
Ketika peluru melesat menembus dada dan perutnya, sandi masih sempat tersenyum kemudian tumbang dan jatuh begitu saja. Bola matanya masih bisa menatap Ayana yang juga tidak berdaya sama seperti dirinya.
Gao jelas menangis histeris sambil memegangi tubuh Ayana, Seketika air mata sandi tumpah.
Maafkan aku.
Kau tahu kenapa aku tidak bisa melepaskan mu? dari cinta kemudian beralih menjadi sebuah kesalahan besar yang berubah menjadi obsesi yang salah?
Kau tahu Ayana? kenapa aku begitu mengingankan mu?
Karena tangan kecil mu lah yang pertama kali terulur disaat diri ku sendiri, terjatuh dan tidak ada yang mempedulikan aku, senyuman indah mu lah yang terukir indah di balik bola mata ku saat kamu mengulurkan tangan mu dengan ikhlas ke arah ku.
Aku bukan lah laki-laki kokoh seperti yang orang-orang bayangkan, keluarga bahagia jelas hanya Temeng didepan semua orang, realita nya didalam ayah dan ibu ku bukanlah orang yang bahagia, mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka, acapkali bertengkar dan mengabaikan ku, mereka hanya memberikan materi berlimpah tanpa tahu bagaimana menciptakan kebahagiaan untuk anak-anak nya.
Kau jelas paling tahu itu sejak dulu, kau lah yang selalu memeluk ku dan berkata semua akan baik-baik saja, menyentuh hangat wajah ku dan meminta ku untuk selalu tersenyum meskipun ingin menangis, karena itu aku tidak pernah bisa melepaskan pandangan ku dari diri mu selama hampir 14 tahun ini.
*********
Flash back
Saat sebuah tamparan melesat ke wajah mama nya sandi kecil jelas terdiam, pertengkaran seperti itu acapkali terjadi sejak dulu Bahkan hingga sekarang, orang tua mereka sangat pandai ber'akting didepan publik, tapi sangat mengerikan saat di di belakang publik.
Sang papa dan mama nya yang masing-masing terlalu sibuk dengan citra nya,karir dan kesenangan mereka, perbedaan pendapat acapkali terjadi diantara mereka, tidak ada cinta, tidak ada kehangatan yang tercipta seperti yang selalu diberitakan.
Bagi orang tuanya selama tidak ada yang berbuat kesalahan keluar hingga membuat pencitraan hancur, mereka tidak peduli, uang terus mengalir deras untuk mereka, tidak ada keharmonisan, tidak ada liburan keluarga, tidak ada obrolan percakapan antara anak dan orang tuanya.
Dan yang mengerikan, ketika perbedaan pendapat terjadi, sang papa tidak akan senggan main tangan , dan mama nya jelas akan mengeluarkan suara menggelegar nya yang bisa memekakkan seluruh isi rumah.
Biasanya yang jadi sasaran amukan berikut nya jelas adalah Dirinya, selalu Dirinya. Sepersekian detik benar saja sebuah lemparan asbak telak mengenai dahinya.
Bruggg
Prangggg
Darah segar mengucur di sana.
Sang bibi pengurus rumah tangga secepat kilat menyambar tubuh nya yang mulai limbung, Dengan air mata berderai wanita berusia 40 tahunan itu memeluk erat dirinya, menggendong nya menuju ke arah bawah agar dirinya terhindar dari amukan sang majikan.
"Larilah den, nanti ibu sama bapak ngamuk lagi"
Pada akhirnya sandi secepat kilat beranjak pergi dari sana, berlarian entah ke arah mana.
********
"Lanang belagak ngapo nangis ( laki-laki tampan kenapa menangis?"
Sandi masih menangis sambil berjongkok, menekukkan kakinya sambil menghadap ke arah area persawahan, sejenak dia mendongak.
Seorang gadis kecil menatap dalam bola matanya, memiringkan kepalanya sambil mengedipkan beberapa kali bola mata indahnya,Sinar matahari yang terik menyoroti diri nya tadi seketika menghilang dipunggung gadis kecil itu.
"Makanlah sesuatu yang manis, maka semua kesedihan akan menghilang"
sandi diam, menatap nanar wajah kecil dan cantik yang ada dihadapannya itu.
Gadis kecil itu langsung beringsut duduk disampingnya, tersenyum lebar ke arahnya. Sejenak menatap wajah sandi, ekspresi wajahnya tiba-tiba langsung berubah mendung, tangan nya bergerak pelan menyentuh keningnya yang masih menyisakan darah.
"Pasti sakit sekali"
tiba-tiba gadis kecil itu ikut menangis disampingnya, terus seseguhan bersama dirinya hingga waktu yang lama.
"Siapo Namo Lanang belagak? (siapa nama laki-laki ganteng?)"
gadis kecil itu bertanya setelah tangis mereka sama-sama telah mereda, duduk sambil menghadap pematang sawah sambil menikmati permen di mulut mereka.
sandi mengerutkan dahinya
__ADS_1
"Nama kamu siapa? bocah tampan?"
dia mengulurkan tangan kecilnya
sandi sejenak diam, kemudian terkekeh pelan
"Sandi"
"Nama ku Ayana senja senyawa.. kau tahu arti senja? langit indah di sore hari menuju malam, kau tahu arti senyawa? hanya ad 1-1 nya kehidupan seperti ku didunia ini,murni tanpa campuran apapun dan kau tahu artinya Ayana?"
gadis itu terus berceloteh, sandi menggeleng
"Hidup dengan tujuan, bunga yang begitu indah serta abadi dan anggun"
Dia melebarkan senyumannya, memamerkan barisan gigi putihnya yang indah.
*********
Sebuah wajah muncul di depan pintu rumahnya, gadis ceria itu tampak terkejut kemudian tertawa senang saat melihat sosok anak laki-laki dihadapan nya
"Melani ada?"
Siapa sangka jika gadis itu teman Melani sang adik perempuan nya, ada di satu Sekolah Dasar yang sama dan berada di satu kelas yang sama.
"Wah Ayana sudah datang, Bikk...bikk..bantu bawa semua pakaian renang nya, hari ini jadwal pengambilan nilai berenang"
Melani berteriak dari atas tangga
Tapi sepersekian detik terdengar sesuatu yang pecah dari arah atas samping kanan, terdengar teriakan kencang dari sana.
sang bibik yang dipanggil dengan secepat kilat meraih tubuh Melani, sandi tampak Diam menegang.
"nyonya sama tuan bertengkar lagi, Aden ikut non Melani aja berenangnya yah"
Ayana jelas dilanda kebingungan, menatap wajah sandi yang menegang sejak tadi.
Gadis kecil itu fikir, karena itukah laki-laki ini acapkali menangis di area pematang sawah sendirian?
*********
Saat sandi tengah tertidur di hamparan rumput yang terbentang luas, sesosok gadis menjongkokkan tubuhnya, menghalangi sinar matahari yang menyilaukan matanya.
"Jangan menangis lagi"
Sandi membuka pelan bola matanya, menatap wajah gadis itu yang silau diterpa matahari.
"Ada aku yang akan terus berada disamping mu"
Ayana berjalan kedepan kemudian merentangkan tangan nya, mencoba mencium aroma matahari sejenak
Setelah itu dia menoleh ke arah sandi, melebarkan senyumnya yang semakin cantik di usianya yang semakin dewasa, lantas berjalan kearah sandi, kemudian langsung duduk disamping kirinya.
Masih terlihat warna merah di bola mata sandi, gadis itu menatap dalam bola mata sandi, lalu dengan Berlahan Ayana menyentuh lembut wajahnya, sepersekian detik kemudian gadis itu mengundurkan tubuhnya lantas membentang kan lebar-lebar tangannya, membiarkan sandi memeluk tubuhnya, menangis di sana dalam jangka waktu yang lama.
Sandi menangis terisak, jelas dia terluka dengan sejuta keadaan, dan satu-satunya gadis yang mampu memahami dirinya hanya Ayana.
"InsyaAllah semua akan baik-baik saja"
Ayana menepuk-nepuk punggung nya dengan hangat
******
__ADS_1
"Kemarilah"
Ayana mengulurkan tangannya, menunggu sandi menyambut telapak tangannya.
"Kita mau kemana?"
Ayana meletakkan jari telunjuknya di depan bibir mungilnya.
"Ssttttt"
dia menarik pelan tangan sandi, ke arah pematang sawah ketika hari benar-benar mulai menggelap.
"Lihatlah"
bisik Ayana pelan, tampak ada banyak kunang-kunang berterbangan, menampilkan warna indah di sepanjang hamparan luas sawah disana.
"ini Indah"
sandi bergumam pelan, menatap wajah Ayana beberapa waktu.
"Cantik, sangat cantik"
seperti diri mu
bantin nya
sandi masih terus menatap wajah Ayana, yang tersenyum senang menatap jutaan kunang-kunang dihadapan mereka.
"Kau menyukainya?"
Ayana bertanya tanpa menoleh ke arah sandi
"Sangat menyukainya"
sandi menjawab masih terus menatap dalam wajah Ayana dari arah sampingnya, ingin sekali rasanya dia menyentuh wajah cantik itu, yang selalu hadir dalam keadaan apapun dalam hidupnya selama ini, tapi jelas dia tidak punya banyak keberanian untuk melakukan itu.
*****
Tapi semua nya berubah, berubah saat mereka mulai masuk kuliah, sandi karena frustasi dengan keadaan keluarga nya menjadi semakin tidak terkendali, keluar masuk diskotik, minum dan menyentuh barang haram yang paling dibenci Ayana, bahkan demi mendapatkan perhatian dan rasa cemburu Ayana, acapkali sandi bermain perempuan, Gonta-ganti pasangan agar Ayana melirik ke arah nya, dan semua ya pecah ketika Dyah masuk menyeruak mengganggu kehidupan nya, dan semakin pecah saat dia mabuk di satu malam, tidak dapat mengontrol diri dan hampir memperkosa Ayana tapi untungnya ada Erika yang datang tiba-tiba menyelamatkan Ayana.
"Aya...maafkan aku"
sandi berusaha menyentuh wajah gadis itu, hatinya hancur, apa yang telah dia lakukan Fikir nya.
"Kau sangat mengerikan san, aku benci padamu"
Ayana menangis, berteriak histeris ke arahnya.
"Kau banyak berubah San, kau bukan lagi Lanang belagak (laki-laki tampan) yang selalu menangis di bahu ku,bukan lagi orang yang rapuh seperti dulu"
Meskipun Ayana memberikan nya maaf, Mereka semakin menjauh, merenggang dan tanpa pernah lagi saling memegang tangan. apalagi sejak Ayana menggunakan hijabnya, jelas ayana semakin melebarkan jarak di antara mereka berdua.
Mungkin konsep ku yang salah sejak awal, terlalu bodoh menjadi frustasi karena keluarga ku, tidak menatap kedepan demi menjalani hidup yang lebih berarti, tidak berani menyatakan perasaan ku di awal, bergonta-ganti pasangan didepan mu hingga menimbulkan kejijikan dihati mu, cap playboy jelas mulai tersemat di hati mu soal aku, dan kesalahan besar nya lagi, aku hampir menodai mu, lalu bermain-main dengan teman baik mu, menjeratnya dengan cinta, tidur dengan nya dan menghancurkan masa depannya, lalu melamar mu dengan paksa, membawa mu dengan paksa, kemudian membenci mu dengan cara yang salah.
Sejak awal akulah yang salah, membawa konsep persahabatan kita hingga ke tempat yang tidak semestinya.
Tapi hati ku jelas-jelas begitu mencintai mu, meskipun acapkali aku bilang aku mencintaimu, aku sadar mungkin aku hanya terobsesi pada mu, kebaikan mu dan cemburu pada gaohan yang mampu memiliki mu.
Kau tahu Ayana? dalam hidup selalu ada masa yang tidak mungkin kembali lagi seperti semula, dan masa kemarin bersama mu benar-benar sangat aku rindukan.
Maafkan aku, maafkan aku.
__ADS_1