
Indonesia
Apartemen utama gaohan
02.10 dini hari
Pada akhirnya setelah melakukan perjalanan panjang selama hampir 17 jam prancis- Indonesia, mereka kembali juga ke Indonesia. Acara resepsi pernikahan yang semakin mendekat membuat Ayana memutuskan untuk pulang lebih awal bersama Gao.
Gao meletakkan tubuh ayana berlahan ke atas kasur mereka, membenahi tidurnya sambil menarik pelan selimut untuk menutupi tubuh sang istri.
Dia terus tersenyum melihat wajah sang istri yang tengah tertidur pulas sejak tadi, seakan tidak peduli lagi dengan orang-orang disekitarnya, yang penting dia tidur melepas rasa lelah yang mendera.
Gao membenahi posisinya, dia tiduran di samping kanan Ayana dengan posisi tangan kirinya menopang kepalanya, sedangkan tangan kanannya mengelus rambut Ayana dengan lembut, seketika dalam gerakan lembut sang istri masih dalam keadaan tidak sadar meringkuk masuk kedalam dadanya. Gao tersenyum Geli, langsung memeluk Ayana kemudian mencium puncak kepala istrinya itu begitu dalam.
"Terima kasih"
bisik Gao lembut, padahal dia tahu mungkin Ayana sama sekali tidak mendengar nya.
*********
"Bagaimana?"
Gao bertanya cepat pada Zoe, menatap laki-laki itu beberapa waktunya dengan suara yang sedikit di pelankan, setelah sholat subuh bersama, Ayana kembali meringkuk ke dalam kasur melanjutkan tidur nya, Gao tidak ingin Ayana sedikit terganggu dengan suara mereka.
"Hampir 💯% sempurna, tinggal beberapa hal lagi yang akan diselesaikan "
Gao mengangguk pelan
Dia fikir resepsi pernikahan mereka mesti sesuai keinginan Ayana, jangan sampai ada kesalahan sedikit pun hingga merusak moment berharga mereka.
"Lalu, dimana ahem?"
Gao bertanya cepat ke arah Zoe
ucapan Joyce tempo hari membuatnya berfikir untuk segera bertemu dengan ahem, atau lebih bijak lagi dia Harus nya mencari tahu.
__ADS_1
dia menggeleng pelan kepala nya.
"Kembali ke Jakarta besok siang"
"Sudah kamu selidiki soal gadis itu?"
"Itu benar putri bii dan zuu, dan hayat benar sahabat Ayana"
seketika Gao kehilangan kata-kata.
oh damn it
ini benar-benar bencana fikir Gao.
bagaimana mungkin ahem bisa tidur dengan hayat? bahkan jika hubungan mereka terjadi, jelas akan ada banyak pertentangan di antara 2 keluarga, Daddy allzigra dan zuu bahkan tidak saling bertegur sapa, pernikahan bibik bii fan zuu ditentang habis-habisan oleh keluarga besar hillatop saat itu, karena dendam lama antara penerus hillatop dan azzura di generasi ke 3 pada akhirnya 2 perusahaan raksasa itu memecah diri dan tidak saling menguntungkan lagi. Mereka memilih untuk tidak melakukan kongsi.
Ahem jelas berjalan di luar ekspektasi mereka, mencoba untuk kembali berkongsi dan menjalin hubungan baik karena proyek terbaru di pulau Sumatera, tapi siapa sangka malah menyeret keturunan generasi saat ini terlibat pada skandal terbaru, terjebak pada cinta satu malam.
Dan putri zuu adalah seorang perawan.
ucap Gao pelan
"Aku yakin Daddy akan marah besar, tidak ada toleran untuk seseorang yang mengkhianati keadaan"
tidak tahu kenapa ucapan Gao menusuk hati Zoe, laki-laki itu menelan salivanya pelan, seakan dia ikut merasa begitu bersalah, karena dia juga sedang berkhianat pada keadaan.
"Dimana asisten baru ku?"
Gao bertanya cepat pada Zoe, dia sadar Laki-laki ini sudah beralih tugas menjadi milik Frey sejak beberapa waktu ini, hanya mengurusi soal persiapan pernikahan mereka saja bersama Frey, dan tugas lainnya sudah tidak lagi Zoe yang mengurusi nya. Keputusan mutlak Daddy all jelas tidak dapat dia tolak.
"Dalam perjalanan menuju ke hillatop company"
Gao pada akhirnya mengangguk pelan, membiarkan Zoe pergi melesat dari apartemen mereka.
"Sayang"
__ADS_1
Gao bicara pelan sambil mengelus lembut wajah Ayana
"Bangun, kita mesti pulang ke rumah Abimayu hari ini, mama dan papa sudah menunggu kita"
dia berbisik pelan di telinga ayana
"Ngg"
sang istri menggeliat pelan, membalik tubuhnya beberapa kali, tampak masih mengantuk dan enggan untuk bangun.
"Sayang"
"Nggg"
Karena melihat istri tidak kunjung bangun, pada akhirnya Gao malah menarik selimut dan mencoba menutupi tubuh mereka berdua kemudian masuk ke dalam selimut lantas naik ke atas tubuh Ayana.
Gao dengan cepat melesatkan ciumannya di bibir sang istri.
"Bangunlah, jika tidak aku akan membuat yang di bawah sana bangun lebih dulu"
Gao menggoda sambil terus melesatkan ciuman nya ke bibir hingga da..da.. sang istri
"Gao.."
rengek Ayana Seketika
"Aku masih mengantuk"
rengek nya lagi
"Baik, aku akan bangunkan yang dibawah sana"
"No..no.. sayang"
pekik Ayana pelan
__ADS_1