
Gao menatap cemas wajah Ayana, mencium wajah sang istri berkali-kali. Setelah prosedur panjang pada akhirnya Ayana benar-benar akan berada di ruangan Operasi itu lagi.
Sungguh jika dia diminta memilih, jelas dia tidak ingin memilih sang istri untuk kembali masuk ke ruangan seperti itu, jika di Indonesia ruangan operasi dominan berwarna hijau, di Brazil saat ini jelas dominan berwarna cream.
"Aku menunggu mu sayang, menunggu kamu keluar dalam keadaan selamat"
Gao mencium hangat bibir Ayana, jelas rasa takut menyelimuti dirinya sejak semalam, bahkan tidur nya pun sama sekali tidak nyenyak,makan nya pun kacau balau. Mommy Nadya dan mama ayudia terus mengingat kan diri nya agar tidak lupa dengan pola makannya.
"Perlu kalian ketahui, terutama anda tuan Gao, Untuk melakukan transplantasi rahim, dokter membutuhkan waktu lebih dari 10 jam. Pasalnya dalam operasi ini, dokter harus menyambungkan pembuluh darah vena dan arteri, ligamen, serta saluran ****** dari rahim donor ke pasien penerima."
jelas saja 10 jam berada di dalam penantian sama saja dengan menggantung hidupnya antara hidup dan mati.
"InsyaAllah semua baik-baik saja Gao"
mama Ayudia terus menggenggam erat tangan Gao.
Gao terus mondar-mandir di depan ruangan operasi, meskipun sebenarnya para tim dokter sudah memberikan satu ruangan khusus untuk mereka menunggu dengan fasilitas VVIP tapi Gao tetap bertahan untuk menunggu Ayana di depan kamar operasi.
Kau tahu sayang? 4 kali kecemasan ku hadir selama mengenal mu.
Pertama setelah acara lamaran, sesudah aku menghubungi mu, tiba-tiba kamu menghilang bak ditelan bumi, laki-laki itu sandi tahu-tahu menculik mu, Saat itu kali pertama aku merasa panik untuk seseorang, fikiran buruk langsung menghantam perasaan ku, begitu melihat mobil laki-laki itu melesat tajam ingin menerjang tubuh mu, secepat kilat aku menyambar tubuh mu, saat itu aku fikir Apa yang harus aku lakukan jika sesuatu terjadi pada mu?.
Kedua saat kamu menghilang dari pandangan ku, tristan tahu-tahu menculik mu dan menginginkan mu, saat itu aku fikir semenarik itukah milik ku? hingga semua orang menginginkan diri mu. Jelas kepanikan lagi-lagi menyerang ku, untuk pertama kalinya aku meneteskan air mata ku untuk seorang perempuan.
Ketiga tangis ku benar-benar pecah, kau tahu sejati nya hati laki-laki begitu bebal dan keras, laki-laki paling tidak suka menangis, menampakkan kelemahan diri nya pada siapapun, tapi kamu benar-benar berhasil membuat seorang Gao menangis terisak-isak karena rasa sesal yang mendalam karena tidak bisa melindungi mu.
Hingga membuat aku berfikir saat itu juga, memegang janji pada Allah, tidak akan menyakiti hati mu bagaimana pun keadaan nya jika aku masih diberi satu kesempatan untuk hidup bersama mu hingga akhir hayat.
Lalu sekarang lagi-lagi aku harus menelan rasa perih dan sedih, diiringi rasa takut yang menyelimuti diri, sesungguhnya segala sesuatu itu Allah yang mengatur nya, kita sebagai hamba nya hanya bisa ikhlas dan pasrah.
Gao menyandar kan tubuh nya di dinding belakang, kepalanya sedikit mendongak, sejenak dia menarik nafas nya dalam-dalam kemudian memejamkan matanya secara berlahan.
*******
Mama Ayudia melirik ke arah jam didinding, sudah 7 jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 4.30 sore.
"Ashar dulu Gao, sudah hampir terlambat"
__ADS_1
ucap mama ayudia pelan.
Gao melirik ke arah jam dinding di atas kepalanya.
"He em"
Gao mengangguk pelan, beringsut berlahan dari tempat duduknya.
"Titip Ayana ma,mom"
Mommy Nadya dan mama Ayudia mengangguk cepat.
********
Bukankah tidak ada hal yang paling ampuh untuk menenangkan hati kecuali sholat dan dzikir dan doa?.
"Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’."
"Dari Hadist Shahih Bukhari yang artinya adalah : Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk serta dari keberhasilan musuh."
"Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla"
Gao kembali menarik panjang nafasnya, Kemudian bersujud dalam doa berharap kemudahan untuk segala ujian.
********
Jika kematian bagi semua orang merupakan sebuah pukulan yang berat,
Jelas setengah mati merupakan pukulan telak paling berat Tanpa alasan.
Aku menunggu mu di sini, dalam uluran tangan, menyambut dirimu dengan sejuta senyuman terdalam.
La tahza, jangan bersedih
Wahai hati bersabarlah engkau
Wahai Hati…
__ADS_1
Bersabarlah dalam menanti,
Yakinlah janji Allah adalah pasti..
Pada akhirnya kebahagiaanlah yg kelak akan diraih.
Wahai Jiwa…
Tenanglah dalam lara,
Percayalah bahwa janji Allah adalah nyata.
Jangan pernah ragu dengan kehendak_Nya
Allah lebih tau mana yang terbaik untuk para hamba2_Nya.
Wahai Raga…
Tetaplah istiqomah dalam asa,
Cinta yang suci sedang menguji keimanan kita..
Seberapa sabar kita dalam menunggu…
Seberapa kuat kita saat tertatih…
dan seberapa tegar kita disaat rapuh…
Segala uji dan coba_Nya tak pernah ada yang sia2,Dibalik itu semua pasti ada hikmah dan barokahnya, bersabarlah untuk suatu Keindahan..
Kebahagiaan itu pasti kan datang untukmu Dan untuk Kita,
Disaat yang Indah di waktu yang
tepat.
Semoga allah Meridhoinya..
__ADS_1
Aminnn
Oleh; Aryasatya Radhitya