Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Perfect Couple 21 "Benar-benar Sempurna"


__ADS_3

Saat Gao berkata mau coba sekali lagi, Ayana merasa sedih dan bersalah atas semalam Karena belum juga bisa menyempurnakan tugas nya untuk menjadi istri seutuhnya, Karena itu dia mengangguk saat Gao berkata seperti itu, dia hanya khawatir bagaiamana jika mama dan mommy Gao menunggu mereka, tapi saat dia mengintip jam didinding sebelum masuk kekamar mandi, bukan kah hari masih sangat dini, masih cukup gelap untuk mengawali banyak hal.


Sebenarnya Ayana merasa sangat malu, sebab dia hanya menggunakan kain tipis untuk menutupi tubuhnya yang basah,bahkan mandi pun belum sepenuhnya sudah, tapi Gao tiba-tiba menyeruak masuk hanya menggunakan handuk nya.


Kemana pakaian yang digunakan nya tadi?


ohh Seketika wajah Ayana memerah


apa pasangan yang telah menikah mesti begitu? tidak harus malu-malu untuk membuka pakaian mereka didepan pasangan masing-masing nya?


batin ayana


Seketika Gao mendorong lembut tubuhnya ke belakang hingga menyentuh dinding kamar mandi yang dingin, menautkan bibir mereka secara lembut dan hangat, Seperti semalam bagaikan tersengat aliran listrik Tubuh nya terasa bergetar dan membuat tingkat adrenalin nya meningkat. Apalagi ketika tangan kiri Gao tahu-tahu sudah menyentuh sesuatu yang menyembul di atas sana, jelas Ayana meringis dan mengeluarkan suara aneh yang tidak bisa dia tahan.


"Gao.."


Ayana mencoba menahan tangan Gao yang terus bergerak na..kal..suara Ayana terdengar begitu memalukan, dia fikir alih-alih marah dia malah terbawa suasana, mencoba menggigit bibir bawahnya ketika tautan di bibir mereka terlepas, berpindah ke ceruk lehernya.


Ok rasanya menggila


batin Ayana


hingga membuat dia dengan cepat menyentuh rambut lembut Gao dengan kedua tangannya, tidak lama kemudian tubuhnya tahu-tahu sudah terangkat ke atas, di bopong oleh Gao menuju ke kasurnya, rasanya begitu dingin mendominasi karena sapuan AC serta basah karena sisa air dari kamar mandi. Tapi siapa tahu dalam beberapa menit rasa dingin itu berubah menjadi rasa panas yang terus menjalar ke seluruh tubuhnya, apalagi ketika jari dan lidah laki-laki itu terus membuatnya menggila karena permainan yang di suguhkan Gao.


Dan gao benar-benar membuat foreplay yang paling lama, membuat Ayana terus berpacu pada ke..nik..matan nya, membuat gadis yang belum berpengalaman itu seakan terbang melintasi waktu dan menginginkan lebih. tangan nya terus dengan lincah bermain di titik-titik paling membuat para perempuan menggila, sampai dia kembali menautkan bibir mereka, lantas menyesapnya dengan herakan sempurnah, membiarkan gadis kecil itu menge..rang dan me..Leng.. guh tiada henti, menciptakan suara-suara de..sa..Han.. yang semakin membuat Gao menginginkan lebih.


Dia mencoba membuka berlahan kedua kaki gadis itu, membisikkan kalimat ambigu, yang lembut dan penuh cinta


"Aku akan masuk, jika masih terasa sakit katakanlah, aku akan berhenti saat itu juga"


Dia sebenarnya tidak ingin menyebutkan kalimat itu, jelas terdengar ambigu dan sarat makna lainnya yang jelas menuju kata bila sebenarnya dia berharap lebih, tapi jika sang istri belum siap jelas dia tidak akan memaksa nya bukan? tidak heran, karena tubuh Ayana yang kecil jelas akan sulit mengimbangi dirinya yang besar tinggi, dan bagi Gao jelas ini kali pertama dia ber..cin..ta dengan gadis dengan tubuh se imut Ayana , sebab sejauh perjalanan nya menjadi seorang Casanova, berpetualang kesana Kemari, dia selalu bersama perempuan-perempuan dengan tubuh tak jauh dari pada dirinya.


Gao terus menghangatkan situasi, masuk ke ceruk leher Ayana, menyesapnya lembut kemudian menciptakan tanda warna yang indah, tangan kanan nya mencoba menopang tengkuk Ayana, sedangkan tangan kirinya mulai bermain nakal di da..da.., perut hingga turun ke bawah sana.memainkan nya dan membuatnya menjadi ba..sah hingga de..sa..Han manja dan lembut terdengar dari balik bibir Ayana.


Gao menunggu nya benar-benar ba..sah, menunggu Ayana benar-benar siap untuk di masuki oleh nya, bahkan tanpa malu-malu lidah nakalnya secara berlahan turun ke bawah sana, dapat didengar suara Ayana semakin menggila, membuat dirinya semakin menginginkan nya, bahkan ketika sesuatu dibawah sana keluar dengan indahnya, dia tahu gadis itu mencapai kli..maks nya, itu artinya dia telah bersiap untuk melakukan hal lebih saat ini juga.


Secara berlahan laki-laki itu kembali naik, da..da..mereka terasa saling bergedekan dan sesuatu dibawah sana memaksa menyeruak masuk, Ayana kembali tersentak, dia kaget tapi bibir Gao kembali menautkan bibirnya dengan lembut, lembutt hingga menciptakan 2 rasa berbeda antara di atas dan di bawah sana.

__ADS_1


"Ngg.."


seketika Ayana memeluk erat punggung belakang Gao, sesuatu dibawah sana tampak memaksa masuk dan terasa begitu menyiksa, seketika air matanya kembali tumpah. Gao melepaskan pautan dibibir mereka, menghentikan gerakan nya yang belum terjadi,baru mencoba masuk beberapa kali namun gagal, Gao menatap bola mata Ayana beberapa waktu.


jelas dia mendesah didalam hati


Oh sayang, sebegitu menyiksanya kah? sejumput rasa bersalah menyelimuti hatinya, dia fikir mungkin dia terlalu egois, memaksa seorang gadis untuk menerima nya didalam keadaan yang memang belum siap.


sejenak dia mencium kening Ayana, mencoba menghentikan semuanya


"Kita akan mencoba nya lagi nanti"


ucapnya lembut, berusaha beranjak dari hadapan Ayana, tapi secepat kilat gadis itu menarik tangannya, menatap dalam wajah Gao.


"Teruskan lah"


Gao jelas mengerutkan dahinya


"Aku akan mencobanya"


Gao Mencoba menolak nya, namun secepat kilat ayana berusaha menautkan bibirnya, jelas Gao tersenyum geli, Gadis ini begitu amatir, ciuman nya benar-benar buruk sekali. lantas dalam hitungan detik Gao kembali me..lu..mat bibir ayana dengan penuh cinta, menautkan lidahnya didalam sana, mengajarkan sang istri bagaimana membalas tautan lidah hingga sempurnah, rasa panas yang sempat turun kembali naik secara tiba-tiba, Gao menurunkan bibir nya ke atas da..da.. ayana, membiarkan gadis itu berteriak kecil, mengeluarkan de..Sa..Han penuh kenikmatan tiada Tara, kembali berjalan turun ke arah perutnya dan turun hingga ke bawah sana, hingga membuatnya kembali yakin jika gadis itu telah siap dengan keadaan.


"Sayang, kita akan mencobanya, mungkin akan sakit di awal, tapi percayalah ini akan baik-baik dalam beberapa detik berikutnya"


bisik nya lembut kemudian mencoba menghentakkan dengan cepat sesuatu di bawah sana, kali ini dengan gerakan menuntut agar lebih cepat dan mudah.


"akhhh"


teriakan kecil itu terdengar merdu ditelinga Gao, Seketika air mata Ayana kembali tumpah, belum sepenuhnya karena itu Gao kembali menautkan bibir mereka, menghentakkan sekali lagi dibagian bawah sana. Ayana melepaskan tautan bibir mereka,Kali ini teriakan itu terdengar lebih menyakitkan tapi sesuai dugaan Gao, semuanya benar-benar masuk secara sempurna diiringi rasa nyeri di bahunya karena gigitan halus dari Ayana, belum lagi rasa perih di punggung nya karena kuku-kuku indah gadis itu pasti telah menancap sempurnah di dalam kulitnya sama seperti milik nya yang telah masuk dengan sempurna di bawah sana, terasa sesuatu mengalir lembut dan syahdu disana, Gao mengintip sejenak, kemudian menatap wajah Ayana yang terpejam sempurna karena ringisannya.


"Terima kasih sayang, karena menjaga nya dengan baik "


bisiknya pelan, mencium kening Ayana secara lembut, Ayana Seketika membuka bola matanya, tersenyum kecil menatap bola mata gao, dia merasa begitu sempurna karena memang berhasil menjaga sesuatu yang memang dipersiapkan untuk calon imamnya.


"Aku akan bergerak lembut"


Ayana mengangguk pelan, jelas rasa perih mendominasi saat Gao mulai bergerak pelan, sangat tidak nyaman dan sakit, tapi Gao dengan cepat menautkan bibirnya kembali dengan lembut, kemudian bibir itu kembali turun ke ceruk lehernya disaat dibawah sana terus berpacu dalam melodi, rasa sakit dan perih tiba-tiba menjadi sesuatu yang berbeda, seakan-akan membuat seluruh isi perutnya digelitik dan terbang melayang-layang, rasa berbeda penuh ke..nik..matan mengganti Seketika, membuat Ayana mencoba memegang erat kepala Gao yang tahu-tahu sudah berada di antara da..da..nya.

__ADS_1


sesuatu yang menggebu dan bergelora memenuhi has..rat nya, rasa nik..mat..tiada Tara terus menyelam dibawah sana,Ayana berusaha mencari pegangan, ingin menarik apapun yang ada disana, namun jemari-jemari halus nya secara berlahan di raih ke dua tangan Gao, laki-laki itu menggenggam nya erat seakan-akan takut terlepas, jelas saja Ayana balik menggenggam erat Seketika terasa sesuatu akan tumpah lagi dan lagi, aneh..yah begitu aneh karena dia sempat merasakan nya tadi saat lidah Gao bermain disana awalnya dan kali ini benar-benar akan tumpah kembali secara luar biasa. Apalagi saat dia mendengar de..sa..Han suara Gao yang beriringan bersama dengan suaranya, seakan saling bersautan di antara satu dengan yang lainnya, membuat dia merasa malu namun begitu menyukainya, terdengar semakin meningkat andrenalin nya, lantas tiba-tiba sesuatu yang ditahannya dibawah sana jelas telah tumpah, sepersekian detik sesuatu yang hangat juga menerajang dirinya, terasa begitu indah dan ada ke..pua..san tersendiri Setelahnya dan Gao menghentikan aksinya, mencium beberapa kali bibirnya, lantas memeluk erat tubuhnya.


"Sayang, terima kasih banyak"


ucap laki-laki itu hangat


"I love you"


dan gao fikir ini gila, dalam seumur hidupnya baru kali ini dia mengucapkan kata Seperti itu terhadap seseorang, terdengar aneh dan lucu namun dia menyukainya, jantung nya berdebar sangat sempurnah,mendekap Ayana seketika, dan memeluknya erat penuh cinta.


Ohh aku pasti sudah gila


batinnya


*****


Catatan \=


Maafkanlah hamba mu ya Allah, benar-benar berdosa ngasih adegan begini di pagi butaπŸ˜†πŸ˜†πŸ€£πŸ€£πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜‚πŸ˜‚


05.10 am


Lubuklinggau


18 Juni 2021


love you my readers


muachh❀️❀️❀️😘😘😘😍😍😍


apalah outhor tanpa readers nya


apalah penulis tanpa pembaca nya dan


apalah saya tanpa kalian semua


πŸ’žπŸŽ‰πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2