Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
akan mendapatkan gadis milik nya dengan cara yang halus dan luar biasa


__ADS_3

Praangggg


Terdengar suara kaca berhamburan ke latai, wajah menakutkan serta mata nak iblis itu menatap penuh kemarahan di hadapan dua pria yang ada dihadapannya itu


"2 hari kalian tidak berhasil juga menemukan informasi gadis kecil itu? bahkan tidak tahu dia ada di kamar yang mana?"


suara bariton nya menggema kasar di seluruh ruangan,2 pria itu hanya mampu menelan saliva nya, mereka fikir mereka terlalu bodoh mendapatkan informasi soal gadis yang diinginkan tuan nya beberapa hari yang lalu.


seketika Tristan mendorong kasar tubuh salah satu pria itu ke dinding


"Aku menginginkan gadis itu naik ke atas ranjang ku sejak 2 malam yang lalu, dan ini adalah malam ke tiga, namun kalian masih juga belum berhasil mendapatkan nya!"


jelas dia sangat marah, dia yang biasanya bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan, kali ini harus menunggu dengan sabar hanya demi sosok gadis yang tubuhnya teramat imut dan kecil itu.


Dia benar-benar tergila-gila dibuatnya pada pandangan pertama, hal yang ingin dia lakukan jika bertemu lagi dengan gadis itu, menenggelamkan nya ke atas kasurnya, membuat gadis itu terpekik hebat karena permainan, ingin membuat gadis itu menangis meminta ampun agar dia menghentikan cum..Bu..an nya, dia benar-benar ingin men..ji..Lat gadis itu dan melahapnya dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya tanpa ampun.


Tapi apa yang dia harapkan belum juga tercapai, orang-orang suruhan nya masih juga belum menemukan soal gadis itu, belum juga bisa mendapatkan apa yang dia perintahkan.


"Ini adalah malam ketiga, kau belum juga mendapatkan nya"


ucap Tristan sambil mencekik leher pria itu secara kasar, matanya memerah karena amarahnya yang terus berjalan.


"Tuan"

__ADS_1


seseorang mencoba menyadarkan nya, Tristan menoleh masih sambil mencekik pria di hadapannya, terlihat jelas wajah pria itu memerah, dia mulai kehilangan nafasnya.


"Saya menemukan keberadaan gadis itu"


seketika Tristan mengendurkan cekikan nya, pria dihadapannya terbatuk-batuk sambil berusaha menarik nafasnya. Ali menatap 2 pria itu, mengangguk pelan memberi kode agar Mereka segera pergi dari kamar ini.


"Dimana ali?"


senyuman iblis nya muncul begitu saja, mendekati Ali sambil menatap tajam bola mata sang asisten kepercayaan nya.


"Strasbourg area"


sejenak Tristan mengerutkan dahinya


"Maafkan aku tuan, tapi sepertinya gadis itu milik gaohan hillatop"


seketika rahang Tristan mengeras, bola matanya kembali memerah, amarahnya kembali naik hingga 180°. Dia paling benci nama itu terdengar dibalik telinga nya, bahkan menghadapi wajah laki-laki itu pun dia enggan, bukan karena dia takut, tapi laki-laki itu punya kekuatan terlalu setara dengannya, bahkan laki-laki itu telalu lama terlibat dengan para kartel narkoba, yang membuat dirinya acapkali kalah karena gaohan bahkan sama kejamnya dengan dirinya.


Mereka pernah berperang hingga tetes darah terakhir, hampir saling melenyapkan nyawa masing-masing demi sebuah geng di masa lalu, bahkan yang paling membuat nya mengamuk laki-laki itu pernah bercinta dengan gadis miliknya.


Perbedaan gaohan dengan dirinya, laki-laki itu selain kejam begitu pandai bermain kata, berbeda dengan nya yang terlalu kaku, hanya tahu bersikap kejam tanpa tahu bagaimana caranya merayu. Dia hanya suka tidur dengan perempuan manapun yang dia suka, dan dia jijik jika mesti merayu mereka.


"Bajingan itu selalu selangakah lebih dulu dari ku"

__ADS_1


setelah berkata begitu, dia meraih rokok nya, menghidupkan pamatik nya kemudian menyalakan rokok itu di bibirnya.


Dalam sekali hisapan dia menikmati keadaan, kemudian menghembuskan asap itu secara berlahan


"Dia selalu mengalah kan ku untuk banyak hal, kali ini aku tidak akan mengalah"


Ali hanya mengangguk pelan


"Cih.. jika Bukan karena kakek, aku tidak akan mau menyepakati proyek kerja sama dengan Hillatop, laki-laki itu selalu membuat ku muak"


ucap Tristan cepat


lantas Tristan meraih gelas minumannya, menuangkan wine kedalam gelas itu kemudian menegak semua isinya dalam sekali tegukan.


"Siapkan mobil ku, kita akan mulai permainan nya sekarang juga"


"Baik tuan"


setelah berkata begitu, Ali dengan cepat melesat meninggalkan Tristan.


Laki-laki itu kembali mengeratkan rahangnya, menatap ke arah kaca besar jendela di samping kiri kasurnya, bola matanya menatap tajam ke arah langit yang terus menggelap, didalam hati dia berkata


"Kali ini aku yang akan mendapatkan gadis milik mu dengan cara yang halus dan luar biasa, gaohan hillatop"

__ADS_1


__ADS_2