Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2

Gadis Pilihan Tuan Penguasa Season 2
Tegang "Hidup atau mati"


__ADS_3

Begitu mendengar telepon dari Paman Jerry yang berkata seorang laki-laki psikopat membawa Ayana, jelas Lana Lan tercekat. Mereka baru tadi melakukan panggilan terakhir sesaat sebelum Lana Lan masuk ke rumah keluarga besar Abimayu.


Lana Lan fikir harus keluar sejenak ke apotek 24 jam setelah usai mengikuti acara 7 bulanan di rumah besar keluarga Abimayu, meninggalkan Tristan yang tengah berbincang-bincang dengan Gaohan untuk membeli obat mual, kepala dan perut nya sejak pagi terasa tidak enak, namun ketika mendapati minyak mobil begitu sekarat dia fikir ke pom adalah pilihan terbaik,namun setelah menerima panggilan dari paman Jerry jelas menyusut niat Lana Lan untuk memutar kembali ke apotik setelah mengisi minyak mobilnya, dia fikir dia harus melesat pulang sekarang.


Tapi bola matanya jelas tertuju pada sebuah mobil yang baru saja melesat didepan nya, jelas sekali matanya menangkap sosok sang kakak angkat Ayana disana, sebelum pintu kaca sebelah sopir ditutup secara sempurna.


Lana Lan jelas langsung tancap gas menyusul mobil itu secara berlahan, apalagi ketika handphone nya berdering dan dia melihat nama kak Ayana calling jelas dengan gerakan cepat dia mengangkat nya.


Terdengar jelas suara seorang laki-laki di balik panggilan nya, terdengar suara ketukan yang menandakan peringatan SOS di sana.


"Kita akan memulai kehidupan baru kita"


"Kemana kau akan membawa ku?"


"Kita akan kembali ke Lampung"


Dan Lana Lan jelas yakin ketika mereka melewati jalan tol itu artinya mereka benar-benar akan menuju ke luar kota.


Gila


Fikir Lana Lan, dia dengan cepat mencari handphone miliknya 1 lagi, berusaha menghubungi Tristan dengan terburu-buru.


"Bisakah kita mendapatkan istirahat dulu? berhenti lah dimana pun kamu mau, aku benar-benar merasa lelah setelah acara 7 bulanan dan, tidur di mobil akan membahayakan janin ku"


Dan kata-kata terakhir Ayana jelas menunjukkan jika sang kakak angkat sedang berusaha mengulurkan waktu, menunggu Lana Lan mencari bantuan dan menyusul mereka saat ini.


"Ikuti jejak GPS ku, aku berada di belakang mobil mereka"

__ADS_1


"Mereka menuju ke arah jalan tol, sayang "


"Aku mesti memasang jarak, panggilan ku baru saja terputus saat ini dengan kak Ayana"


*******


Kemana laki-laki itu membawa Ayana?


itu yang ada di kepala Lana Lan, ketika mobil di depan nya berbelok ke arah sebuah tempat yang lebih mirip sebuah gudang melewati jalan tol tepat disisi kiri mereka.


Jelas Lana Lan menepi, sedikit saja! tidak ikut masuk takut meninggalkan kecurigaan, ketika mobil itu berhenti tepat di sebuah gudang tua bertingkat, Lana Lan fikir disini kah laki-laki itu akan membawa sang kakak ipar beristirahat?


Benar-benar gaya seorang psikopat.


Gudang tua yang terkesan sangat suram.


Lana Lan berjalan terseok-seok memasuki tempat itu, panggilan nya jelas masih terhubung dengan Tristan, hanya bicara melalui headset bluetooth nya.


ucap lana Lan pelan


"Mobil ku terparkir di ruas jalan tol, jika beruntung sebentar lagi akan ada mobil patroli yang datang, aku sudah menulis pesan SOS di kaca depan mobil, ku selipkan di wiper mobilnya Tristan"


Lana Lan terus berjalan masuk, tidak peduli kemarahan Tristan yang melarangnya masuk ke dalam, mencoba mengintip mencari celah.


Laki-laki itu tampak mengikat tangan Ayana dengan sebuah tali, kemudian mengikatkan nya ke satu tiang di sisi tangga tua, kemudian laki-laki itu berjalan ke arah atas entah ingin melakukan apa.


Lana Lan jelas berjalan cepat masuk ke dalam, membuka pintu tua secara berlahan, menarik nafasnya Begitu berat, takut jangan sampai meninggalkan jejak suara yang bisa didengar oleh laki-laki itu.

__ADS_1


Dia sejak kejadian di Thailand kemudian tinggal bersama keluarga Tan jelas acapkali mendapatkan situasi seperti ini, menggunakan pisau, belati atau bahkan pistol adalah hal biasa yang Lana Lan lewati, selamat atau mati jelas acapkali menjadi pilihan nya. Tapi nekat ingin menyelamatkan seorang ibu hamil jelas baru kali ini dia merasakan nya.


Tiap kali dalam pelarian sangat terang terjadi, memilih antara hidup dan mati, dan kali ini dia tahu dia yang dia hadapi, laki-laki psikopat yang tidak normal, menginginkan yang jelas adalah milik orang lain, begitu mencintai dengan penuh obsesi tanpa tahu arti dan m tujuan cinta yang sebenarnya apa.


Ayana membelalakkan matanya ketika mendapati Lana Lan mengendap masuk ke belakang, dia fikir bagaimana bisa Lana Lan datang secepat ini?


Lana Lan hanya bisa meletakkan jari telunjuknya di depan bibinya sesaat setelah terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, dia dengan cepat melindungi diri disamping lemari tua yang ada di arah jam 9, merapatkan diri nya ke sisi lemari, menahan tarikan nafasnya agar berjalan dengan sangat teratur.


Sisi gelap dan Suran sudut lemari itu cukup dapat melindungi dirinya untuk sementara waktu.


"Kita hanya beristirahat tidak lebih dari 3 jam, setelah ini kembali bergerak menuju ke pelabuhan merak"


Sandi bicara cepat ke arah Ayana, memberikan Ayana sebutir obat yang entah apa, memaksa Ayana meminum nya begitu saja.


"Apa yang kau berikan padaku san?"


"Sesuatu yang bisa kau rasakan dalam jangka waktu 1 jam kedepan"


"Sebuah kenikmatan"


bisiknya pelan


kemudian tawa sandi terdengar pecah di seluruh gudang tua itu.


Pupil mata Ayana jelas mengecil, menatap nanar wajah sandi, Lana Lan jelas berfikiran jauh, tebakan nya sudah mengarah ke arah yang berbeda, dia tahu apa yang akan di lakukan laki-laki itu nanti nya. Mata Lana Lan jelas melihat sebuah besi panjang disisi kiri nya berdiri, Tangan nya jelas telah bersiap dalam sejuta kemungkinan yang akan terjadi setelah ini.


Dia tahu laki-laki itu lamban laut akan menyadari kehadiran nya, meskipun Lana Lan pandai berkelahi, bisa taekwondo, tapi jelas dia belum tahu bagaimana keadaan lawan psikopat yang ada di hadapan Ayana itu.

__ADS_1


Sayang kau dengar itu, kalian hanya butuh waktu tidak lebih dari 1 jam untuk tiba di sini, jika tidak salah satu dari kami akan berada didalam 2 pilihan


Hidup atau mati


__ADS_2