistimewa inikah pilihan Gao? bukan karena dia Cantik,Manarik atau bahkan pandai bermain di atas kasurnya, tapi karena dia pandai membuat suasana hati menjadi teduh dan ciut seketika, bahkan dia membantu seseorang tanpa pamrih, Mungkin karena itulah perempuan ini mampu menjadi titik terlemah seorang gaohan.


Lalu fikiran bodoh menghinggapinya seandainya...yah seandainya.. seandainya mereka bertemu lebih dulu, keadaan pasti berubah.

__ADS_1


"Nona bertahan lah, aku mohon"


__ADS_2